Ngaku Dibegal, Ternyata Duit Kantor Ratusan Juta Dipakai Judol

8 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Peribahasa ini tepat menggambarkan aksi WH (24), karyawan perusahaan kontraktor asal Desa Bukit, Kecamatan Pegagan Hilir.

WH mendekam di sel tahanan Satuan Reserse Polres Dairi setelah ketahuan merekayasa kasus pembegalan demi menutupi uang perusahaan Rp 340 juta ludes untuk judi online (judol).

"Awalnya, WH mengaku menjadi korban perampokan dan begal dengan kerugian Rp 340 juta lebih. Namun setelah dilakukan penyelidikan mendalam, faktanya hal tersebut adalah manipulasi. Uang tersebut sebenarnya habis dipakai pelaku untuk judi online," ujar Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan.

Cerita Tipu-Tipu WH

Drama fiktif ini bermula pada Selasa (5/5/2026) lalu. Kepada polisi, WH mengarang cerita bahwa dirinya dikejar dan dirampok tiga pria bermasker setelah mengambil uang dari bank di Sidikalang.

TKP yang dipilih pelaku adalah kawasan dekat Jembatan Lae Renun, Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga. Agar lebih meyakinkan petugas, WH juga mengaku kepalanya dipukul menggunakan balok hingga terluka. Tak hanya itu, tas berisi laptop serta uang ratusan juta miliknya digondol kawanan begal.

Namun, skenario yang disusun WH tak berjalan sempurna. Penyidik Polres Dairi berhasil mengendus manipulasi yang dia lakukan. Polisi menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian, termasuk bercak darah di batu sekitar TKP. Petugas juga berhasil menemukan tas berisi laptop dan ponsel milik pelaku yang sengaja dibuang ke sungai.

Setelah diinterogasi secara intensif, WH akhirnya tidak berkutik dan mengakui semua perbuatannya. 

Tabrakkan Diri ke Gubuk Agar Luka Terlihat Sungguhan

Uang Rp 340 juta yang diembat WH seharusnya digunakan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sesuai perintah pimpinan perusahaannya. Bukannya disetorkan, uang tersebut malah ditransfer ke rekening pribadi WH dan habis tak bersisa untuk bermain judi online. Karena panik modalnya ludes akibat kalah judi, WH memutar otak dan menciptakan cerita pembegalan.

Kenyataan pahitnya, luka di kepala WH bukan karena dipukul balok oleh begal, melainkan akibat ulahnya sendiri. WH mengaku sengaja menabrakkan dirinya ke gubuk, lalu sengaja memukulkan kepalanya ke batu di TKP agar luka tersebut terlihat meyakinkan sebagai korban kekerasan.

Kini, WH harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum atas dugaan penggelapan dalam jabatan dan laporan palsu.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner