Dampak Banjir Semarang, Jumlah Korban Bertambah

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Banjir menerjang sejumlah wilayah di Semarang, Jumat (15/5/2026). Seorang warga lansia bernama Maryam (70) hanyut akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

Data dari Kecamatan Tugu mencatat sebanyak 313 kepala keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon terdampak langsung oleh luapan air sungai tersebut.

Selain genangan air, sebuah tanggul di wilayah RT 01 RW 01 dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 40 meter yang memperparah dampak banjir di pemukiman warga sekitarnya.

Menurut dia, intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu Ungaran bagian timur serta wilayah lokal Ngaliyan, memicu limpasan air yang tidak terbendung di aliran Sungai Silandak dan Sungai Plumbon.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan, penanganan fisik terhadap tanggul yang ambrol akan segera dilakukan mulai Sabtu pagi, dengan skema darurat.

"Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat," kata Agustina. Dikutip dari Antara, Sabtu (16/5/2026).

Selain itu petugas juga dikerahkan untuk mencari korban hilang.

Untuk penanganan tanggul jebol, Agustina akan bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk melakukan penguatan tanggul menggunakan ribuan sand bag (karung pasir), serta pemasangan trucuk bambu sebagai penahan sementara.

"Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu," bebernya.

Selain penanganan di aliran sungai, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Semarang juga melakukan pembersihan material lumpur pekat yang menutup jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat seorang anak perempuan meninggal dunia setelah tenggelam akibat luapan Sungai Silandak di wilayah Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.

"Korban perempuan, usai sekitar 15 tahun," kata Kepala BPBD Kota Semarang Endro Martanto.

Korban diduga terseret aliran sungai di wilayah Kawasan Industri Candi Semarang saat hujan deras.

Jenazah korban ditemukan warga bersama tim SAR gabungan sekitar 2 km dari lokasi awal diperkirakan hanyut.

Menurut dia, belum diketahui identitas korban karena harus menunggu pemeriksaan oleh Inafis Polrestabes Semarang.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner