Selundupkan Bahan Dasar Ekstasi, WN China Diduga akan Bikin Pabrik di Indonesia

9 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - WN China berinisial CJ (39), penyelundup MDMA bahan dasar ekstasi diduga bekerja sama dengan seseorang di Indonesia untuk membuat narkoba skala home industri.

"Ya, sangat mungkin. Tidak menutup kemungkinan, karena dilihat dari besarnya atau jumlah MDMA itu kurang lebih hampir 2 kg. Dan ini juga mempunyai potensi akan adanya pabrik di wilayah Indonesia," kata Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana, Jumat (27/3/2026).

Polisi menilai cara CJ membawa narkotika ke Indonesia merupakan salah satu modus baru. Dia tidak membawa butiran ekstasi yang kemungkinan besar akan diketahui oleh petugas bandara, melainkan membawa bahan dasarnya, sehingga dianggap bisa mengelabui petugas.

"Kalau mereka memasukkan di dinding koper itu dalam bentuk butiran, itu akan lebih mudah terdeteksi. Sehingga kalau dibuat masih bubuk, menurut mereka mungkin akan lebih sulit. Tadi Teman-teman lihat itu ditutupi dengan aluminium foil seperti itu ya, pasti tujuannya adalah menghindari deteksi salah satunya dari X-ray yang dimiliki oleh petugas. Jadi sangat mungkin akan dicetak di Indonesia," tuturnya.

Atas barang bukti berupa 1.195 gram MDMA itu, diperkirakan bisa digunakan sebanyak 9.575 kali. Atau bisa menyelamatkan 3.192 jiwa.

Sementara, bukan hanya berhasil mengamankan percobaan penyelundupan bubuk MDMA, dalam operasi tersebut juga Polres dan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengamankan usaha penyelundupan pods catridge vape mengandung etomidate asal Malaysia ditujukan ke Kemayoran.

"Bentuknya paket kiriman, dalam keterangannya itu mainan lego, ternyata berisi 8 pods etomidate," ujarnya.

Saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti telah diserahkan di Satnarkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta, untuk pengembangan lebih lanjut.

"Sampai saat ini untuk kedua tersangka, baik itu di kasus MDMA maupun di etomidate, itu sudah dilakukan penahanan di Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian kami juga sudah menetapkan dua DPO, dari satu di kasus MDMA dan satu di kasus etomidate, dan sampai sekarang masih dalam pengembangan. Kami akan berupaya maksimal untuk melakukan pengembangan sampai dengan ke atas," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner