Kondisi Gunung Semeru Sepekan Terakhir: Erupsi sampai 4 Kali, Warga Diminta Patuhi Zona Bahaya

17 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami rentetan erupsi sebanyak empat kali berturut-turut hingga Jumat pagi. Tinggi kolom abu yang dihasilkan mencapai puncaknya di angka 1.200 meter, menyelimuti langit di perbatasan Lumajang dan Malang dengan warna kelabu pekat.

Sigit Rian Alfian, petugas pengamat di lokasi, mengonfirmasi bahwa kolom abu yang dimuntahkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.

"Secara visual, arah sebaran abu cenderung dominan ke arah barat dan barat daya," jelasnya Jumat (3/4/2026).

Status Siaga

​Saat ini, Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga. Mengingat frekuensi erupsi yang intens, pihak otoritas mengeluarkan peringatan keras bagi warga maupun wisatawan untuk mematuhi zona bahaya.

Di sektor tenggara atau Besuk Kobokan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 13 km dari puncak. Sedangkan di semadan sungai jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan untuk menghindari perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.

"Di Radius kawah juga harus steril dari aktivitas manusia dalam radius 5 km dari puncak untuk menghindari risiko lontaran batu pijar," tambahnya.

Waspada Aman Panas dan Lahar Dingin

​Selain ancaman erupsi langsung, masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana sekunder berupa awan panas dan lahar dingin. Fokus kewaspadaan terletak pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, di antaranya ​Besuk Kobokan dan Besuk Bang, ​Besuk Kembar & Besuk Sat ​Anak sungai kecil di sekitar wilayah terdampak.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas BPBD setempat dan tidak terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas vulkanik Semeru.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner