Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang sering kali penasaran dengan kisah di balik sebuah produk kuliner lokal yang sukses menembus pasar internasional. Berlokasi di RT.19/RW.08, Dengok Wetan, Kebun Dalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bernama Bagor Cinta D'Rome membuktikan bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan global. Di balik nama unik tersebut, ada cerita perjuangan lokal yang sangat mendalam dari sang pemilik, Alinia Melati.
Perjalanan Alinia dalam membangun Bagor Cinta D'Rome tidaklah instan. Kehadiran produk bawang goreng rempah ini lahir dari sebuah rasa cinta yang mendalam dan dedikasi penuh untuk mengenang sosok sang ibu tercinta.
"Saya itu mempunyai produk bernama Bogor Cinta D'Rome ya, kenapa dinamain D'Rome itu? Karena mengenang almarhumah ibu saya. Jadi ini tuh masakan sebagai bentuk cinta saya kepada ibu filosofinya disitu. Jadi agak nangis-nangis ya mas. Soalnya kan mengenang ya, D'Rome namanya ibu saya," ungkap Alinia Melati saat membuka ceritanya dengan mata berkaca-kaca.
Latar belakang keluarga Alinia sebenarnya dekat dengan dunia administrasi dan perdagangan kecil. Sang ayah merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di bagian administrasi sebuah SMA, sementara ibunya adalah seorang pedagang gigih yang berjualan ayam dan cabai di pasar. Sejak kecil, Alinia sudah terbiasa menemani dan membantu ibunya berdagang.
"Jadi gini bapak saya kebetulan PNS, administrasi di SMA, terus kalau untuk ibu saya itu dagang, dagang ayam, dagang cabai, kayak gitu. Jadi saya tuh yang bantuin ibu. Ibu saya sakit parah ya mas. Beliau terkena kanker stadium 4. Setelah beliau meninggal, akhirnya saya yang ngambil alih dagang ibu itu. Ibu saya itu meninggal 2 tahun setelah saya lulus SMA. Selain rendah hati, beliau itu mewariskan bagaimana saya harus berdagang. Jadi saya dididik berdagang itu dari SD," kenang Alinia mengenai sosok mentor terbaik dalam hidupnya.
Bangkit dari Kecelakaan hingga Modal Nol Rupiah
Sebelum fokus mengembangkan produk bawang goreng, Alinia sempat mengalami ujian hidup yang berat akibat kecelakaan fisik. Namun, di tengah keterbatasan tersebut, semangatnya untuk berbagi dan berbisnis justru semakin membara. Perjalanan bisnisnya pun mengalami beberapa kali perubahan nama atau rebranding sebelum akhirnya mantap dengan nama D'Rome.
"Saya dulu pernah kecelakaan mas. Saya nggak bisa ngapain-ngapain Separuh gini pinjang, saya dulu pincang. Terus saya tuh punya ide gimana saya bisa menyalurkan sedekah tapi tidak harus pakai uang gitu Setiap baju, saya buka Terras Alinia, Terras Alinia saya ganti Reva Allsoap Online reseller-reseller gitu. Reva Olshop saya ganti D’Rome, itu D’Rome itu 2023, terus untuk produknya yang ini 2025. Meski baru 1 tahun itu. Tapi alhamdulillah ya welcome-nya banyak banget," jelas Alinia mengenai linimasa usahanya.
Hebatnya lagi, produk bawang goreng rempah yang kini diminati banyak orang ini dirintis tanpa mengeluarkan modal uang sepeser pun di awal produksinya. Alinia memanfaatkan bahan-bahan baku yang sudah tersedia di dapur rumahnya.
"Ini modalnya dari nol rupiah mas. Sebenarnya Saya tuh punya banyak keinginan lah. Kayak rempah atau apa gitu ya. Yang kayak bikin kayak gini. Dan akhirnya terpikir nyoba membuka usaha bawang goreng dari rempah rempah yang ada di rumah," tambahnya.
Dari Guru Honorer PAUD Beralih Jadi Pengusaha
Sebelum terjun ke dunia wirausaha, Alinia mengabdikan dirinya sebagai guru honorer Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama kurang lebih 6 hingga 7 tahun, sesuai dengan latar belakang pendidikan S1 yang ditempuhnya. Setelah memutuskan untuk resign, ia mulai aktif dalam berbagai organisasi usaha dan saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan untuk Aisyah Prambanan periode 2022-2027.
Perjalanannya merintis usaha dimulai dari berjualan minuman segar, sebelum akhirnya bertransformasi menghasilkan produk kuliner kering berkat bimbingan komunitas dan pelatihan digital.
"Setelah resign, awalnya kan saya jual es itu, ada gerbong es, saya jualan es melar, seperti es teler, tapi pakai sirup. Terus saya itu dibantu oleh Bu Wening, Bu Wening yang di PDA, PDA itu Pimpinan Daerah Aisyah. Di sana saya dianjurkan untuk mengikuti pelatihan di Persepsi. Persepsi itu ada di Ngawen, dekat Exit Tol Klaten-Solo itu. Di situ, saya dibimbing oleh Mbak Ima, Bu Hastin dan beberapa rekan yang lain, khusus Perempuan," kenang Alinia.Tuntutan kelas pelatihan untuk memasarkan produk secara digital di marketplace Shopee memicu kreativitasnya untuk menciptakan produk yang tahan lama dan mudah dikirim ke luar daerah.
"Saya itu diajarkan untuk ke Shopee. Di Shopee marketplace itu diajarkan. Kita gini mas, ada tugas dimana produknya itu dijualkan di marketplace dan mau nggak mau harus ada yang laku. Disana saya bingung, kan produknya es, kolang kaling, herbal ya. Terus saya berpikir untuk harus punya produk yang kering agar bisa dijual jauh gitu kan untuk di online shop itu, dan lahirlah produk ini, Bagor Cinta D’Rome," jelasnya.
Kualitas Tanpa Pengawet dan Tantangan Produksi Manual
Sebagai ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan untuk Aisyiyah Prambanan periode 2022-2027, Alinia selalu berkomitmen menjaga mutu produknya. Setelah memutuskan resign dari pekerjaan sebelumnya dan sempat berjualan es melar sejenis es teler, Alinia terus berinovasi menciptakan produk bawang goreng berkualitas tinggi tanpa bahan pengawet kimia maupun penyedap rasa buatan (MSG).
"Produk saya enggak pakai pengawet. Penyedap rasa saya juga enggak. Tapi lebih ke kaldu. Kaldu saya bikin sendiri. Pakai ikan asin itu saya rebus, saya goreng, terus saya blender itu mas itu kasih garam, kasih pembelan gitu oh kalau," urai Alinia membocorkan rahasia kelezatan produknya.
Untuk menjaga roda produksinya tetap berjalan, Alinia saat ini dibantu oleh satu orang karyawan yang tidak lain adalah adik kandungnya sendiri dengan sistem kerja paruh waktu yang fleksibel.
"Saya punya satu karyawan itu adik saya. Kayak freelance gitu aja. enggak harian gitu. Terus untuk gaji-gaji gitu lebih fleksibel banget sih, soalnya sama adik belum profesional lah istilahnya kayak gitu. Kadang udah lah, upahnya dibeli makan aja," katanya sembari tersenyum.
Meskipun kini Bagor Cinta D'Rome telah memiliki berbagai varian rasa mulai dari original, mix teri (original & pedas), balado (original & kacang), campur kedelai (original & pedas), jengkol, keju, hingga abon, Alinia mengaku proses produksinya masih mengandalkan cara-cara tradisional demi menjaga kualitas potongan bawang.
"Iya, saya kan gini kalo untuk berambang yang original itu cukup garam. Jadi direndam garam gitu 5 menit, mau 10 menit, kadang gitu kan. Terus saya itu beli mesin, tapi mesin itu belum cocok jadi jelek kadang. Jadi ngirisnya itu lebih enak ke manual. Sementara seperti itu. Berhubung semua serba manual jadi proses produksinya memakan waktu seharian, mulai dari mengiris brambangnya, kasih bumbu, masuk oven dan packing nya mas," papar wanita asal Klaten ini.
Sepeda Ontel Jadi Transportasi Jualan
Dalam memasarkan produknya, Alinia sangat menghindari sistem konsinyasi di toko-toko karena dinilai kurang efektif dan berisiko merugikan produsen kecil. Ia lebih memilih sistem pesanan langsung melalui jaringan reseller agar produk yang diterima konsumen selalu dalam kondisi prima dan segar.
"Saya nggak suka tentang konsinyasi ya. Nah itu sangat merugikan banget kadang. Tokonya sepi, tapi minta itu. Lebih saya lebih sukanya gini loh kayak orderan, kayak reseller lah, saya lebih suka reseller. Tapi kadang mereka belinya banyak gitu Langsung, jadi produknya itu fresh gitu loh mas. Untuk sementara masih seperti itu," tuturnya.
Di awal pemasarannya, Alinia juga sempat menghadapi masa-masa sulit saat mengikuti pameran produk di Yogyakarta karena produknya kurang diminati. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya patah arang. Dengan mental pantang menyerah, ia aktif menjemput bola mengenalkan produknya langsung ke tempat-tempat umum bahkan menggunakan sepeda ontel.
"Di Jogja kan saya pernah ikut salah satu event nih mas. Di event tersebut, saya hanya laku 2 saja. Terus juga ada beberapa event juga di awal-awal, sama juga, sepi mas. Terus saya berpikirnya mungkin segmen saya bukan di situ. Saya tuh orangnya pengen maju ya. Saya nggak malu untuk mengenalkan produk saya. Kadang saya tuh kalau di tempat umum saya bawa produk, ya saya perkenalkan produk saya. Awalnya sih kayak penolakan wajar ya. Kadang kalau kita kasih free itu tidak semua orang mau menerimanya ya. Tapi ya tetap saya usaha memasarkannya." ujarnya mengalawali cerita.
"Saya juga kalo memasarkan produk saya itu kadang pake sepeda ontel gitu mas, jadi beberapa produk saya persiapkan, terus saya pergi ke berbagai spot wisata atau acara-acara, disana saya tawarkan produk saya, alhamdulillah sejauh ini banyak yang suka dan bahkan ada yang jadi pelanggan tetap saya. Terus pas event-event itu, saya bawa produk untuk di tester itu. Mereka ambil sini Alhamdulillah banyak yang suka dan langsung beli. Terus berikutnya ketemu enak lho dan beli, kadang tak kasih free terus tolong ya nanti ulasannya tapi harus review," kenang Alinia panjang lebar.
Jadi Bekal Orang Berpergian Jauh hingga ke Luar Negeri
Kerja keras tersebut berbuah manis. Melalui strategi pemasaran digital, produk Bagor Cinta D'Rome justru mendapatkan sambutan luar biasa di platform digital, terutama Google Maps.
"Kalo untuk yang booming-booming itu malah di Google Maps. Di Google Maps produk saya alhamdulillah sudah dapat Bintang 5 mas. Terus di beberapa pameran juga alhamdulillah banyak yagng suka dengan produk saya. Terus juga saya punya beberapa online shop, seperti TikTok, Shopee, Instagram, pesen via WA juga beberapa ada mas," ungkap Alinia bangga.
Kini, target pasarnya meluas ke pusat oleh-oleh besar, anak kos, wanita sibuk, hingga kalangan dosen. Menariknya lagi, Bagor Cinta D'Rome kini telah berhasil terbang hingga ke Colorado (Amerika Serikat), Jepang, Malaysia, hingga menjadi bekal favorit para jemaah umrah dan haji yang menuju ke Mekkah.
"Saya saat ini segmennya orang-orang sekitar dan saat ini menargetkan ke yang pesat oleh-oleh yang besar dan yang terutama untuk bekal bepergian umrah dan haji saya pengennya. Terus juga buat anak-anak kos, wanita sibuk, terutama dosen-dosen itu. Segmen pasarnya masih sejauh itu," tutur Alinia.
"Nah, ini kalau untuk produk yang paling jauh itu sempat dibawa ke Colorado Amerika. Tapi secara perorangan loh mas. Ke Jepang juga pernah terus ke Malaysia terus ke Haji yang mau berpergian ke Mekkah. Jadi itu alhamdulillah kemarin ada kisaran 5 jamaah yang pesan. Menurut saya udah lumayan sih. Pertama kalinya jadi gini orang yang beli itu itu bawa produk saya untuk oleh-oleh bekal di sana, alhamdulillah enak dan mereka bilang produknya ini, dan akhirnya mereka suka dan pesan, ada yang seperti itu, mas," jelasnya menceritakan jangkauan produknya.
Sensasi Gurih Alami yang Ramah di Tenggorokan
Kualitas rasa premium yang konsisten dari Bagor Cinta D'Rome rupanya berhasil mengunci loyalitas para pencinta kuliner. Cita rasa alami tanpa bahan pengawet ini terbukti sukses memikat hati konsumen dari berbagai kalangan, salah satunya adalah Ibu Zulfa, seorang pelanggan setia yang mengaku rutin memesan produk bawang goreng inovatif asal Klaten tersebut.
Sebagai pelanggan yang sudah lama berlangganan, Ibu Zulfa menilai produk ini memiliki standar rasa yang sangat tinggi dan berbeda dari produk sejenis di pasaran. Keunggulan pengolahan yang minim minyak dan tanpa MSG buatan langsung terasa pada tekstur dan kenyamanan setelah mengonsumsinya.
"Saya sudah lama jadi langganan beli produk Bagor Cinta D'rome ini. Teksturnya itu benar-benar gurih dan enak, bahkan rasanya bawangnya itu sama sekali tidak tertinggal atau bikin serak di tenggorokan. Bagi saya, cuma produk ini salah satu produk unik yang belum pernah saya temui di mana pun sebelumnya," terang Ibu Zulfa dengan antusias saat diwawancarai oleh Liputan6.com
Lebih lanjut, ia juga memberikan rekomendasi tinggi bagi masyarakat luas, khususnya mereka yang sangat selektif dalam memilih asupan kuliner harian yang mengutamakan aspek kesehatan tanpa mengorbankan kelezatan rasa.
"Produk ini sangat direkomendasikan sekali untuk teman-teman pencinta makanan yang sehat tapi tetap lezat dan pastinya tahan lama. Sangat cocok untuk stok lauk praktis di rumah," tandasnya.
Naik Kelas Bersama BRIncubator dan KUR BRI
Kesuksesan Bagor Cinta D'Rome tumbuh pesat tidak lepas dari bimbingan dan dukungan penuh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Melalui arahan Bu Wening dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Alinia difasilitasi untuk mengikuti berbagai pelatihan UMKM berskala nasional hingga akhirnya berkompetisi di program BRIncubator—sebuah wadah inkubasi hasil kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Rumah BUMN BRI.
"Pertama itu gini, Saat ini, saya menjadi ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan untuk Aisyah Prambanan periode 2022-2027. Setelah resign, awalnya kan saya jual es itu, ada gerbong es, saya jualan es melar, seperti es teler, tapi pakai sirup. Terus saya itu dibantu oleh Bu Wening, Bu Wening yang di PDA, PDA itu Pimpinan Daerah Aisyah. Di sana saya dianjurkan untuk mengikuti pelatihan di Persepsi. Jadi dikasih link-link pelatihan-pelatihan UGM itu lho terus kita kesana sama temen-temen UMKM Klaten itu terus ikutan BRIncubator. Peserta yang ikut silahkan gitu lah, saya mencoba ikut dan akhirnya lolos, tanggapan mereka bagus, Pak Ais juga semuanya Alhamdulillah welcome, terus ditarik ke OJK Ada undangan ke OJK juga, jadi banyak pengalaman yang menarik sekali. Terus ini, bismillah, baru nyoba ke Pertamina, udah masuk ke final Pertamina Foundation 2026," urai Alinia.
Selama proses inkubasi di BRIncubator, Alinia mendapatkan bekal pengetahuan bisnis yang modern, termasuk penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk operasional UMKM, hingga berhasil meraih Juara 3 dari ratusan peserta.
"Awalnya kami mengikuti program bimbingan hasil kolaborasi antara UGM dan Rumah BUMN BRI namanya BRIncubator. Di sana, kami mendapatkan banyak materi tentang pengembangan UMKM, mulai dari dasar hingga pemanfaatan teknologi AI yang langsung diberikan para pemateri yang kompeten. Selama sekitar satu bulan, dilakukan seleksi ketat untuk menjaring 25 UMKM terbaik dari total 300 peserta berdasarkan keaktifan mereka. Alhamdulillah, mungkin sudah rezeki dari Allah, saya berhasil terpilih dan meraih Juara 3," tuturnya bersyukur.
Program BRIncubator terbukti memberikan dampak yang luar biasa masif bagi keberlangsungan usaha kuliner lokal asal Klaten ini. Produk mereka otomatis terdaftar dalam platform Link UMKM dan dilibatkan dalam berbagai pameran prestisius nasional.
"Alhamdulillah, lewat program BRIncubator, produk kami otomatis jadi lebih dikenal. Kami juga terdaftar di platform Link UMKM, sehingga setiap ada kegiatan dari BRI, kami selalu mendapatkan informasinya. Kemarin contohnya, kami diajak berpartisipasi dalam acara JFF (Jogja Fashion Festival/Jogja Food Festival) di JEC yang dihadiri oleh Pak Menteri. Selain itu, saat OJK mengadakan kegiatan, kami juga difasilitasi oleh BRI untuk ikut. Program ini benar-benar memfasilitasi kami untuk terus maju dan berkembang," ungkap Alinia.
Tidak hanya pendampingan usaha dan pameran, Alinia juga memanfaatkan produk pembiayaan dari BRI berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk menyokong kebutuhan finansial keluarga sekaligus memfasilitasi lini bisnisnya yang lain agar dapat terus bergerak beriringan.
"Alhamdulillah, selain saya sebagi nasabah BRI, saya juga terbantu sekali dengan KUR BRI mas. Modalnya saya pakai untuk memfasilitasi beberapa usaha saya yang lain. Kebetulan kan kebutuhan tidak cuma buat bisnis saja ya, jadi dana dari KUR ini juga membantu banget buat menutup keperluan kehidupan sehari-hari. Jadi ibaratnya, lewat KUR ini, usaha kami bisa jalan dan kebutuhan rumah tangga juga ikut terpenuhi," pungkas Alinia menutup wawancara dengan penuh rasa optimis.
Syarat Pengajuan KUR BRI Mei 2026
Apabila calon debitur ingin melakukan peminjaman KUR BRI, berikut syarat yang harus terpenuhi di antaranya:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Mempunyai identitas resmi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan surat izin usaha.
- Memiliki NPWP untuk pinjaman di atas Rp 50 juta.
- Memiliki usaha yang bersifat produktif dan layak.
- Telah menjalankan usaha secara aktif minimal selama 6 bulan.
- Memiliki dokumen legalitas usaha, baik berupa izin usaha maupun surat keterangan izin usaha dari pihak berwenang.
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.
- Bersedia mengikuti ketentuan yang berlaku terkait batas plafon pinjaman serta tenor sesuai dengan jenis KUR yang dipilih.
Langkah Pengajuan KUR BRI
Apabila memenuhi syarat tersebut, selanjutnya adalah mengajukan KUR BRI melalui daring maupun datang langsung ke cabang terdekat, berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:
1. Pengajuan secara online
- Akses situs https://kur.bri.co.id untuk pengajuan KUR bri secara online.
- Bagi pengguna baru, pilih menu ‘Daftar’ untuk membuat akun terlebih dahulu. - Jika sudah memiliki akun, masuk menggunakan email yang terdaftar.
- Lakukan verifikasi email bagi pengguna baru agar akun dapat diaktifkan.
- Setelah berhasil login, pilih menu ‘Ajukan Pinjaman KUR’.
- Baca syarat dan ketentuan KUR, kemudian centang pilihan ‘Saya Nasabah BRI’ dan ‘Setuju & Ajukan Pinjaman’.
- Isi seluruh data diri dengan lengkap dan benar.
- Unggah dokumen pendukung sesuai permintaan sistem.
- Masukkan detail pengajuan pinjaman, seperti nominal dan jangka waktu pinjaman.
- Gunakan fitur ‘Hitung Angsuran’ untuk melihat simulasi cicilan.
- Tunggu informasi lebih lanjut terkait persetujuan atau penolakan dari pihak bank.
2. Pengajuan ke Kantor Cabang
- Siapkan dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, KK, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta buku tabungan BRI.
- Datangi kantor cabang BRI sesuai domisili.
- Isi formulir pengajuan kredit yang disediakan oleh pihak bank.
- Ikuti proses verifikasi data serta wawancara sesuai prosedur yang berlaku.
- Jika pengajuan disetujui, pihak bank akan menghubungi pemohon untuk tahap pencairan dana.

4 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7472088/original/011964600_1780245154-1001313678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7468633/original/034540500_1780241781-IMG-20260531-019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2127342/original/057106300_1524984335-Shadow-pic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7465406/original/018636300_1780239054-700169.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7380226/original/086438700_1780160666-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_14.00.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7450525/original/085371300_1780225787-326775583_2495754700577635_3913181402780748906_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7457558/original/071405400_1780231961-Ledakan_bom_PD_II_di_Biak_Numfor.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7456783/original/092152600_1780231271-699645.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7450524/original/079796200_1780225787-WhatsApp_Image_2026-05-31_at_4.34.55_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7451226/original/075075200_1780226268-697891.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6506178/original/007433600_1779364100-kabur-saat-dirazia-polisi-karena-bawa-sabu-tjit-masuk-selokan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7445521/original/099439800_1780221128-1002107501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7433117/original/002670300_1780209775-344410.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7281332/original/004073500_1780066941-es_teh_edit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7418309/original/020155300_1780196019-1002103878.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7411780/original/072151500_1780190166-IMG-20260529-WA0114_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7407147/original/012710800_1780185973-IMG-20260529-WA0033_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7357617/original/015000000_1780138742-tambak_udang__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7401345/original/039096800_1780180493-sabu_karawang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7400101/original/065476800_1780179553-345024.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2848338/original/058999900_1562657854-IMG_20190709_141553.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489005/original/077235900_1769774841-Kasus_keracunan_massal_di_SMA_2_Kudus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489989/original/007869000_1769955452-Potret_miris_Lampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489994/original/099745700_1769956132-Banjir_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489952/original/092494800_1769953324-Korban_banjir_di_Sumut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495513/original/044841700_1770373828-Guru_di_Sukabumi_bikin_video_menyuapi_siswi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489947/original/044203700_1769951324-Jasad_tanpa_identitas_muncul_saat_tim_gabungan_mengevakuasi_kapal_tenggelam_di_selat_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498617/original/080547900_1770712309-Polisi_bongkar_gudang_miras_di_Makassar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500263/original/046163100_1770852465-keracunan_mbg_penajam_paser.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489886/original/069746100_1769943913-Polres_Bantul_mengungkapkan_motif_bisnis_di_balik_penemuan_mayat_di_Parangtritis.png)