2 Joki UTBK Tertangkap Basah Saat Beraksi di Fakultas Kedokteran Unsulbar

6 hours ago 4

Liputan6.com, Majene - Upaya kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Sulawesi Barat berhasil digagalkan panitia. Dua perempuan yang diduga bagian dari jaringan perjokian diamankan saat hendak mengikuti ujian dengan target program studi bergengsi yaitu Fakultas Kedokteran.

Kasus ini terungkap pada hari pertama pelaksanaan UTBK, Selasa (21/4/2026). Kecurigaan bermula dari hasil pemeriksaan awal menggunakan metal detector di pintu masuk ruang ujian. Alat tersebut mendeteksi adanya benda mencurigakan di tubuh peserta, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penggeledahan lebih mendalam.

Pelaksana Tugas Wakil Rektor I Unsulbar, Tasrif Surungan, mengungkapkan bahwa panitia menemukan perangkat komunikasi tersembunyi berupa alat bantu dengar berukuran kecil yang terhubung dengan ponsel. Meski tampak seperti perangkat lawas, alat tersebut telah dimodifikasi dengan teknologi tertentu.

"Perangkatnya sederhana, seperti handphone jadul, tetapi sudah dimodifikasi dan terhubung dengan headset kecil di telinga. Ini memungkinkan peserta menerima jawaban dari luar selama ujian berlangsung," ujar Tasrif, Rabu (22/4/2026).

Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik perjokian terorganisir. Tasrif menyebut, kasus serupa hampir selalu menyasar peserta yang memilih jurusan kedokteran, yang dikenal memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi.

"Kalau kami lihat dari berbagai kasus, sekitar 99 persen memang mengarah ke pilihan kedokteran," jelasnya.

Selain itu, panitia juga mencium kejanggalan pada identitas yang digunakan kedua peserta. Kartu tanda penduduk (KTP) yang mereka tunjukkan tercatat baru diterbitkan pada April 2026, sehingga diduga kuat bukan milik asli yang bersangkutan.

Setelah diamankan, kedua perempuan tersebut langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kampus pun mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan sindikat di balik praktik kecurangan ini.

"Kami berharap kasus ini bisa dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas," pungkas Tasrif.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner