Kondisi Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Arus Kendaraan Menuju Jakarta Melonjak 186 Persen

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Volume kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung, ruas jalan Tol Batang–Semarang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kondisi lalu lintas normal. PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) membeberkan, periode H-10 sampai H+4 Idulfitri atau dari tanggal 11 hingga 25 Maret 2026, kendaraan meninggalkan Semarang tercatat 217.055, naik 186,61 persen dari situasi normal 75.733 kendaraan.

Sementara itu, periode yang sama, kendaraan menuju Semarang tercatat 109.523 kendaraan, naik 44,23 persen dari kondisi normal 75.934 kendaraan.

Selama masa arus mudik Lebaran, pemudik dapat menikmati potongan tarif tol yang berlaku untuk seluruh transaksi di gerbang tol yang dikelola PT JSB mulai 12 Maret 2026 pukul 05.00 WIB hingga 31 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Potongan Tarif hingga 46 persen pada arus mudik Berlaku 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama hingga Gerbang Tol Kalikangkung.

Potongan Tarif hingga 46 persen pada arus balik berlaku 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Gerbang Tol Cikampek Utama.

Sementara itu, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan yang melintas di ruas Tol Solo-Ngawi selama periode arus mudik dan balik Idulfitri, yaitu pada H-10 hingga H+5 (11 Maret sampai 26 Maret 2026).

Secara keseluruhan, volume kendaraan yang melintas melalui tujuh gerbang tol yang dikelola oleh PT JSN yaitu GT Bandara Adi Soemarmo, GT Ngemplak, GT Gondangrejo, GT Karanganyar, GT Sragen, GT Sragen Timur, dan GT Ngawi pada perode tersebut tercatat sebanyak 1.077.335 kendaraan atau rata-rata 67.333 kendaraan per hari.

Peningkatan volume lalu lintas ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, baik untuk keperluan mudik maupun arus balik, dengan dominasi kendaraan pribadi.

“Gerbang tol tidak hanya berfungsi sebagai akses keluar masuk kendaraan, tetapi juga menjadi titik krusial dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik, khususnya pada momen dengan tingkat pergerakan tinggi seperti Lebaran. Selain itu, keberadaan ruas tol Solo-Ngawi juga berkontribusi dalam membuka akses menuju berbagai destinasi pariwisata unggulan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,” ujar Direktur Utama PT JSN Mery Natacha Panjaitan.

Adapun peningkatan volume lalu lintas masing-masing gerbang tol pada periode H-10 hingga H+5 Lebaran baik yang masuk maupun keluar melalui GT jika dibandingkan dengan periode normal yakni sebagai berikut:

1. GT Bandara Adi Soemarmo mengalami peningkatan sejumlah 24.096 kendaraan, naik sebesar 40,4 persen atau rata-rata 1.506 kendaraan per hari.

2. GT Ngemplak mengalami peningkatan sejumlah 59.301 kendaraan, naik sebesar 33,5 persen atau rata-rata 3.706 kendaraan per hari.

3. GT Gondangrejo mengalami peningkatan sejumlah 38.067 kendaraan, naik sebesar 40,9 persen atau rata-rata 2.379 kendaraan per hari.

4. GT Karanganyar mengalami peningkatan sejumlah 72.155 kendaraan, naik sebesar 47,1 persen atau rata-rata 4.510 kendaraan per hari.

5. GT Sragen mengalami peningkatan sejumlah 53.237 kendaraan, naik sebesar 58,9 persen atau rata-rata 3.327 kendaraan per hari.

6. GT Sragen Timur mengalami peningkatan sejumlah 37.431 kendaraan, naik sebesar 79,0 persen atau rata-rata 2.339 kendaraan per hari.

7. GT Ngawi mengalami peningkatan sejumlah 85.287 kendaraan, naik sebesar 97,6 persen atau rata-rata 5.330 kendaraan per hari.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner