Pedagang Tercekik Harga Plastik

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Harga plastik di Indonesia mulai mengalami kenaikan imbas ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang belum juga mereda. Kondisi itu mulai dikeluhkan pedagang pasar tradisional.

Seperti di Kota Bandar Lampung. Harga plastik meroket hingga 50 persen hingga membuat para pedagang kelimpungan menyiasati biaya operasional.

Pantauan Liputan6.com di Pasar Tamin, Rabu (8/4/2026), hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan signifikan. Mulai dari plastik kemasan hingga kantong belanja, harga kini naik sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya.

Salah satu pedagang plastik, Nazarudin, mengungkapkan kenaikan harga sebenarnya sudah terasa sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026. Namun, lonjakan menjadi lebih tajam setelah Lebaran.

“Rata-rata naik 40 sampai 50 persen, bahkan ada yang naik bertahap hampir setiap hari,” ujar Nazarudin.

Harga Plastik yang Paling Naik Tajam

Nazaruddin menyebut jenis plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) mengalami kenaikan cukup tinggi. Plastik PE untuk kebutuhan rumah tangga disebut menjadi yang paling terdampak, dengan kenaikan hingga 50 persen. Sementara plastik PP, seperti untuk bungkus kerupuk, naik sekitar 40 persen.

“Untuk beberapa jenis, kenaikannya bisa Rp5.000 sampai Rp10.000 per item,” sebutnya.

Menurut Nazarudin, lonjakan harga ini dipicu naiknya harga bahan baku plastik yang berasal dari minyak mentah.

Informasi tersebut ia peroleh dari distributor, yang menyebut kondisi geopolitik global sebagai salah satu pemicunya.

“Karena bahan bakunya dari minyak mentah, jadi ikut naik. Sekarang situasi dunia juga lagi panas,” jelasnya.

Pembelian Plastik Menurun

Meski harga melonjak, permintaan plastik di pasar masih tergolong stabil. Namun, terjadi perubahan pola belanja dari konsumen yang kini mulai mengurangi jumlah pembelian.

“Biasanya beli lima, sekarang jadi tiga atau empat. Ada pengurangan, tapi tetap dibeli,” katanya.

Keluhan serupa juga datang dari pedagang lain. Aminah, penjual cabai di Pasar Tamin, mengaku harus memutar otak agar tidak merugi akibat kenaikan harga plastik.

Ia kini mulai menghemat penggunaan plastik dengan menyarankan pembeli membawa kantong sendiri. Jika tidak, ukuran plastik diperkecil atau digabung.

“Sekarang lebih hemat plastik. Kadang pembeli juga disarankan bawa kantong sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Aminah juga menyesuaikan harga jual secara bertahap guna menutup biaya tambahan.

“Kalau tidak disiasati bisa rugi, jadi kita naikkan pelan-pelan atau tekan penggunaan plastik,” tandasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner