Kapolda Lampung Ancam Tembak Begal: Silakan Kalau Mau Coba-Coba

9 hours ago 8

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap Bahroni alias Roni (23), pelaku penembakan terhadap anggota Ditintelkam Polda Lampung, Bripka Anumerta Arya Supena (32).

Pelaku tewas setelah terlibat baku tembak dengan polisi saat proses penangkapan di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan operasi penangkapan berlangsung pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat hendak ditangkap, Bahroni melakukan perlawanan terhadap Polisi. Sehingga terjadi baku tembak. Dalam insiden itu, pelaku tewas tertembus timah panas polisi.

“Jenazah pelaku telah dievakuasi tim gabungan ke RS Bhayangkara Polda Lampung,” lanjutnya.

Selain menangkap pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, mulai dari sepeda motor hingga senjata api yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan tersebut.

Kasus itu merupakan pengembangan dari peristiwa pencurian kendaraan bermotor yang berujung tewasnya Bripka Anumerta Arya Supena di Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan dua tersangka yakni Hamli alias Ham (27) dan Bahroni alias Roni (23). Saat dilakukan penangkapan, keduanya disebut melakukan perlawanan. Bahroni tewas ditembak, sedangkan Hamli masih hidup meski mengalami luka tembak di bagian kaki.

Kapolda menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika Bahroni mencoba mencuri sepeda motor yang terparkir di depan Toko Yussy Akmal menggunakan kunci letter T. Namun, aksinya dipergoki Bripka Arya Supena.

Saat ketahuan, pelaku diduga melawan hingga merebut senjata api milik korban. Senjata tersebut kemudian digunakan Bahroni untuk menembak Bripka Arya hingga meninggal dunia.

“Pelaku sempat merebut senjata api korban sebelum akhirnya melakukan penembakan,” ungkapnya.

Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka memiliki peran berbeda. Bahroni disebut sebagai eksekutor pencurian sekaligus pelaku penembakan. Sementara Hamli bertugas menyiapkan kendaraan, mengawasi situasi di lokasi, hingga membantu pelarian usai kejadian.

Tak hanya itu, Hamli juga diduga mengubur senjata api milik korban di wilayah Sidodadi, Pesawaran.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner