Lambung Kapal KM Anaia Bocor,16 Orang Terombang-ambing di Tengah Laut

11 hours ago 11

Liputan6.com, Manado - KM Anaia mengalami kebocoran parah pada bagian lambung kapal saat berada di Perairan Biaro, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (25/5/2026), akibat cuaca buruk. Imbasnya sebanyak 16 Anak Buah Kapal (ABK) sempat terombang-ambing di tengah laut tanpa kepastian nasib.

Peristiwa menegangkan ini bermula pada Senin, sekitar pukul 03.15 Wita. KM Anaia yang sedang berlayar dari Perairan Maluku menuju Kota Bitung mendadak diterjang cuaca ekstrem. Hantaman ombak membuat lambung kanan kapal robek dan pecah, hingga air dengan cepat masuk dan merendam ruang mesin.

"Sadar posisi kapal semakin membahayakan, nakhoda langsung menghubungi pemilik kapal pada pukul 03.30 Wita, yang kemudian diteruskan ke pihak Basarnas Sulut pada pukul 05.25 Wita," ungkap Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng pada, Senin pagi (25/5/2026).

Merespons laporan darurat tersebut, Kantor SAR Manado bergerak cepat dengan memberangkatkan Tim Rescue dan ABK menggunakan Kapal Negara (KN) SAR berjenis Rigid Bouyancy Boat (RBB) pada pukul 05.46 Wita.

Setelah melakukan pencarian di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan titik koordinat korban pada pukul 06.38 Wita.

"Saat ditemukan, ke-16 ABK sudah dievakuasi ke perahu kecil (sekoci) penyelamat yang untungnya masih mampu bertahan," ujarnya.

Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, mengonfirmasi bahwa seluruh kru kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka serius.

"Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan sehat ke atas KN SAR jenis RBB. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam proses evakuasi cepat ini, sehingga seluruh ABK dapat diselamatkan," ujar George Mercy Randang dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Usai dievakuasi, KN SAR RBB langsung bertolak membawa para korban menuju Dermaga Munte Likupang dan tiba pada pukul 08.40 WITA. Setibanya di darat, seluruh ABK langsung menjalani pemeriksaan kesehatan intensif oleh tim medis dari Puskesmas Mubune Likupang.

Setelah dipastikan dalam kondisi sehat, para korban diserahkan ke Kantor UPP Likupang untuk proses pendataan, sebelum akhirnya dipulangkan ke keluarga masing-masing pada pukul 10.25 Wita melalui pihak pemilik kapal.

"Dengan berhasilnya evakuasi seluruh korban, Operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," tambah George.

Operasi penyelamatan berskala cepat ini turut melibatkan sinergi dari berbagai pihak, antara lain Tim Basarnas Sulut, Polairud Polres Minahasa Utara, Kantor UPP Likupang, Puskesmas Mubune, serta Pemerintah Kecamatan dan Desa Likupang Barat. 

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner