Liputan6.com, Makassar- Misteri kematian NU (12), siswi SD yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah I, Kecamatan Tallo, Makassar, akhirnya terkuak. Bocah malang itu ternyata diperkosa dan dibunuh oleh tetangganya sendiri secara sadis.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan dari hasil penyelidikan, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap NU merupakan seorang pemuda berinisial IK (19) yang tak lain merupakan tetangga korban.
"Saya menyatakan berbelasungkawa terhadap korban, karena korban meninggal dunia dengan perlakuan yang sangat biadab oleh pelaku," kata Arya kepada wartawan, Rabu (27/5/2026) sore.
Arya memaparkan, malam sebelum jasad NU ditemukan, orang tuanya sudah gelisah karena sang anak tak kunjung pulang. Bocah yang biasa sudah beristirahat pada pukul 21.00 WITA itu dicari hingga pukul 02.30 dini hari tanpa hasil.
"Baru sekitar pukul 05.00 pagi, warga menemukan jasadnya di dalam rumah kosong dalam kondisi tanpa busana, dengan kepala yang ditimpa televisi," terang Arya.
Polisi yang menerima informasi kejadian itu pun langsung melakukan penyelidikan. Setalah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi, polisi pun berhasil mengidentifikasi IK sebagai dalang di balik kematian korban.
Pelaku Ditangkap
Tak butuh waktu lama, IK pun berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar dan Unit Reskrim Polsek Tallo. IK ditangkap tak lama setelah dia membuat kegaduhan saat proses olah TKP.
"Yang ribut-ribut di sana ini ternyata pelaku, berupaya untuk mengalihkan perhatian supaya polisi cepat pergi dari situ," ungkap Arya.
Usai ditangkap, IK pun langsung digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk diperiksa lebih lanjut. Dari hasil interogasi, IK mengakui seluruh perbuatannya mulai dari merencanakan pemerkosaan hingga membunuh korban.
"Berdasarkan keterangan dari pelaku, pelaku ini memang sudah memperhatikan korban sejak lama. Dia juga mengaku sering nonton film porno di hp-nya. Nah itulah yang memicu pelaku melakukan aksinya," imbuh Arya.
Korban Dianiaya Secara Sadis
Pada malam kejadian, IK kala itu sengaja memanggil korban. Dia pun lalu menyuruh korban beli air minum dan meminta dibawakan ke rumah kosong yang menjadi lokasi korban ditemukan tak bernyawa.
"Dimintalah anak kecil tadi, korban tadi untuk beli minum, lalu kembali lagi, lalu beli salah satu makanan. Dan ketika kembali lagi ke pelaku, korban langsung diseret masuk ke rumah kosong," Arya merinci.
Setelah berada di dalam rumah kosong itu, pelaku lalu membekap mulut korban agar korban tak berteriak. Tak hanya itu, pelaku juga berulangkali membenturkan kepala korban ke tembok hingga korban tak sadarkan diri.
"Korban ini kan melawan ya, jadi dibenturkan kepala korban ke bawah," ucap Arya.
Setelah itu, pelaku melakukan kekerasan seksual yang mengakibatkan luka parah pada tubuh korban. Pelaku kemudian kembali melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang saat itu sudah tidak berdaya.
IK pun kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polrestabes Makassar. Arya menjelaskan bahwa pemuda itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis. Polisi mengenakan Pasal 459 sebagai pasal utama dengan subsider Pasal 458 tentang pembunuhan berencana.
"Ancamannya hukuman mati atau penjara maksimal 20 tahun," pungkasnya.

6 hours ago
53
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1237075/original/072380200_1463561466-IMG_20160518_133931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7113198/original/065832500_1779897174-Lapas_Bollangi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7028576/original/004431700_1779802917-IMG-20260526-WA0039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7090366/original/033290200_1779871723-balon_udara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7068528/original/056790800_1779847028-IMG-20260526-WA0118.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085646/original/032155700_1779866574-IMG_20260527_122326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7077610/original/004512300_1779857442-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_11.19.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7077110/original/031299600_1779856903-1002086321.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7070995/original/086110700_1779849951-1001294333.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7069358/original/091069400_1779848081-341344.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7024731/original/072098600_1779798938-7e3fc243-0bdd-4070-b4cf-ff4b083f9ce8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7022136/original/000428100_1779796254-681984.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7021529/original/097944000_1779795378-1001294049.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7012709/original/097211400_1779785191-1001293511.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7012176/original/044144300_1779784542-1001293782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7007276/original/094409300_1779778962-1001293360.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6826820/original/016446300_1779615644-nangoma.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6997061/original/046831300_1779767299-1005394030.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487834/original/001572600_1769679917-sppg-mbg.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486930/original/032169500_1769649012-Situasi_Mapolresta_Pati_saat_pemeriksaan_sejumlah_saksi_kasus_Sudewo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487872/original/068466900_1769681847-1000959429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487684/original/080771300_1769672624-1001569171.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2848338/original/058999900_1562657854-IMG_20190709_141553.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489005/original/077235900_1769774841-Kasus_keracunan_massal_di_SMA_2_Kudus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488143/original/035051700_1769735206-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_07.23.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486906/original/085329000_1769641130-Menu_MBG_berjamur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487727/original/065368000_1769674920-IMG_20260128_174410.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483537/original/001042400_1769397673-IMG_0821.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1641370/original/044149800_1499335049-20170706-angkot-angkoters2-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488104/original/091791600_1769727572-IMG_3676.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487586/original/063150300_1769669333-1000958697.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2893885/original/062624800_1566892562-Garis_Polisi-_Pembunuhan.jpg)