Blendus Habisi Bocah Bilqis Hanya Demi Sepeda Motor

9 hours ago 5

Liputan6.com, Sragen - Misteri kematian tragis Bilqis Rajiansyah Lestari (11), siswi sekolah dasar asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, akhirnya mulai menemukan titik terang.

Setelah lima hari melakukan penyelidikan intensif, Satreskrim Polres Sragen berhasil mengungkap pelaku di balik pembunuhan yang mengguncang masyarakat tersebut.

Yang mengejutkan, pelaku bukanlah orang asing bagi keluarga korban. Pria bernama Suparman alias Blendus, warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, ternyata merupakan teman lama ayah korban.

Pelaku berusia 53 tahun itu, selama ini dikenal dan pernah beberapa kali berkunjung ke rumah keluarga Bilqis.

Lebih mencengangkan lagi, pelaku diketahui merupakan residivis kasus pembunuhan yang pernah dua kali terlibat tindak pidana berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, motif utama pelaku adalah ingin menguasai harta benda milik korban, berupa sepeda motor dan telepon genggam yang tersimpan di dalam jok kendaraan tersebut.

"Motif sementara yang berhasil kami ungkap adalah pelaku ingin menguasai sepeda motor dan handphone milik korban yang kebetulan ada di jok motor," ujar Kapolres Dewiyana di Mapolres Sragen, Jumat (12/6/2026).

Tragedi memilukan itu terjadi pada Jumat (5/6/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan, Bilqis baru saja pulang dari sekolah dan tiba di rumah sekitar tengah hari. Saat itu kedua orang tuanya masih bekerja sehingga korban berada seorang diri di dalam rumah.

Kesempatan itulah yang diduga dimanfaatkan pelaku. Sekitar 18 menit setelah korban tiba di rumah, Suparman datang ke kediaman korban.

Dengan memanfaatkan kedekatan yang telah terjalin dengan keluarga korban, ia berpura-pura meminjam sebuah sabit milik orang tua korban.

Tanpa rasa curiga, Bilqis mengambilkan alat yang diminta lalu menyerahkannya kepada pelaku. Setelah itu korban kembali masuk ke rumah dan beristirahat di tempat tidurnya yang berada di ruang keluarga yang juga difungsikan sebagai ruang tamu.

Namun siapa sangka, permintaan meminjam sabit itu diduga hanya menjadi bagian dari rencana kejahatan yang telah dipersiapkan pelaku.

Dari hasil penyidikan, sesaat setelah korban kembali ke dalam rumah, pelaku diduga langsung melancarkan aksinya. Sabit yang baru saja dipinjam dari korban digunakan untuk menyerang bocah malang tersebut saat berada seorang diri di dalam rumah.

Penyidik mengungkapkan, pelaku mengayunkan sabit ke arah wajah korban hingga menyebabkan luka fatal yang membuat Bilqis meninggal dunia di lokasi kejadian.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak, berubah menjadi lokasi tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner