Kapal Honour 25 Dibajak di Somalia, Istri Nakhoda Beberkan Detik-Detik Mencekam

1 day ago 6

Liputan6.com, Makassar - Seorang kapten kapal asal Indonesia, Ashari Samadikun (33), dilaporkan menjadi korban pembajakan di perairan Somalia saat menjalankan tugasnya. Ia merupakan kapten dari kapal tanker Honour 25 yang tengah berlayar di rute menuju wilayah tersebut.

Kabar pembajakan itu pertama kali diterima oleh sang istri, Santi Sanaya (26), melalui pesan suara yang dikirim langsung oleh korban.

Santi menuturkan, komunikasi terakhir yang normal dengan suaminya terjadi pada Selasa malam, 21 April, sekitar pukul 19.30 Wita. Saat itu, Ashari mengirimkan voice note yang mengabarkan bahwa kapal tanker yang ia nahkodai diserang oleh bajak laut.

"Suami saya kirim voice note, bilang kalau kapalnya diserang bajak laut. Di saat itu juga saya langsung coba hubungi kembali, HP-nya masih aktif tapi sudah tidak dibalas," ungkap Santi di Makassar, Sabtu (25/4/2026).

Beberapa jam setelahnya, komunikasi pun terputus total. Santi mengaku tidak bisa lagi menghubungi suaminya hingga akhirnya mendapat kesempatan berkomunikasi kembali melalui video call menggunakan fasilitas dari kapal pada Jumat (24/4/2026) malam.

Dalam video call tersebut, Santi melihat langsung kondisi suaminya yang berada di bawah pengawasan para perompak. Meski tidak dalam kondisi disekap secara fisik, Ashari terlihat dikelilingi oleh para pelaku yang membawa senjata.

"Tidak seperti disekap, tapi memang dikelilingi perompak. Senjata juga ada di sekitar mereka. Alhamdulillah kondisi suami saya sehat," jelasnya.

Menurut Santi, para perompak sejauh ini memperlakukan kru dengan cukup baik. Namun ia mengkhawatirkan situasi yang sewaktu-waktu bisa berubah dan berdampak pada keselamatan seluruh awak kapal.

"Situasinya bisa berubah-ubah. Kalau mereka merasa terancam, itu bisa mempengaruhi keselamatan kru," tambahnya.

Kapal tanker Honour 25 yang dinakhodai Ashari diketahui tengah berlayar menuju Somalia, wilayah yang memang dikenal rawan aksi pembajakan laut.

Atas kejadian ini, Santi berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak perusahaan agar segera mengambil langkah penyelamatan.

"Saya berharap pemerintah dan perusahaan bisa segera menyelesaikan masalah ini, dan semua kru bisa pulang dengan selamat tanpa kurang satu apa pun," harapnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner