Petugas Haji dari Semarang Diminta Amanah, Bukan Cuma Fokus Ibadah Sendiri

4 hours ago 4

Liputan6.com, Semarang - Usai dibimbing semi militer selama 30 hari, sebanyak 63 ASN di lingkup Pemkot Semarang akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci sebagai petugas haji. Yang menarik, dari jumlah tersebut, sebanyak 29 di antaranya merupakan guru dan kepala sekolah. Sisanya adalah tenaga medis dan dari berbagai unsur lainnya.

Terkait pemberangkatan petugas haji dari Semarang itu, Wali Kota Semarang Agustina menyebut, pemberangkatan petugas haji menjadi penting sebagai ujung tombak pelayanan jemaah.

"Ini amanat yang berat tapi mulia. Jadilah wajah pemerintah yang memberikan pelayanan terbaik, jaga kesehatan jemaah, dan utamakan keselamatan. Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen,” ujar Agustina.

Para ASN yang diberangkatkan terdiri dari berbagai unsur penting dalam penyelenggaraan haji, seperti Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Pesan ini tak main-main, saat membuka Pembekalan/Bimbingan Teknis Pendamping Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah 2026, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan berdasarkan evaluasi dari penyelenggaraan haji sebelumnya, masih terdapat keluhan jemaah mengenai petugas yang kurang amanah.

Beberapa petugas dinilai terlalu fokus menjalankan ibadah haji untuk dirinya sendiri. Sehingga tugas utama melayani jemaah justru terabaikan.

"Keluhan jemaah sebelum-sebelumnya itu petugas haji kurang amanah. Jadi jemaah banyak terabaikan. Momentum ini kami berpesan lebih awal, ikrarnya adalah menjadi petugas haji," tegas Sumarno.

Ia menambahkan, kesempatan beribadah haji bagi para petugas seharusnya dipandang sebagai bonus atau nilai tambah, bukan tujuan utama keberangkatan. Sumarno mewanti-wanti agar prioritas ini tidak tertukar.

"Kalau dibalik lebih mengutamakan ibadah pribadi, amanahnya tidak jalan. Insyaallah tidak akan dapat pahala apa-apa, padahal sudah capek secara fisik. Saya berpesan, pegang teguh dua hal, Ikhlas dan Amanah," imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menekankan pentingnya integrasi antarpetugas.

Menurutnya, keberadaan PHD merupakan representasi kehadiran negara untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi 34.122 jemaah haji reguler asal Jawa Tengah.

"Kami ingin petugas kloter dan petugas daerah sudah terintegrasi bahkan sebelum jemaah masuk asrama. Kolaborasi ini sangat penting agar perlindungan jemaah bisa lebih maksimal," ujar Fitriyanto.

Sebagai informasi, dari 180 PHD yang mengikuti pembekalan, 86 orang merupakan petugas layanan kesehatan dan 94 orang petugas layanan umum.

Mereka akan mulai mengawal keberangkatan Kloter 1 yang dijadwalkan memasuki Asrama Haji Donohudan pada 21 April 2026.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner