Liputan6.com, Jakarta - Suasana UC UGM pada 30 April 2025 tampak ramai dengan berbagai kegiatan yang berlangsung. Sejumlah acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa maupun masyarakat umum, salah satunya Elis Kumara Djati. Meski telah berusia 58 tahun, Elis tetap memiliki semangat belajar yang tinggi dan selalu antusias menambah wawasan baru.
Elis Kumara Djati merupakan pemilik UMKM Omah Ecoprint. Ecoprint adalah produk kerajinan yang unik dan autentik karena menampilkan keindahan motif alami dari daun dan tanaman pada selembar kain.
Berawal dari membantu usaha milik sepupunya pada 2016, Elis Kumara Djati kemudian memberanikan diri untuk memulai usahanya sendiri pada 2017. Pada tahun yang sama, berbagai produk ecoprint buatannya juga mulai diperkenalkan melalui berbagai pameran.
"Dari 2016, ya itu masih sama sepupu. Terus akhirnya mandiri 2017. 2017 tuh produksi, terus produk saya dibawa teman-teman yang pameran, pameran lokal sini," cerita Elis saat ditemui di sela acara di UC UGM pada Sabtu (30/5/2026).
Setelah hampir satu dekade dirintis, produk ecoprint karya Elis kini semakin dikenal luas. Ia terus berinovasi dengan mengembangkan berbagai produk baru berbasis ecoprint. Bahkan, Elis mengungkapkan keinginannya untuk mulai memproduksi sepatu ecoprint.
"Terus sama sepupu saya tuh ada tas, topi, sepatu, ini saya mau launching sepatu. Tapi sepatunya bukan dari kulit, tapi dari kain ecoprint," ungkap Elis.
Mulai Mengikuti Pameran Secara Mandiri pada 2018
Mengenang masa awal merintis usaha ecoprint, Elis Kumara Djati mengungkapkan bahwa ia mulai mengikuti pameran secara mandiri pada tahun 2018, salah satunya melalui pameran Inacraft. Setelah itu, Elis juga aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran lainnya, seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ), Trade Expo Indonesia (TEI), Jogja Fashion Week, hingga Jogja International Batik Biennale.
Lebih lanjut Elis bercerita bahwa produk Omah Ecoprint juga pernah dipakai oleh presenter acara Cantik-Cantik Bertanya. Cantik-Cantik Bertanya adalah sebuah program acara gelar wicara (talkshow) yang pernah tayang di TVRI Yogyakarta.
"Nah itu produk saya dipake untuk acara cati cantik bertanya juga. Terus ada dipake sama MC-nya," kata Elis mengingat acara tersebut.
Untuk busana yang ditampilkan dalam fashion show, Elis mengombinasikan teknik ecoprint dengan batik khas Bantul. Melalui perpaduan tersebut, ia tidak hanya menampilkan keindahan motif alami hasil ecoprint, tetapi juga menonjolkan unsur budaya lokal melalui sentuhan batik pada setiap produknya yang dikenakan para model.
"Terus kalau untuk Fashion Show saya kombinasi batik bantul, karena dari bantul kan. Terus sama kombinasi lurik," jelas Elis.
Mengawali Perjalanan dengan Belajar Otodidak
Elis merupakan lulusan Jurusan Keuangan Perbankan. Meski memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, ia akhirnya memilih terjun ke bisnis ecoprint. Keputusan tersebut berawal dari kebiasaannya mengunjungi berbagai pameran sejak tahun 2014. Elis kemudian melihat banyak peluang usaha dan mulai terpikir untuk menciptakan serta memasarkan produknya sendiri.
Meski tidak memiliki latar belakang di bidang seni, Elis mempelajari teknik ecoprint secara otodidak. Berawal dari keinginan sederhana untuk memiliki produk buatannya sendiri, ia mulai mengenal proses pemanfaatan daun dan bahan alami lainnya untuk menghasilkan perpaduan warna serta motif yang unik.
"Kita sambil banyak belajar. Ini sama ini jadi timbul warna apa. Jadi ada gradasi yang lain-lain. Disitulah kita mengerti bahwa daun ini dibawahnya daun ini, jadi warna-warna yang baru kan," cerita Elis tentang caranya menemukan warna-warna unik ecoprint.
Menciptakan karya seni tentu memiliki tantangan tersendiri, begitu pula dalam pembuatan produk ecoprint. Elis mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam proses produksi ecoprint terletak pada media atau bahan yang digunakan.
Setiap jenis kain memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memengaruhi proses penyerapan warna dan hasil motif yang dihasilkan.
"Setiap media itu beda hasilnya, itulah tantangannya. Misalnya kain ini ya. Saya nggak tahu ini kainnya dari apa, tapi pasti saya lihat, oh ini katun. Tapi di dalam kartun ini kandungannya apa kan kita nggak ngerti kan. Terus nanti saya pakai yang kain ini, rawis ini pasti hasilnya berbeda kan. Setelah selesai, jadi bagus hasilnya berbeda, itulah surprise-nya disitu," jelas Elis.
Keunikan Produk Omah Ecoprint yang Mendapat Respons Positif
Elis Kumara Djati lebih mengutamakan pesanan dan kerja sama sebagai strategi utama dalam memasarkan produknya. Sementara itu, untuk penjualan secara offline, ia lebih memilih memasarkan produknya melalui berbagai pameran.
"Kalau saya mending pesanan. Pesanan lokal gini kan kerjasama dengan Dharma Wanita, PKK. Kalau misalnya diminta sama bantul, untuk Fashion Show untuk ini, buat baju sekian, mau yang apa," kata Elis.
"Kalau jual beli kalau pameran atau mereka datang rumah," tambahnya.
Produk Omah Ecoprint memiliki keunggulan tersendiri sehingga kerap dipercaya untuk memenuhi pesanan kolektif pada berbagai acara fashion bergengsi. Salah satu keunggulannya terletak pada penggunaan warna alami yang dihasilkan dari daun, sehingga motif dan warna yang muncul lebih beragam.
"Kalau saya itu basic, bukan yang ponding, bukan yang hasilnya hijau sama hitam. Saya benar-benar yang warnanya asli dari daun corak, warna asli dari daun-daun yang saya pakai," kata Elis.
Daun yang menjadi bahan dasar pembuatan produk ecoprint diperoleh Elis dari lingkungan sekitar rumahnya. Ia mengungkapkan bahwa selama ini tidak pernah membeli daun untuk kebutuhan produksi. Sebaliknya, Elis memilih mencari dan mengumpulkannya sendiri dari berbagai tanaman yang ada di sekitarnya.
"Saya benar-benar yang warnanya asli dari daun corak, warna asli dari daun-daun yang saya pakai. Jadi bukan yang pounding, bukan yang ditambahi tunjung. Daun jati, daun janang, daun mangsi, daun ketapang, daun indigo vera (daun yang digunakan oleh Elis untuk produk Omah Ecoprint," jelas Elis.
“Mereka (daun) memang punya warna asli. Saya nggak pakai daun yang lainnya, karena yang saya pelajari itu,” tambahnya.
Buka Kelas Bagi yang Ingin Belajar
Meski telah berusia 58 tahun, Elis tetap aktif dan energik dalam mengembangkan usahanya. Selain memproduksi berbagai produk ecoprint, ia juga membuka kelas bagi yang ingin mempelajari teknik ecoprint.
Menariknya, beberapa peserta yang pernah mengikuti kelasnya bahkan membeli daun dari Elis untuk digunakan sebagai bahan baku produksi ecoprint mereka sendiri. Permintaan tersebut datang dari berbagai daerah, sehingga Elis kerap mengirimkan daun-daun yang dibutuhkan ke berbagai wilayah di Indonesia.
"Nah mereka yang belajar juga kebanyakan beli daun. Karena kalau kayak di Jakarta kan susah cari daun jati ya. Nah itu mereka beli. Saya kirim ke Jakarta itu nggak lewat pos karena yang namanya daun jati itu kan kandungan airnya banyak. Nah itu saya kirim lewat protokol air bandara," jelas Elis.
Berawal dari Modal Rp500 Ribu, Omah Ecoprint Tembus Pasar Internasional
Untuk modal awal, Elis memulai bisnis ecoprint dengan modal sekitar Rp500 ribu. Dari modal tersebut, usahanya kemudian berkembang hingga mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah dalam satu bulan.
"Tapi modalnya itu ya Rp500.000 nggak nyampe," kata Elis.
Produk Omah Ecoprint tidak hanya dipamerkan di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta dan Yogyakarta, tetapi juga pernah ditampilkan di Bandara Turki. Bahkan, sejumlah produknya telah dibeli oleh warga negara asing (WNA) dari berbagai negara saat dipamerkan dalam berbagai pameran di Indonesia.
"Alhamdulillah. Malaysia, Jerman, Turki. Kalau bayar, saya India," kata Elis.
Murid Elis tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Malaysia hingga Jerman. Bahkan, mereka rela datang langsung ke Indonesia untuk belajar ecoprint. Saat berkunjung ke Yogyakarta, para murid tersebut biasanya memprioritaskan kegiatan belajar terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan wisata.
"Makanya murid saya belajar itu seluruh Indonesia, Malaysia, Jerman. Mereka kalau ke Jogja, ke Indonesia, bukan untuk jalan-jalan kayak dulu, tapi mereka edukasi, belajar," jelas Elis.
Alumni BRIncubator Tahun 2025
Omah Ecoprint merupakan UMKM unggulan alumni BRIncubator tahun 2025. Lewat kesempatan ini, Elis mengungkapkan bahwa ia mendapatkan ilmu baru, wawasan, dan jejaring. Menilik dari laman Instagramnya Omah Ecoprint, Elis memang aktif mengikuti berbagai kegiatan untuk menambah teman dan relasi.
"Banyak yang saya dapatkan. Ilmu, wawasan, teman, dan jejaring. Wawasan kita tambah luas dengan ilmu yg kita dapatkan," kata Elis.
BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan intensif yang diselenggarakan oleh Bank BRI bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi digital, serta meningkatkan kualitas produk agar UMKM dapat berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing hingga mampu menembus pasar internasional.
LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengguna
Berdasarkan unggahan Instagram BRI pada 29 April 2026 yang dikutip pada 13 Juni 2026, BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya LinkUMKM.
Hingga April 2026, tercatat sebanyak 16,4 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform LinkUMKM BRI untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usaha mereka.
LinkUMKM menyediakan beragam fasilitas pendukung, mulai dari UMKM Smart, Self Assessment, lebih dari 690 modul pelatihan, komunitas usaha, etalase digital, hingga layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terintegrasi.
Berbagai fitur tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnis, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memperkuat daya saing di pasar.

11 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5322557/original/006714000_1755748849-1000807397.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261304/original/063773700_1781694394-766806.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261214/original/038369100_1781689103-26333.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261231/original/008965100_1781690242-1001369032.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261225/original/026647000_1781689711-Demo_mahasiswa_di_Surabaya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261181/original/054754900_1781688127-IMG-20260617-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261148/original/046694300_1781685840-IMG-20260617-WA0041_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261130/original/021934100_1781683856-1000857162.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370239/original/096295400_1538190133-20180929-Setelah-Gempa-dan-Tsunami-Melanda-Palu-AFP-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261112/original/050119800_1781681409-20260617_095218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260650/original/038398400_1781618153-tjahnom__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261044/original/050295700_1781676569-1001368923.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261003/original/086719700_1781672452-KPK_sita_aset_milik_Bupati_Pekalongan_nonaktif_Fadia_Arafiq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260543/original/020308500_1781600359-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260933/original/073962100_1781669949-1001366788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5336127/original/051928400_1756861799-WhatsApp_Image_2025-09-02_at_17.48.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258541/original/049441500_1781358286-somah__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260893/original/074591800_1781668334-362834.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511854/original/021153700_1771918936-mbg8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515159/original/013988600_1772163544-Penemuan_potongan_tubuh_di_Gianyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009429/original/017937800_1651117586-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4002342/original/071823600_1650541238-20220421_173113.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513754/original/079309000_1772064124-John_Tobing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514719/original/002107400_1772102114-1000601182.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514623/original/023780000_1772097662-John_Tobing_dan_Afnan_Malay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534028/original/002692300_1773806214-TKP_pria_di_Pringsewu__Lampung_ditemukan_tewas_gantung_diri_di_rumah_tunangannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506177/original/056520100_1771409863-Screenshot_2026-02-18-16-35-53-36.jpg)