Foto-foto Ponpes di Mesuji Lampung Setelah Dibakar Massa Karena Dugaan Pimpinan Cabul

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung sudah mulai kondusif setelah Jumat malam dibakar massa. Massa mengamuk setelah mendengar kabar dugaan tindak pidana yang dilakukan salah satu pimpinan ponpes.

Peristiwa pembakaran tersebut terjadi pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Massa membakar sejumlah bangunan pondok pesantren hingga api berkobar besar. 

Petugas kepolisian dari Polres Mesuji masih berjaga di lokasi kejadian guna memastikan situasi tetap kondusif. Sejumlah titik bangunan pondok pesantren juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Kerangka Bangunan jadi Arang

Beberapa bangunan terlihat hanya menyisakan kerangka setelah dibakar massa. Selain itu, hampir seluruh kaca jendela di lokasi kejadian pecah akibat aksi perusakan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan situasi keamanan di lokasi saat ini terus dipantau aparat kepolisian.

“Alhamdulillah situasinya masih kondusif. Kami mengimbau masyarakat mempercayakan seluruh penanganan kepada aparat kepolisian,” kata Yuni, Minggu (11/5/2026).

Menurut dia, jajaran Polres Mesuji terus berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk memastikan situasi tetap aman usai insiden pembakaran tersebut.

“Kejadiannya pada hari Jumat sekitar pukul 00.00 WIB. Api sudah dipadamkan oleh Damkar dan situasi saat ini aman,” ujarnya.

Polisi Pasang Garis Polisi

Polisi juga telah mengamankan satu orang berinisial A terkait kasus tersebut. Selain itu, aparat turut menyita barang bukti berupa dua unit kendaraan, salah satunya sepeda motor.

“Betul ada satu orang yang sudah diamankan. Barang bukti juga ada dua, salah satunya kendaraan roda dua,” jelasnya.

Yuni mengungkapkan, aksi pembakaran ponpes itu dipicu dugaan tindak pidana yang dilakukan salah seorang pimpinan pondok pesantren. Namun polisi masih mendalami motif dan peran pihak-pihak yang terlibat.

“Pembakaran itu dipicu adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan salah seorang pimpinan pondok pesantren di sana. Tapi semuanya masih didalami,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa akibat aksi pembakaran tersebut. Polisi memastikan kasus itu menjadi perhatian khusus Kapolda Lampung guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner