Dugaan Motif Polisi Bawa Parang Satroni Rumah Wali Kota Palopo

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum Pemerintah Kota Palopo, Sahrul mengungkap dugaan motif di balik aksi polisi berinisial SL yang menyatroni rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal sambil membawa parang. Aksi itu sebelum viral dan menjadi perbincangan hangat masyarakat khususnya di media sosial.

Sahrul menyebut pihaknya menduga adanya keterkaitan antara aksi oknum anggota Polres Palopo tersebut dengan dinamika politik dan proses seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Palopo.

"Kasus ini menyedot perhatian karena latar belakang keluarga pelaku yang memang memiliki hubungan dengan dinamika politik di Palopo," kata Sahrul dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Kamis (30/4/2026).

Menurut dia, oknum polisi tersebut merupakan saudara kandung dari dua mantan anggota DPRD Palopo. Salah satunya disebut baru mengikuti seleksi direksi PAM-TM namun tidak lolos.

"Isu keterkaitan kegagalan seleksi direksi PAM-TM dengan aksi pelaku memang berkembang di media sosial," ujarnya.

Meski begitu, Sahrul menegaskan pihaknya tetap fokus pada proses hukum dugaan pengancaman yang dialami kliennya, Indra Ilham, yang merupakan sopir rumah tangga di kediaman pribadi milik Wali Kota Palopo.

"Kami mempercayakan penuh proses ini kepada penyidik. Fokus kami adalah memastikan klien kami mendapatkan keadilan atas tindakan intimidasi yang dialaminya," tegasnya.

Dia menilai unsur dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam telah terpenuhi dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi dan bukti rekaman kamera pengawas.

"Secara hukum, unsur pengancaman dengan senjata tajam sudah terpenuhi dalam pemeriksaan tadi," katanya.

Sahrul menambahkan, Propam Polres Palopo merampungkan pemeriksaan saksi dan korban. Polisi juga mengantongi rekaman CCTV untuk mencocokkan kronologi kejadian.

Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat memanjat pagar rumah pribadi Naili Trisal sembari membawa parang. Sahrul juga menyebut bahwa oknum polisi tersebut berulang kali menggedor pagar sambil berteriak-teriak meminta Wali Kota Palopo keluar dengan ucapan yang kasar.

"Hingga saat ini pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih berlangsung," ujarnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner