Makin Banyak Saingan Bermunculan, Agen BRILink Jadi Penopang Toko Cimox di Kasihan Bantul

4 hours ago 4

Liputan6.com, Yogyakarta - Daerah Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta diguyur hujan pada Sabtu (16/5/2026) siang. Meski hanya sebentar, namun cukup membasahi tanah dan memberikan rasa sejuk karena teriknya matahari.

Meski hujan baru saja mengguyur, beberapa pembeli tampak bergantian mampir ke Toko Cimox untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Toko Cimox sendiri terletak di Jalan Gatak, tepatnya di seberang kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Toko Cimox merupakan salah satu toko tertua di sekitar UMY. Suhardi (61), pemilik Toko Cimox, mengungkapkan bahwa tokonya telah berdiri sejak tahun 2004. Dari yang awalnya menjadi satu-satunya toko di daerah tersebut, kini sudah banyak toko baru bermunculan dengan jarak hanya beberapa meter.

"Sekarang saingannya kan toko Madura sini ada 13 toko. Belum ada 1 kilometer loh, 500 meter. Dari sini tuh ada 13 warung Madura," kata Suhardi.

Dua puluh dua tahun berdiri, Toko Cimox tetap bertahan. Bahkan Toko Cimox kini semakin menarik pelanggan karena menjadi agen BRILink. Adanya BRILink memudahkan masyarakat yang ingin melakukan transaksi keuangan tanpa ribet.

Toko Semakin Banyak Pesaing

Ditemui pada Sabtu (16/5/2026), Suhardi menceritakan tentang tokonya yang tidak seramai dulu karena banyaknya toko dengan jarak hanya beberapa meter. Mulai dari Warung Madura sampai toko milik warga.

Sepinya pembeli akibat banyaknya persaingan turut berdampak pada barang dagangan yang harus di-return atau dikembalikan. Jika barang yang dikembalikan bukan makanan tentu tidak menjadi masalah, namun berbeda halnya dengan produk makanan karena dapat menimbulkan kerugian.

"Soalnya warung sekarang juga saingannya banyak. Terus, ya namanya kalau pendapatan dari warung sekarang ngeri banget. Ngerinya itu bukan karena apa, ngerinya bareng retur," cerita Suhardi.

Makanan memiliki masa kedaluwarsa sehingga harus dipastikan habis terjual dalam beberapa bulan. Suhardi mengungkapkan bahwa jika dalam lima bulan makanan belum terjual, maka barang tersebut mau tidak mau harus di-return dan ditukarkan dengan produk yang baru.

Menjadi agen BRILink membantu meningkatkan pemasukan Toko Cimox. Awalnya, layanan ini ditawarkan oleh seorang alumni mahasiswa UMY yang juga merupakan pelanggan toko tersebut. Kini, keberadaan agen BRILink menjadi salah satu faktor yang membantu Toko Cimox tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan.

"Jadi ya, adanya BRILink ini kan ya menambah. Membantu sekali," jelas Suhardi.

Meski keuntungan yang didapatkan tidak banyak, namun cukup untuk menambah pemasukan warung, menarik pelanggan dan juga membantu masyarakat yang ingin melakukan transaksi keuangan tanpa ribet harus ke ATM atau bank.

Delapan tahun menjadi agen BRILink, Suhardi mengungkapkan bahwa modal awal yang ia gunakan sekitar Rp5 juta. Seiring berjalannya waktu, transaksi semakin meningkat dan semakin ramai, sehingga peringkat BRILink yang ia kelola juga menjadi lebih baik.

"Kalau dulu modalnya sedikit banget. Saya dulu itu cuma berapa ya mbak, lima jutaan. Nah setelah lima juta itu, loh ternyata yang transaksi kok besar-besar akhirnya. Akhirnya lama-lama ya kita fokus agak memperkuat. Itu agak-agak lumayan," cerita Suhardi.

Obrolan sempat terjeda beberapa kali karena Suhardi melayani pembeli. Saat itu Toko Cimox memang cukup ramai. Tak lama setelah melayani pembeli, Suhardi mengungkapkan jika tantangan menjadi agen BRILink adalah menerima uang palsu dari pembeli.

Suhardi melanjutkan, tantangan kedua menjadi agen BRILink adalah risiko penipuan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami kejadian tersebut hingga kasusnya harus ditangani sampai ke Polda.

"Tantangannya yang pertama uang palsu, yang kedua penipu. Soalnya waktu awal-awal BRILink itu, orang kesini transaksi sampai 3 kali. 5 juta 3 kali. Berarti 15 juta. Dia itu kena tipu pulsa murah itu," kata Suhardi.

Pelaku yang diceritakan Suhardi ternyata tidak menyadari bahwa ia meminta transfer melalui agen BRILink tanpa benar-benar memegang uang sesuai nominal yang disebutkan. Setelah transaksi terakhir dilakukan, pelaku baru menyadari bahwa dirinya juga menjadi korban penipuan.

Kerugian yang hampir mencapai Rp15 juta tersebut akhirnya dikembalikan oleh orang tua pelaku. Hampir alami kerugian, Suhardi tentu sangat ingat dengan kejadian tersebut. Suhardi meminta pertanggung jawaban orang tua pelaku yang merupakan mahasiswa UMY.

"Urusan sampai di Polda. Orang tuanya yang saya minta bertanggung jawab. Itu akhirnya, ya orang tuanya ngebalikan," cerita Suhardi.

Selain uang palsu dan penipuan, tantangan lain yang dihadapi Suhardi sebagai agen BRILink adalah penggunaan QRIS. Tidak sedikit pelanggan yang hanya menunjukkan bukti pembayaran QRIS secara sekilas. Sementara itu, penjual sering kali tidak dapat memeriksa dengan detail karena bukti transaksi hanya ditampilkan dalam waktu singkat.

Ketika toko sedang ramai, kejadian tersebut perlu diwaspadai. Jika nilai pembelian atau pembayaran di bawah Rp10 ribu, Suhardi memilih untuk mengikhlaskan dan menganggapnya sebagai pembelian kecil, biasanya untuk kebutuhan makan sederhana atau sekadar mengisi perut.

"Kalau cuma nilainya di bawah 10 ribu, tak biarin aja. Dia paling cuma orang lapar aja," jelas Suhardi.

Pernah Menerima Uang Palsu

Suhardi beberapa kali menerima uang palsu dari pelanggan. Bahkan pemilik warung berusia 61 tahun ini sempat memperlihatkan uang palsu Rp50 ribu yang masih disimpannya. Sekilas terlihat bahwa uang palsu ini tidak berbeda dengan uang asli.

Uang palsu yang pernah diterima Suhardi biasanya ditemukan terselip di bagian tengah tumpukan uang. Jika transaksi bernilai hingga puluhan juta rupiah, risiko penyisipan uang palsu di antara bundel uang tersebut menjadi lebih besar.

"Jadi kalau ramai itu, kalau transaksi kan di sini itu ada yang di atas 20 juta, ada yang 10 juta. Nah itu udah diikat, udah ditata gitu, itu (uang palsu) diselipkan di dalamnya. Kalau antre kan nggak mungkin saya ngitung satu-satu, tak ngitung mesin pengitung itu," kata Suhardi.

Suhardi bercerita jika dulu ia punya alat pendeteksi uang palsu. Namun pelaku sepertinya mempelajari situasi akan masuk toko ketika sedang ramai. Jika toko sedang ramai pemilik toko tentu sibuk dan tidak terlalu memperhatikan detail uang yang diterima.

"Setelah setor ke bank tau-tau, waduh ini emang palsu lah ini. Akhirnya saya sekarang juga hati-hati kalau orang-orang baru yang transaksinya besar, langsung saya senter. Tapi kalau udah lengganan, ya nggak," jelasnya.

Ditemui di Sunday Morning UGM pada (24/5/2026), Endah (55) salah satu nasabah BRI yang pernah menggunakan layanan agen BRILink untuk setor dan tarik tunai, mengungkapkan bahwa keberadaan agen BRILink sangat memudahkan masyarakat.

"Kan nggak mungkin mau keluar ke bank. Jauh kan kita. Itu ke agen BRILink ya transfer ya kita narik juga gitu," cerita Endah.

Endah pernah tinggal di Lampung pada tahun 2000 hingga 2017 di daerah yang cukup jauh dari pusat kota. Untuk pergi ke ATM, ia bahkan harus menggunakan speedboat. Karena itu, keberadaan agen BRILink sangat memudahkannya dalam melakukan transaksi keuangan selama tinggal di Lampung.

"Oh ternyata gitu ya lumayan juga ini (BRILink). Saya kalau mau transfer, nunggu naik speedboot dulu di Lampung," kenang Endah.

Mengutip unggahan Instagram resmi BRI pada 30 April 2026, sepanjang Triwulan I 2026 BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong perekonomian Indonesia melalui pendekatan inklusif dan penguatan layanan digital channel. Hingga Maret 2026, BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year on year (yoy).

Sejalan dengan hal tersebut, layanan inklusi keuangan yang dijalankan BRI juga terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Melalui BRILink Agen, BRI tercatat memiliki sekitar 1,18 juta agen dengan volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Kehadiran agen BRILink tersebut telah menjangkau lebih dari 66 ribu desa atau mencakup lebih dari 80 persen total desa di seluruh Indonesia.

Jangkauan yang luas tersebut dinilai mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, terutama di wilayah yang jauh dari kantor cabang bank maupun fasilitas ATM. Tidak hanya membantu transaksi sehari-hari, keberadaan agen BRILink juga menjadi salah satu bentuk penguatan inklusi keuangan di tengah masyarakat.

Sementara itu, layanan SenyuM turut mencatat berbagai capaian, mulai dari simpanan emas sebesar 22 ton, total 1.035 co-location SenyuM, hingga 34,2 juta nasabah pinjaman dan 166,3 juta rekening simpanan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner