Liputan6.com, Yogyakarta- Nasi serba sepuluh ribu yang berada di depan Pamela 1 Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta selalu ramai setiap pagi. Terdapat sekitar 92 hingga 100 pilihan menu nasi dan jajanan, tak heran jika banyak orang yang mampir di lapak dengan tenda merah ini.
"Karena kan gak mungkin mbak, kita sehari itu ada sekitar 92-100 menu. Satu menunya ada yang 5, ada yang 10 kotak. Setiap hari 92-100, hari ini aja sudah 850an semua," ungkap Stevia (46), owner Nasi Serbu saat ditemui pada (8/5/2026).
Untuk menu nasi terdapat nasi rendang ayam, nasi ayam suwir, nasi goreng kampung, nasi bakar cumi, nasi bakar tongkol, nasi uduk ayam laos hingga nasi chicken katsu. Sementara untuk minuman dan kudapannya terdapat salad sayur, salad buah, siomay, dimsum, risol mayo hingga jamu beras kencur dan kunir asem.
Stevia telah lama terjun ke dunia kuliner. Bahkan sebelum merintis usaha Nasi Serbu, ia kerap mengikuti berbagai event bersama sang suami sambil menjajakan olahan makanan buatannya sendiri, mulai dari hidangan tradisional hingga makanan kekinian.
Dirintis Sejak Januari 2026, Kini Sudah Memiliki 23 Mitra
Stevia mulai merintis usaha Nasi Serbu pada 31 Januari 2026. Menjelang Ramadan, ia sempat merasa khawatir terhadap penjualan karena banyak pembeli biasanya sudah memiliki langganan, sementara jumlah penjual makanan dan jajanan juga cenderung meningkat selama bulan tersebut. Namun setelah mencoba terjun, pembeli nasi serbu di bulan Ramadan tidak terduga.
"kita tanggal 31 Januari itu baru buka. Abis itu kan terus puasa. Nah, waktu itu kan sempet kecemasan. Gimana ya, orang kan udah punya langganan. Tapi ternyata malah luar biasa," kata Stevia.
Baru lima bulan dirintis, Nasi Serbu kini telah memiliki 23 mitra yang awalnya hanya berjumlah lima mitra. Para mitra tersebut menawarkan beragam menu berbeda, dengan setiap menu biasanya terdiri dari lima hingga 10 kotak makanan.
"Waktu awal itu mitra kita cuman 5. Cuman luar biasa, Januari, akhir Februari kita udah full banget (pesanan)," kata Stevia.
Nasi Serbu yang dirintis Stevia turut menjadi wadah bagi banyak ibu rumah tangga untuk memulai usaha. Tak hanya membantu dalam penjualan, Stevia sebagai pemilik usaha juga aktif memberikan informasi terkait tempat membeli bahan masakan dengan harga yang lebih terjangkau.
"Thinwall kita supply dari sini, karena harganya jauh Mbak. Di luar orang beli 32, 33. di kita 29. Jadi kan mitra senang nggak usah repot-repot," ungkap Stevia.
"Aman Mbak. Alhamdulillahnya aman (harga 10 ribu masih aman dan untung). Kita udah kasih ini, bisa selisih 3 ribu," tambahnya.
Dalam memilih 23 mitra tersebut, Stevia mengaku tidak melakukannya secara sembarangan. Pasalnya, kemitraan Nasi Serbu tidak sekadar menjadi tempat menitipkan makanan, tetapi juga bentuk kolaborasi untuk mengembangkan usaha serta menjaga cita rasa agar tetap disukai pelanggan.
"Kita bikinin grup karena mitra ini tidak hanya sekedar menitip. Tapi juga kita mengembangkan. Gimana caranya biar rasa itu tetap stabil," cerita Stevia.
"Tapi awalnya tetap kita kurasi, jadi tidak terus asal masukin (tidak asal masukin mitra). Jadi kita kurasi, kita main di Tiktok (untuk promosi)," kata Stevia.
Sebelum Nasi Serbu, Sudah Bisnis Kuliner Sejak 2017
Sebelum membangun usaha Nasi Serbu, Stevia terlebih dahulu memulai usaha kuliner pada tahun 2017. Saat awal terjun ke dunia kuliner, ia menyewa tempat di sebuah food court dan menjual menu ayam geprek.
Untuk merintis Nasi Serbu, Stevia mengaku tidak membutuhkan modal terlalu besar karena sebelumnya sudah memiliki tenda jualan serta memasak sendiri menu yang dijual. Sementara itu, untuk menarik mitra, ia aktif melakukan promosi hingga kini berhasil memiliki 23 mitra.
"Kalau membangun Nasi Serbu modalnya, karena kita udah punya tenda ya jadi sebenarnya nggak modal, Mbak," cerita Stevia.
QRIS BRI Ditawarkan Saat Ikut Event
Awalnya ditawarkan langsung oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI), penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS kini memudahkan pelanggan Nasi Serbu yang ingin melakukan pembayaran non tunai atau tidak membawa uang tunai.
QRIS tersebut pertama kali dibuat pada tahun 2024 saat Stevia mengikuti sebuah event di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Sebelum merintis Nasi Serbu, Stevia lebih dulu menjalankan usaha bernama Royal Management yang menaungi beberapa lini usaha, salah satunya Royal Heritage. Karena itulah, nama yang tertera pada QRIS BRI milik Nasi Serbu hingga saat ini masih menggunakan nama Royal Heritage.
"Kalau BRImo ini, makanya namanya Royal Heritage, sebelum kita ganti nasi serbu karena saya kan sering event," cerita Stevia.
Royal Heritage sendiri berfokus pada makanan tradisional, sementara Royal Takoyaki menjadi lini usaha yang menyediakan makanan kekinian. Namun, saat ini kegiatan Royal Management sudah mulai jarang mengikuti event karena belum ada pihak yang mengelolanya secara khusus.
"Royalnya sebenarnya masih ada. Cuma karena tidak ada yang mengelola dan sebagainya, kita berhenti event itu sudah 2025 pertengahan," cerita Stevia.
"Bukan komunitas, memang kita bikin sendiri. Jadi suami bikin Royal Management. Dulu kita punya tim, anak-anak muda," tambahnya.
Pembayaran QRIS Pernah Tidak Masuk
Rata-rata transaksi pelanggan Nasi Serbu melalui pembayaran QRIS dalam sehari dapat mencapai Rp1,8 juta hingga Rp2 juta. Meski dinilai memudahkan, Stevia mengaku pernah mengalami kendala saat menerima pembayaran QRIS karena dana tidak langsung masuk. Namun, masalah tersebut akhirnya dapat teratasi setelah beberapa hari.
"Ada masalah baru kemarin-kemarin. Baru-baru ini aja. Baru kemarin-kemarin itu sampai aku kok kayak gini," kata Stevia saat ditemui pada (8/5/2026).
Salah satu pelanggan Nasi Serbu memberitahu bahwa uang yang telah dibayarkan dengan QRIS dikembalikan oleh sistem. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Stevia baru menyadari jika QRIS-nya sedang trouble.
"Biasanya masuk SMS. Ini notifnya nggak ada, terus kok ditulisannya 0. Ada pelanggan ngomong, mbak ini uangnya dikembalikan, kayak gitu," cerita Stevia mengingat kendala yang dihadapi beberapa hari sebelumnya.
Sang suami yang baru saja datang sambil membawa thinwall untuk para mitra Nasi Serbu turut menceritakan kendala tersebut. Menurutnya, notifikasi pembayaran yang terkadang terlambat masuk masih menjadi hambatan saat menggunakan QRIS.
"Gangguan mbak, kadang enggak notif," kata suami Stevia singkat.
BRI Dinilai Kooperatif Atasi Kendala
Terlepas dari kendala tersebut, Stevia menilai pihak BRI cukup kooperatif dalam membantu penanganannya. Ia mengaku sempat merasa khawatir karena transaksi yang masuk melalui QRIS biasanya mencapai Rp2 juta, namun permasalahan tersebut akhirnya dapat diatasi dengan cepat.
"Oh cepet banget. Aku tanggal 22 April waktu itu (BRImo gangguan)," kata Stevia.
Pengembangan Layanan Digital BRI
Mengutip laman resmi BRI yang diakses pada Sabtu (21/5/2026) dan diunggah pada Rabu (4/2/2026), Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyampaikan bahwa penguatan kinerja BRImo merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan mengoptimalkan sistem transaksi secara terintegrasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai layanan digital, mulai dari ATM, CRM, mesin EDC merchant, QRIS BRI, hingga BRILink Agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
"BRImo menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI. Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen," ujar Saladin.
Ia juga menambahkan bahwa transformasi digital BRI tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah transaksi, tetapi juga kualitas layanan dan keandalan sistem agar tetap stabil, aman, dan mampu mengikuti pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat.

13 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6822359/original/080525900_1779611170-1001287294.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6747865/original/047034300_1779556612-Jepretan_Layar_2026-05-21_pukul_00.13.40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6484204/original/035365800_1779343397-gorengan_asep__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6806368/original/028250900_1779597456-IMG-20260524-WA0051_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6805522/original/059267500_1779596831-keracunan_genset.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6803758/original/018033600_1779595369-ledakan_petasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6792466/original/088677000_1779586323-IMG_20260523_194905.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6713100/original/048395500_1779530236-ffgrth.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309311/original/038081100_1779183456-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_16.12.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6720768/original/030818700_1779536676-1001284440.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6696969/original/099791500_1779516880-05f96434-0eff-4900-990e-b52bfeaa52f5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6632148/original/033164600_1779466052-1001282319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5288057/original/052454100_1752882613-WhatsApp_Image_2025-07-19_at_00.52.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6623645/original/002763900_1779454494-e6e14b0f-be04-4366-b514-8196283e230c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6620222/original/086577900_1779451375-motion_photo_394973733114603414.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6395987/original/093822900_1779270855-agar-tak-tertipu-ini-beda-uang-palsu-dan-asli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600790/original/098663400_1779437407-1001280399.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6593356/original/019880100_1779432157-1000859041.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6592804/original/024710800_1779431759-334612.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484588/original/020101100_1769475271-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487834/original/001572600_1769679917-sppg-mbg.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486930/original/032169500_1769649012-Situasi_Mapolresta_Pati_saat_pemeriksaan_sejumlah_saksi_kasus_Sudewo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487872/original/068466900_1769681847-1000959429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4908903/original/085038200_1722747804-Ilustrasi_bekerja_keras__membangun__konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484447/original/093920500_1769428442-Polisi_tangkap_anggota_geng_motor_di_cianjur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2848338/original/058999900_1562657854-IMG_20190709_141553.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489005/original/077235900_1769774841-Kasus_keracunan_massal_di_SMA_2_Kudus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487684/original/080771300_1769672624-1001569171.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373395/original/075032100_1759820831-1000659890.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488143/original/035051700_1769735206-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_07.23.49.jpeg)