Liputan6.com, Jakarta - Polisi membekuk tiga tersangka bagian sindikat pencurian tas merek Lululemon di kawasan kargo Bandara Soekarno-Hatta, Kabupaten Tangerang. Aksi pencurian yang telah terjadi dalam kurun waktu dua tahun itu menyebabkan perusahaan ekspor PT Pungkook Indonesia One merugi hingga lebih dari Rp 1 miliar.
"Tiga orang tersangka berhasil diamankan terkait kasus pencurian dan penadahan barang ekspor berupa tas merek Lululemon,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana, Kamis (14/5/2026).
Ketiga tersangka adalah R alias K, A dan F. Ketiganya ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (29/4/2026).
Sementara, Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan, kasus tersebut bermula dari laporan polisi nomor LP/B/48/IV/2026/SPKT/Polresta Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya tertanggal 27 April 2026.
Peristiwa pencurian terjadi di area parkir Pergudangan Soewarna Bandara Soekarno-Hatta, Senin (13/4/2026) sekira pukul 15.30 WIB.
Korban adalah PT Pungkook Indonesia One yang beralamat di Grobogan, Jawa Tengah. Perusahaan tersebut sebelumnya mengirimkan sebanyak 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, China melalui kargo Garuda Indonesia.
Barang dikirim pada 10 April 2026 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 13 April 2026 sebelum dijadwalkan diterbangkan ke Shanghai menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 0894 rute Jakarta-Shanghai pada 14 April 2026. Pada 20 April 2026, pihak perusahaan menerima notifikasi dari pelanggan di Shanghai bahwa terdapat 108 tas yang hilang.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 213 juta," kata Yandri.
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan CCTV di area RA BST serta Pergudangan Soewarna, polisi menemukan adanya 40 karton dari total 512 karton yang sengaja disisihkan saat proses pemeriksaan X-Ray.
“Tersangka F berperan mengkondisikan agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks,” ujar Yandri.
Lalu, R merupakan otak pelaku sekaligus eksekutor pencurian dari sindikat ini. Dia bekerja sebagai tim operasional ekspor di salah satu perusahaan di Bandara Soekarno-Hatta. Sementara A berperan membantu eksekusi pencurian dan F bertugas mengondisikan barang agar bisa disisihkan dari jalur pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Yandri, sebanyak 80 tas hasil curian dijual kepada seorang penadah berinial BO dengan harga Rp 300 ribu per buah. Total hasil penjualan mencapai Rp 24 juta.
Dari hasil penyelidikan diketahui jika kawanan pencuri ini telah beberapa kali melakukan pencurian tas sejak 2024 hingga 2026. Kepada penyidik, para pelaku mengaku sudah tiga kali melakukan pencurian dalam jumlah yang banyak.
"Akibat kasus pencurian yang terjadi berulang tersebut perusahaan ekspor mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar," terang Yandri.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen pengiriman ekspor, rekaman CCTV, data manifest penerbangan Garuda Indonesia GA 0894, dokumen hasil timbang barang, satu unit mobil Avanza milik tersangka RR, serta satu unit truk box Isuzu yang digunakan mengangkut barang.
Para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP huruf g tentang tindak pidana pencurian yang dilakukan secara bersama sama atau bersekutu.
"Dengan ancaman hukuman maksimal tahun penjara," tutupnya.

3 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5824490/original/028052500_1778727112-IMG_6586.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5809651/original/000233000_1778712639-629053.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5810559/original/038047800_1778713417-1000034909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5776837/original/004829500_1778679557-IMG_20260513_182650.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5765201/original/095592900_1778668293-Jepretan_Layar_2026-05-10_pukul_17.09.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5765601/original/011920400_1778668655-liyer_liyer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5764649/original/003530500_1778667709-IMG_20260513_160253.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5762299/original/075860600_1778665272-1001252157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5760563/original/034146300_1778663533-1001251527.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5757425/original/048969100_1778659899-peternakan_unta_di_mojokerto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753728/original/023244700_1778655171-627760.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5752390/original/060233400_1778653456-1000034680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5740685/original/075019400_1778637763-1002021998.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5739236/original/037419600_1778636045-IMG-20260513-WA0031.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5738610/original/044223600_1778635099-1001249424.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5737885/original/010486900_1778634306-IMG-20260512-WA0244.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5737185/original/091032200_1778633399-1001250004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5734151/original/020987600_1778629142-email-attachment_2026_05_13_ahmad-adirin_aksi-mesum-di-balkon-alun-alun-tuban-rp19-miliar-terekam-kamera-satpol-pp-mengaku-kecolongan_IMG-20260512-WA0045__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5732436/original/000925900_1778626717-IMG-20260513-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5710176/original/009699900_1778595296-IMG-20260512-WA0026.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481725/original/076455900_1769144109-buah_menu_mbg_ada_ulat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5054281/original/091903900_1734400455-Snapinsta.app_298532642_196822186005884_5156155504984034611_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478870/original/037289600_1768956979-1000521273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479383/original/084866000_1768976901-Kepala_Disdik_Jawa_Barat_Purwanto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476549/original/066831900_1768790747-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479210/original/048749100_1768970947-135047.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480057/original/036717300_1769013852-tambang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479924/original/058776200_1768996184-black_box_pesawat_ATR_42-500_berhasil_ditemukan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479687/original/018004900_1768985969-1000939277.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478863/original/039458700_1768954137-1000521557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478685/original/093302100_1768911209-133906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472059/original/075252200_1768308782-Tangkapan_layar__Guru_SD_di_Lampung_Marah_Gara-Gara_Menu_MBG_Basi_Diduga_Bikin_Siswa_Keracunan.jpg)