Banjarmasin dan Banjarbaru Siap Jadi Laboratorium Model RT Terintegrasi Indonesia

1 day ago 5

Liputan6.com, Banjarmasin - Di tengah tantangan darurat sampah dan penguatan tata kelola kota di ranah, Pemerintah Kota Banjarmasin dan Banjarbaru mengambil langkah strategis dengan memperkuat peran Rukun Tetangga (RT) sebagai pondasi perubahan sosial.

Atas undangan resmi Wali Kota Banjarmasin Undangan Sabtu 14 Februari 2026 dan undangan Pemerintah Kota Banjarbaru, Dr. Taufiq Supriadi hadir untuk memaparkan desain penguatan RT sebagai solusi terintegrasi berbasis komunitas.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, dalam forum tersebut menekankan pentingnya pendekatan yang menyentuh langsung rumah tangga dan selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial, atau yang dikenal sebagai triple bottom line.

“Kami meminta agar inovasi yang dipaparkan dapat diadaptasi oleh para Ketua RT dengan dukungan perangkat daerah. Penguatan harus dimulai dari rumah tangga,” ujar Wali Kota Yamin.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Taufiq menyampaikan bahwa krisis sampah tidak bisa hanya diselesaikan melalui sistem hilir seperti pengangkutan dan TPA.

“Sampah harus selesai dari rumah kita sendiri. Bumi ini adalah titipan anak cucu kita. Jika seluruh tabungan lingkungan kita habiskan hari ini, apa yang tersisa untuk generasi berikutnya?”

RT sebagai Pondasi Negara

Dalam paparannya, Dr. Taufiq menegaskan bahwa RT adalah pondasi negara yang selama ini sering dipandang sebelah mata.

“Jika sebuah rumah memiliki atap mewah dan dinding kokoh, tetapi pondasinya rapuh, apakah bangunan itu akan berdiri kuat?” ujarnya.

Menurutnya, negara akan kuat apabila pondasi sosialnya, yaitu RT, diberdayakan secara sistemik.

Ia mendorong agar penelitian dan kebijakan publik mulai memberi perhatian serius pada level RT sebagai struktur sosial paling dasar.

Sebagai dosen Hukum Lingkungan di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta, Dr. Taufiq juga mengajak kalangan akademisi untuk memperbanyak riset berbasis RT guna menopang kebijakan makro nasional.

“Pondasi ini harus diteliti, diperkuat, dan didesain ulang. Jika pondasi kokoh, maka atap bangunan negara akan berdiri megah bersama-sama,” tegasnya.

Model RT Terintegrasi Nasional

Dalam kunjungannya, Dr. Taufiq memperkenalkan kerangka Model RT Terintegrasi Nasional, yang meliputi:

  1. RT Bebas Sampah dari Rumah: pemilahan wajib dan pengolahan organik
  2. RT Ekonomi Kreatif: penguatan UMKM dan ekonomi sirkular
  3. RT Keselamatan Lalu Lintas: edukasi berbasis komunitas
  4. RT Taat Pajak Kendaraan Bermotor: sosialisasi dan peningkatan kepatuhan administrasi
  5. RT Berbasis Apresiasi dan Kompetisi Sehat: dukungan regulatif daerah

Model ini mengintegrasikan aspek lingkungan (planet), ekonomi warga (profit), dan keberlanjutan sosial (people), sejalan dengan pendekatan triple bottom line yang ingin diperkuat Pemerintah Kota Banjarmasin.

Banjarmasin dan Banjarbaru Siap Jadi Laboratorium Nasional

Dr. Taufiq menilai bahwa baik Banjarmasin maupun Banjarbaru memiliki kesiapan menjadi laboratorium nasional penguatan RT.

Di Banjarbaru, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Bapak Rivai, menyampaikan bahwa Wali Kota Banjarbaru, Ibu Lisa, sengaja mengundang Dr. Taufiq untuk memperluas perspektif penguatan RT sebagai motor inovasi lingkungan dan ekonomi warga.

“Kami ingin memperkuat RT sebagai penggerak ekonomi kreatif dan gerakan lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan memperkaya inovasi di Banjarbaru,” ujar Rivai.

Dr. Taufiq juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah berkembang, termasuk prestasi Kelurahan Mentaos yang meraih penghargaan nasional.

Menurutnya, dukungan sistematis pemerintah daerah terhadap inovasi RT dapat menciptakan persaingan sehat antar wilayah dalam membangun kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga.

Sister Village RT dan Keselamatan Publik

Selain penguatan lingkungan, dalam kunjungan tersebut juga mengemuka gagasan pembentukan program Sister Village RT bersama Jasa Raharja. Program ini bertujuan membangun budaya keselamatan lalu lintas dan meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan bermotor berbasis komunitas. Model ini diharapkan menjadi prototipe nasional apabila berhasil diimplementasikan secara konsisten.

Komitmen Mandiri dan Transparansi

Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen pribadi berbagi praktik baik antar daerah dan dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Pemberitahuan kegiatan juga telah disampaikan kepada atasan sebagai bentuk transparansi.

RT dan Wajah Baru Kepemimpinan Sosial

Kunjungan ini juga mendapat perhatian media lokal yang melihat penguatan RT sebagai representasi wajah baru kepemimpinan sosial berbasis komunitas. Model RT yang mengintegrasikan lingkungan, ekonomi warga, dan keselamatan publik dinilai mencerminkan transformasi peran RT dari administratif menjadi strategis.

Menurut Dr. Taufiq, perubahan ini bukan soal figur, melainkan perubahan paradigma.

“RT tidak lagi sekadar menyelesaikan administrasi warga. RT adalah ruang pembelajaran sosial, ruang inovasi, dan ruang gotong royong modern.”

Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan tata kelola kota yang lebih partisipatif dan responsif terhadap krisis lingkungan serta tantangan sosial.

Kunjungan ke Kalimantan Selatan menegaskan bahwa solusi atas persoalan kota tidak selalu harus dimulai dari kebijakan pusat, melainkan dari desain sosial yang kuat di tingkat RT.

“RT bukan sekadar pengurus lingkungan. RT adalah pondasi sosial Indonesia. Jika RT didesain sebagai pusat inovasi dan diberi dukungan sistemik, maka krisis bisa berubah menjadi lompatan kemajuan,” tutup Dr. Taufiq.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner