Liputan6.com, Jakarta - Di tengah hiruk pikuk keluhan warga perkotaan Sukabumi akibat kebijakan pemadaman listrik bergilir, sebuah cerita inspiratif lahir dari pelosok daerah.
Saat wilayah lain harus gelap gulita, dua rumah dan satu musala di Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tetap terang benderang.
Menariknya, seluruh bangunan tersebut sama sekali tidak bergantung pada pasokan listrik dari PLN.
Kemandirian energi ini terwujud berkat kreativitas Abah Sarnuh, seorang petani lokal yang kini telah menginjak usia 80 tahun.
Dengan memanfaatkan aliran air di sekitar tempat tinggalnya, Abah Sarnuh berhasil merakit kincir air sederhana yang dihubungkan ke sebuah dinamo.
Energi mekanik yang dihasilkan kemudian dialirkan melalui jaringan kabel ke rumah dan musala untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Jadi air itu mengalir menggerakkan kincir, lalu ada gesekan di dalam kumparan dinamo. Itulah yang menghasilkan tenaga listrik untuk kemudian dialirkan ke rumah," ujar Abah Sarnuh saat ditemui di kediamannya, Jumat (19/6/2026).
Pria lanjut usia ini mengisahkan, dirinya mulai menetap dan membuka lahan pertanian di kawasan tersebut sejak tahun 1998. Pada masa-masa awal, ia hanya mengandalkan lampu petromak berbahan bakar minyak tanah untuk menerangi malam.
Namun, badai kesulitan mulai datang saat pasokan minyak tanah semakin langka di pasaran dan harganya melonjak.
"Tahun 1998 masih pakai lampu petromak. Pas minyak tanah mulai susah didapat, saya harus cari alternatif. Kalau mau pakai mesin diesel, biaya operasionalnya mahal karena harus beli solar atau bensin. Sementara saya kan bukan orang yang punya gaji tetap," tuturnya mengenang masa sulit.
Titik balik terjadi pada tahun 2007. Abah Sarnuh sebenarnya sempat mendapat tawaran untuk memasang jaringan listrik resmi dari PLN.
Namun, lokasinya yang terpencil membuat biaya instalasi membengkak karena ia diwajibkan membeli kabel sendiri sepanjang 32 rol.
"Waktu itu satu rol kabel harganya Rp 100.000. Jadi totalnya harus keluar uang Rp 3,2 juta hanya untuk penarikan kabel. Belum lagi kalau nanti ada yang merusak atau menyabotase kabel di jalan, saya harus punya uang lagi untuk perbaikan. Akhirnya tidak saya ambil," jelasnya.
Berbekal modal yang sama, Abah Sarnuh memutar otak. Uang sebesar Rp 3,2 juta itu justru ia bawa ke pusat Kota Sukabumi untuk membeli dinamo dan peralatan pendukung kincir air.
Keputusan berani tersebut berbuah manis, sejak tahun 2007 hingga hari ini, ia bisa menikmati listrik secara gratis tanpa pernah menerima tagihan bulanan alias nol rupiah.
Selama hampir dua dekade menggunakan sistem kincir air, Abah Sarnuh mengaku tidak pernah menghadapi kendala teknis yang berarti, bahkan saat musim kemarau panjang sekalipun.
Kini, di usia senja, ia menikmati bersama sang istri dengan tenang sambil terus bertani. Anak-anaknya pun kini sudah mandiri dan memiliki kehidupan masing-masing.
"Listrik di sini malah bisa kita atur sendiri besar kecil volumenya sesuai kebutuhan. Kalau kendala tidak ada, paling hanya ganti lampu bohlam saja kalau sudah putus karena faktor usia pemakaian," kata Abah Sarnuh penuh syukur.
Geliat ekonomi Abah Sarnuh juga berjalan lancar. Hasil taninya kini langsung diambil oleh para tengkulak yang datang langsung ke atas, sehingga ia tak perlu lagi bersusah payah turun gunung untuk berjualan.
Meski demikian, perjuangan Abah Sarnuh mengelola energi mandiri ini bukannya tanpa tantangan geografis.
Kediamannya terletak di area yang cukup terisolasi. Untuk mencapainya, warga harus berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam dari kantong parkir wisata Vila Kaca Pasir Datar.
Akses jalan setapak yang menanjak curam dan dipenuhi batuan lepas membuat kendaraan roda dua standar hampir mustahil melintas.
Di sepanjang rute tersebut, hanya motor-motor ekstrem yang telah dimodifikasi menyerupai motor trail yang mampu lewat, itu pun khusus digunakan untuk mengangkut hasil panen sayuran milik warga.

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263266/original/063472100_1781873628-775009.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263263/original/038756900_1781873322-Anak-anak_korban_bencana_di_Aceh_Utara_ikuti_khitan_gratis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263231/original/087876000_1781869784-365634.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263229/original/001210100_1781869782-774625.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263225/original/037460900_1781869308-IMG-20260619-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262166/original/087364900_1781773654-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.58.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263164/original/058054900_1781861685-1001375274.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263149/original/079843600_1781860533-1001375232.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430249/original/046934400_1618522917-033288400_1538658477-Korban-Gempa-Bumi-dan-Tsunami-Palu2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263088/original/098022200_1781857549-IMG-20260619-WA0067.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262539/original/083653300_1781835444-paola_serena.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262999/original/035020900_1781855978-Petugas_mengevakuasi_korban_penusukan_di_Semarang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262850/original/051208500_1781850464-1001374715.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262861/original/026507500_1781852010-IMG_20260618_140632_768.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262856/original/072721800_1781851273-1000861185.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262854/original/019769800_1781850586-1001374678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262833/original/077064500_1781850210-a523042e-9f7b-46c0-9128-5478da40d9fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262713/original/053363100_1781843842-pembunuhan_indramayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262446/original/023114400_1781795444-ChatGPT_Image_Jun_18__2026__10_09_20_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262427/original/038502900_1781790224-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.35.13__1_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511854/original/021153700_1771918936-mbg8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515159/original/013988600_1772163544-Penemuan_potongan_tubuh_di_Gianyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009429/original/017937800_1651117586-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4002342/original/071823600_1650541238-20220421_173113.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513754/original/079309000_1772064124-John_Tobing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514623/original/023780000_1772097662-John_Tobing_dan_Afnan_Malay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514719/original/002107400_1772102114-1000601182.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534028/original/002692300_1773806214-TKP_pria_di_Pringsewu__Lampung_ditemukan_tewas_gantung_diri_di_rumah_tunangannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506177/original/056520100_1771409863-Screenshot_2026-02-18-16-35-53-36.jpg)