Cerita Kelam Sri Titik: 16 Tahun 'Diperbudak' di Yordania

1 day ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Sri Titik Azizah, warga RT 03/RW 06 Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah belasan tahun tanpa kabar saat bekerja di Amman, Yordania, pekerja migran Indonesia (PMI) tersebut kini dapat kembali berkumpul dengan keluarganya di kampung halaman.

Sri Titik dipulangkan dari Amman ke Jakarta pada 5 Juni 2026. Selanjutnya, ia diterbangkan dari Jakarta menuju Bandara Ahmad Yani Semarang pada Minggu (7/6/2026), sebelum akhirnya diantar ke rumahnya di Bangsri, Jepara.

"Alhamdulillah kondisinya sehat. Sesuai Instruksi Bupati Jepara, kami bantu pemulangan hingga akhirnya sekarang yang bersangkutan sudah berkumpul lagi dengan keluarganya," ujar Kepala DinkopUMKNakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza, Rabu (10/6/2026).

Sri Titik diketahui berangkat ke Amman, Yordania, melalui salah satu perusahaan penempatan PMI di Jakarta sekitar November 2010.

Di negara tersebut, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah seorang majikan bernama Murod. Namun, nasib kurang beruntung harus dialami perempuan asal Jepara itu.

Selama kurang lebih 16 tahun bekerja, Sri Titik disebut hanya menerima uang saku dan tidak pernah memperoleh gaji sebagaimana mestinya. Selama itu pula, ia tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya di Bangsri, Jepara.

"Selama masa penempatan di Amman itu juga sering terjadi perselisihan dengan pihak Murod," ujar Zamroni.

Pada pertengahan 2025, Sri Titik yang sudah tidak tahan dengan perlakuan majikannya kemudian berinisiatif menghubungi KBRI Amman untuk meminta bantuan pemulangan ke Indonesia.

Informasi tersebut kemudian diteruskan KBRI Amman kepada Pemerintah Kabupaten Jepara hingga akhirnya tersambung dengan keluarga Sri Titik di Bangsri. DinkopUMKNakertrans Jepara selanjutnya berkoordinasi dengan Helpdesk BP3MI Jawa Tengah dan sejumlah pihak terkait untuk membantu proses pemulangan.

Setelah melalui rangkaian proses yang cukup panjang, Sri Titik akhirnya dapat kembali ke Jepara.

"Selama proses menunggu kepulangan, yang bersangkutan ditampung di KBRI Amman," tandas Zamroni.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner