Cerita Asis Penjual Ikan Keliling, Konsisten Nabung Rp30 Ribu Sehari Demi Berangkat Haji

22 hours ago 7

Liputan6.com, Makassar - Matahari belum terik, Asis Deng Lipung sudah berada di jalan. Ia mengayuh sepeda tuanya, berkeliling dari kampung ke kampung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk menjual ikan segar. Rutinitas itu ia jalani bertahun-tahun, dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari.

Dari penghasilan itu, Asis harus mencukupi kebutuhan rumah tangga dan membiayai pendidikan dua anaknya. Tidak banyak yang tersisa. Tapi di tengah keterbatasan itu, ia tetap menyisihkan sebagian uangnya untuk satu tujuan yakni menunaikan rukuk Islam yang kelima, berangkat haji.

Ia menabung Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari. Jumlahnya memang kecil, tapi dilakukan terus-menerus. Tidak selalu mudah, apalagi saat penghasilan sedang turun. Namun Asis tetap konsisten.

Lima tahun berjalan, tabungannya akhirnya cukup. Hingga akhirnya lada 2010, ia mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Ia juga mendaftarkan istri dan mertuanya.

"Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha," ujar Asis.

Setelah mendaftar, perjalanan belum selesai. Ia masih harus menunggu bertahun-tahun. Hingga akhirnya, tahun ini namanya masuk dalam daftar calon jemaah haji yang akan diberangkatkan.

Namun, ujian belum berakhir. Asis sempat kebingungan karena biaya pelunasan belum siap, uangnya belum cukup. Ia juga harus menyelesaikan tunggakan dalam prosesnya. Meski begitu, ia tidak menyerah. Perlahan, semua kendala itu bisa ia atasi.

Sabtu, 25 April 2026 pagi pukul 08.00 Wita, Asis tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar. Kali ini bukan untuk berjualan, tapi sebagai calon jemaah haji. Ia dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada pukul 20.20 Wita.

Asis tergabung dalam kloter 7 bersama ratusan jemaah dari Gowa. Jumlahnya 387 orang.

Penantian panjang Asis akhirnya terbayar. Dari hasil jualan ikan keliling, dari uang kecil yang ia sisihkan setiap hari, ia bisa mewujudkan mimpinya. Kisah Asis sederhana, tapi jelas: dengan niat kuat dan usaha yang terus dijaga, hal yang terasa jauh pun bisa jadi nyata.

"Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026," jelas Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner