Serangan Umum 1 Maret 1949: Kisah Rumah Kepala Dukuh Jadi Markas TB Simatupang Nyaris Hancur Dibom Belanda

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga mendiang Karyo Utomo berharap Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dapat membeli rumah warisan yang kini sudah tidak lagi dihuni, guna menjaga nilai sejarah yang melekat di dalamnya agar tidak hilang. Rumah ini sempat menjadi sasaran pengemboman militer Belanda, namun gagal karena lokasinya tidak diketahui.

Rumah yang berada di Banaran, Dusun Kaliwunglon, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Dari lokasi tersebut, keberhasilan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang sempat menduduki Ibu Kota Indonesia di Yogyakarta selama enam jam berhasil disiarkan ke dunia internasional.

Bangunan ini juga menjadi titik singgah pertama dalam kegiatan Napak Tilas Persandian bertema 'Jejak Sandi, Pilar Siber Mengabdi untuk Negeri' yang diselenggarakan BSSN pada Selasa (31/3/2026). Untuk mencapai lokasi, peserta harus mendaki perbukitan sejauh kurang lebih 4,8 kilometer.

Pada masa perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II tahun 1948, rumah tersebut pernah digunakan oleh TB Simatupang selaku Wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) sebagai Markas Besar Komando Jawa.

“Menurut cerita almarhum bapak, TB Simatupang tinggal di sini selama enam bulan. Bapak saat itu menjabat sebagai kepala dukuh, sehingga rumah ini digunakan sebagai markas,” ujar Sri Sudarsilah, anak kelima Karyo Utomo.

Sri yang lahir pada 1959 menjelaskan, rumah tersebut merupakan kediaman keluarga besarnya. Saat digunakan sebagai markas, ibunya tinggal di bagian sisi kanan bangunan utama. Ia juga menuturkan, atas permintaan ayahnya, warga sekitar turut menyumbangkan hasil panen untuk mendukung perjuangan melawan Belanda.

Ia menggambarkan, pada masa itu kawasan tersebut masih ramai dengan permukiman, meski aksesnya sulit dijangkau. Namun kini, wilayah tersebut menjadi sepi karena banyak warga yang telah berpindah tempat tinggal, termasuk dirinya dan saudara-saudaranya yang kini menetap di luar daerah.

Salah satu kisah heroik yang dikenang adalah upaya pengeboman oleh militer Belanda yang sempat menyasar wilayah tersebut. Namun serangan itu keliru dan justru jatuh di lokasi lain yang memiliki nama serupa di wilayah Gunungkidul, serta di daerah Clumprit, Desa Gerbosari, Samigaluh.

“Kalau dulu bomnya tepat jatuh di sini, mungkin rumah ini sudah tidak ada dan kemungkinan saya tidak akan lahir,” ujarnya.

Dengan kondisi rumah yang kini kosong, Sri mewakili keluarga besar berharap BSSN dapat membeli dan mengelola bangunan tersebut menjadi museum, seperti rumah sandi yang berada di Dusun Dukuh, Desa Purwoharjo, Samigaluh.

“Keinginan kami disambut baik Kepala BSSN dan diminta untuk mengirimkan dokumen terkait kepemilikan yang masih atas nama almarhum bapak. Kami semua merelakan, karena tidak ingin nilai sejarah rumah ini hilang,” kata Sri.

Ia juga mengenang, setelah enam bulan tinggal di sana, TB Simatupang baru kembali mengunjungi rumah tersebut pada era 1980-an. Kedatangannya disambut antusias warga, bahkan ayahnya yang wafat pada 2002 menyembelih kambing sebagai bentuk penghormatan.

Sementara itu, Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi menyatakan pihaknya menyambut baik harapan keluarga tersebut. Namun, proses realisasi masih memerlukan koordinasi dengan sejumlah lembaga negara terkait.

“Tentu kita ingin melestarikan dan menjadikan rumah ini sebagai situs perjuangan bangsa. Ini menjadi bukti bagaimana perjuangan membangun negara dilakukan dengan pengorbanan besar,” ujarnya.

Kegiatan Napak Tilas Persandian ini digelar BSSN dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 yang jatuh pada 4 April mendatang. Sebanyak 161 peserta mengikuti penelusuran rute pengiriman dokumen dan sandi militer, sebagai upaya merefleksikan perjalanan panjang persandian sekaligus menegaskan perannya dalam menjaga keamanan siber nasional.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner