UTBK 2026 Hari Pertama di Unesa Diwarnai Praktik Perjokian Pemalsuan Dokumen, Satu Orang Diamankan

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Praktik curang terendus dari pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) - Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Panitia menemukan adanya praktik perjokian yang melibatkan pemalsuan dokumen. Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi menyampaikan, sejak awal panitia memang mengantisipasi segala potensi kecurangan khusus pada pelaksanaan ujian untuk program studi kedokteran yang erap menjadi titik rawan.

Hasilnya, ada indikasi praktik perjokian yang melibatkan pemalsuan dokumen. Namun, peserta yang bersangkutan tetap mengikuti ujian hingga selesai, sebelum kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan pemalsuan yang dilakukan seperti pada ijazah dan dokumen kependudukan. Untuk memastikan keabsahan ijazah, tim kemudian menghubungi pihak sekolah dan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk memperoleh data pembanding.

Dari hasil penelusuran tersebut, pihak sekolah mengirimkan salinan ijazah asli lengkap dengan identitas dan foto resmi pemiliknya.

"Hasil verifikasi menunjukkan bahwa terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta saat ujian. Namun, ditemukan perbedaan mencolok pada bagian foto, yang mengindikasikan bahwa ijazah yang digunakan dalam ujian bukanlah ijazah asli. Selain itu, identitas kependudukan yang dibawa pelaku juga merupakan dokumen palsu," ujarnya.

Unesa kemudian berkoordinasi dengan panitia pusat UTBK-SNBT serta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam menegakkan prinsip kejujuran, objektivitas, dan keadilan dalam proses seleksi nasional.

“Langkah ini menunjukkan bahwa SOP benar-benar kami jalankan. Kecurangan yang sangat kecil sekalipun dapat kami deteksi. Setelah ujian selesai, kami langsung melakukan pendalaman dan mengamankan yang bersangkutan,” kata Martadi.

Martadi menegaskan bahwa temuan ini justru menjadi indikator positif atas keseriusan panitia dalam menjaga kualitas pelaksanaan UTBK. Dengan sistem pengawasan yang semakin ketat, berbagai potensi kecurangan, bahkan yang sulit terdeteksi secara kasat mata dapat diungkap secara akurat.

“Kami memang sudah memetakan potensi sejak awal. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tes pada program studi tertentu memiliki risiko kecurangan yang lebih tinggi. Karena itu, pengawasan kami perketat dan SOP dijalankan secara lebih rinci,” katanya.

Selain itu, Unesa juga menerapkan berbagai langkah preventif, seperti pemeriksaan ketat terhadap peserta, pembatasan barang bawaan, penggunaan sistem pengamanan tas.

Hingga penyediaan sandal khusus untuk mencegah penyalahgunaan perangkat tersembunyi. Seluruh prosedur ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan jujur dan transparan.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil. Integritas adalah prioritas utama kami dalam menyelenggarakan UTBK ini,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner