Cerita Siswa SMK Kudus Jadi Saksi Sidang Gugatan MBG

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus Muhammad Rafif Arsya Maulidi menjadi saksi dalam sidang gugatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya Rafif sempat viral usai menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait MBG.

“Iya, anak saya diminta menjadi saksi dalam sidang di Mahkamah Konstitusi. Namun keterangannya disampaikan secara tertulis,” ujar ayah Rafif, Chudlori saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Kehadiran Rafif dalam persidangan tersebut berkaitan dengan surat terbuka yang pernah dia kirimkan kepada Prabowo. Hal itu sempat menjadi perhatian publik nasional.

Dalam surat itu, Rafif menyampaikan keinginannya agar jatah MBG yang diterimanya dialihkan kepada guru honorer. Sebab penghasilan para guru honorer dinilainya masih rendah.

Surat tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial dan menuai beragam tanggapan masyarakat.

“Rafif diminta menjadi saksi, karena surat terbukanya yang sempat viral itu dijadikan salah satu pertimbangan dalam permohonan uji materi,” terangnya.

Chudlori mengaku, selama proses keberangkatan hingga mengikuti agenda di Jakarta, tidak ada tekanan maupun intimidasi terhadap putranya.

Bahkan pihak sekolah memberikan dukungan penuh dan menerima dengan baik surat izin yang diajukan keluarga.

“Tidak ada kendala apa pun. Sekolah juga menerima dengan baik ketika kami mengajukan izin,” tambahnya.

Chudlori juga menyebut Rafif sedang dalam perjalanan kembali ke Kudus usai mengikuti agenda persidangan di Ibu Kota. Dia berharap putranya dapat pulang dengan selamat dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Chudlori menegaskan bahwa sikap Rafif selama ini, bukan bentuk penolakan terhadap MBG yang menjadi program unggulan pemerintah. Menurutnya, Rafif hanya mengusulkan agar jatah MBG miliknya dialihkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

“Perlu diluruskan bahwa Rafif tidak menolak Program MBG. Yang disampaikan adalah keinginan agar jatah MBG miliknya dialihkan kepada guru honorer. Sebab sampai sekarang kesejahteraan guru honorer masih sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Kehadiran Rafif dalam sidang MK ini menambah perhatian publik terhadap polemik penganggaran MBG dalam APBN 2026. Di sisi lain, suara siswa asal Kudus tersebut menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner