Hasil Pengeboran Selama Empat Bulan Ungkap Cadangan Emas di Kolokoa Gorontalo

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) selama empat bulan di Kolokoa, Kabupaten Pohuwanto, Provinsi Gorontalo, membuahkan hasil. Pengeboran awal ini telah mengkonfirmasi zona mineralisasi emas yang luas, termasuk perolehan dekat permukaan dengan kadar hingga 1,57 g/t emas.

Berdasarkan 30 lubang bor yang telah dilakukan, Kolokoa mempunyai target eksplorasi 20-40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas.

"Prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," ujar Direktur Utama EMAS Boyke Poerbaya Abidin. Dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).

Kolokoa berada dalam distrik mineral yang sama dengan Tambang Emas Pani dan terletak sekitar 500 meter dari deposit utama, dan menempatkan Kolokoa sebagai potensi sumber daya satelit bagi Pani, yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada.

Selain itu, kedekatan lokasi juga mendukung efisiensi pengangkutan material (haulage) ke lokasi pengolahan serta optimalisasi pengendalian kadar bijih (grade control) di kedua deposit.

Berdasarkan hasil eksplorasi awal di prospek Kolokoa, perusahaan mengidentifikasi exploration target sebesar 20–40 juta ton dengan kadar 0,3–0,5 g/t emas. Jika dikonversi secara indikatif, kisaran ini setara dengan potensi sekitar 200 ribu hingga 600 ribu ons emas.

Namun demikian, angka tersebut masih bersifat awal dan merupakan hasil estimasi konseptual, sehingga akan terus diperbarui melalui kegiatan eksplorasi lanjutan dan belum dapat dikategorikan sebagai sumber daya mineral maupun cadangan.

Target eksplorasi tersebut merupakan salah satu dari beberapa prospek prioritas tinggi yang telah diidentifikasi dalam area konsesi perseroan seluas 14.670 hektare (ha).

Pengujian metalurgi awal melalui metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi untuk material oksida (87-94 persen), serta perolehan yang kuat untuk material transisi (81-92 persen), yang mendukung kesesuaian dengan operasi Pani saat ini.

Pada tahap ini, jumlah dan kadar potensial masih bersifat konseptual dan akan dipertajam melalui ekplorasi lanjutan. Eksplorasi yang dilakukan saat ini masih belum memadai untuk mengestimasi sumber daya mineral, dan belum dapat dipastikan apakah eksplorasi lanjutan akan menghasilkan estimasi sumber daya mineral.

Hingga saat ini, perseroan telah menyelesaikan 30 lubang bor sebagai bagian dari program pengeboran sejumlah 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang tahun 2026.

Ke depan, akan melanjutkan sejumlah langkah strategis, di antaranya melanjutkan pengeboran untuk menguji batasan area dan mendukung estimasi sumber daya mineral di masa mendatang. Kemudian melakukan pengujian lanjutan guna memastikan kinerja proses pengolahan dan mengevaluasi potensi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani secara keseluruhan.

“Perseroan akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah untuk meningkatkan keyakinan terhadap potensi sumber daya di proyek ini,” ujar Boyke.

Penemuan ini melengkapi hasil yang sudah dilaporkan perseroan sebelumnya dengan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounces emas dari total Sumber Daya Mineral sebesar 7,0 juta ounces emas.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner