Cerita Pengusaha Muda Makassar, Bangun Bisnis Fesyen dari Toko Kecil hingga Ribuan Pesanan Online

6 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas di sebuah rumah di Jalan Cokonori tampak tak pernah sepi. Paket-paket disusun rapi, sementara kurir datang silih berganti untuk menjemput pesanan. Dari tempat sederhana inilah Cambridge Warehouse, brand fesyen lokal asal Makassar, tumbuh pesat dengan capaian lebih dari 9.000 pengiriman sejak 2023.

Di balik usaha tersebut, ada Muhammad Hisran Rafii, pelaku UMKM yang telah merintis bisnisnya sejak 2012. Ia sempat merasakan masa kejayaan distro—ketika penjualan dilakukan secara langsung dan mengandalkan kunjungan pelanggan ke toko fisik. Namun, perubahan perilaku konsumen mendorongnya beradaptasi.

Peralihan ke sistem digital pun menjadi titik balik usaha yang dirintis oleh Hisran, termasuk dengan memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee.

“Perubahan perilaku konsumen membuat penjualan lebih praktis. Sekarang pembeli cukup pesan secara online tanpa harus datang langsung,” ujarnya.

Sejak fokus pada penjualan online pada 2023, perkembangan usahanya melonjak signifikan.

“Setelah hadir di Shopee, penjualan naik hingga 100 persen dan juga membantu mengurangi biaya tambahan seperti untuk sewa tempat,” lanjut Hisran.

Dampaknya terlihat jelas pada kapasitas produksi. Jika sebelumnya setiap desain hanya diproduksi sekitar 40 lembar untuk penjualan offline, kini meningkat hingga 180 lembar per desain seiring tingginya permintaan pasar. Lonjakan juga terjadi pada transaksi harian.

“Pemesanan instan di Shopee rekornya pernah sampai 30 orderan sehari,” jelasnya.

Pada momen tertentu seperti menjelang Lebaran, permintaan bahkan bisa mencapai hingga 60 lembar dalam satu periode produksi.

Tak hanya menjangkau pasar lokal, produk Cambridge Warehouse kini telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Ambon hingga Papua. Bahkan, salah satu produknya pernah menembus pasar internasional hingga Meksiko—menjadi bukti terbukanya peluang pasar tanpa batas melalui kanal digital.

Dalam operasional harian, aktivitas pengiriman tergolong tinggi. Hisran menyebut, dalam satu waktu bisa ada hingga puluhan kurir yang datang mengambil paket pesanan.

“Bisa sampai 20 kurir ambil paket,” katanya.

Di tengah pertumbuhan tersebut, strategi bisnis tetap menjadi kunci. Hisran secara konsisten menghadirkan desain baru setiap bulan dengan mengikuti tren yang berkembang di media sosial, khususnya di kalangan anak muda.

“Untuk desain, kita melihat pangsa pasar terbaru dan tren di media sosial. Produksi sekarang lebih fokus pada jargon baru dan desain yang mengikuti perkembangan anak muda,” ujarnya.

Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari baju, hoodie, celana, sandal, tas hingga topi, dengan rentang harga sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Dari sisi operasional, Hisran menerapkan sistem produksi di Bandung, sementara pemasaran dan distribusi tetap berbasis di Makassar. Pola ini dinilai lebih efisien sekaligus menjaga kualitas produk, meski sebagian bahan masih didatangkan dari luar daerah.

Perjalanan bisnis ini tentu tidak lepas dari tantangan. Di awal merintis, Hisran harus menangani seluruh proses sendiri, mulai dari produksi hingga pengemasan. Kendala distribusi juga sempat menjadi hambatan, terutama terkait waktu pengiriman ke luar daerah.

Kini, ia telah dibantu dua karyawan untuk mengelola operasional harian. Meski begitu, Hisran tetap terlibat langsung dalam proses pengecekan kualitas hingga pengemasan produk.

Menurutnya, kehadiran platform seperti Shopee tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga membantu membangun kepercayaan pelanggan melalui sistem penilaian dan ulasan.

“Pangsanya luas, jadi sangat memudahkan. Penjualan naik, dan rate juga membantu menjaga kepercayaan pelanggan,” ungkapnya.

Ke depan, Hisran berencana terus mengembangkan strategi digital, termasuk memanfaatkan fitur interaktif untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Hisran pun optimistis tren belanja online masih akan terus tumbuh.

“Transformasi digital menjadi kunci utama bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner