Komisaris Pertamina Hasan Nasbi Ungkap Isi Pertemuan dengan Jokowi

11 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Rabu (25/3/2026). Usai pertemuan, Hasan Nasbi memberikan pernyataan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri masih stabil, meski harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat dinamika geopolitik global.

Hasan menjelaskan bahwa kunjungannya lebih dalam suasana silaturahmi Lebaran. Ia mengaku kebetulan berada di Solo untuk menghadiri sebuah kegiatan sebelum akhirnya mendapat kesempatan bertemu Jokowi.

"Momen Lebaran hari ini. Kebetulan lagi ada acara di Solo bersama teman-teman. Dan baru dapat jadwal hari ini (ketemu Jokowi). Baru kemarin beliau (Jokowi) pulang Solo," kata Hasan, Rabu (25/3/2026).

Hasan juga mengungkapkan bahwa banyak pihak yang ingin bersilaturahmi dengan Jokowi sehingga dirinya merasa beruntung mendapatkan kesempatan tersebut. “Kayaknya ada ribuan yang ngantri buat buat silaturahmi sama beliau. Alhamdulillah dapat kesempatan juga,” ujar dia.

Dalam pertemuan itu, Hasan menyebut tidak ada pembahasan khusus. Percakapan yang terjadi disebutnya hanya dialog ringan. Meski demikian, ia turut menyampaikan kesiapan pemerintah dan Pertamina dalam mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

"Ya, kalau dari antisipasi pemerintah sudah. Kalau kita (Pertamina) kan pelaksana. Dari pemerintah arahnya sudah antisipasi jauh-jauh hari, pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa pun," beber Hasan.

Terkait pasokan energi, Hasan menyebut Pertamina terus berupaya mencari sumber alternatif untuk memastikan distribusi tetap aman, termasuk mencari pasokan dari luar jalur Selat Hormuz yang saat ini menjadi perhatian akibat situasi geopolitik.

"Jadi kita tentu kalau dari sisi pasokan mencari sebanyak mungkin sumber-sumber yang tidak tertahan di Selat Hormuz kan. Ada sumber-sumber dari tempat lain kan dari Afrika ada, dari Amerika ada. Dan sejauh ini stok cadangan kami terus diperbarui," ucap dia.

Ia juga memastikan hingga saat ini belum ada kenaikan harga BBM di dalam negeri, meskipun harga minyak global mengalami peningkatan. Menurutnya, kebijakan harga tetap mengikuti keputusan pemerintah.

"Kita terus diperbarui sehingga kebutuhan dan masyarakat tetap bisa dipenuhi oleh Pertamina. Kita tidak akan ada kenaikan harga. Sampai hari ini tidak ada kenaikan harga. Ya, kalau di pasar dunia ini ada kenaikan harga, tapi di dalam negeri kan pemerintah sampai sejauh ini tidak ada kebijakan untuk menaikkan harga,” ujarnya.

Terkait ketahanan stok, Hasan menyebut cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman dengan estimasi ketersediaan sekitar 20 hari dan terus diperbarui secara berkala. Ia menyebut pemerintah juga telah membahas sejumlah langkah penyesuaian untuk mendorong efisiensi konsumsi energi, namun masyarakat diminta tidak perlu khawatir.

"Tapi jangan panik. Ya. Sampai hari ini kan baik-baik saja kan tidak usah panik. Insha Allah perintahkan usahakan yang terbaik," jelasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner