Liputan6.com, Jakarta - Fakta-fakta mengejutkan di balik kematian Dwi Putri Apriliandini, calon pemandu lagu (LC) di Kota Batam, mulai terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (8/6/2026) malam.
Dalam persidangan tersebut, bidan bernama Rita Marlina yang dihadirkan sebagai saksi mengungkap adanya cerita yang disampaikan para terdakwa mengenai kondisi korban sebelum meninggal.
Korban mengalami luka lebam akibat dianiaya pacarnya, dan kerap mengamuk hingga membenturkan kepala ke dinding.
Keterangan itu disampaikan sarjana Terapan Kebidanan tersebut, saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim yang dipimpin Wakil Ketua Pengadilan Negeri Batam Muhammad Eri Justiansyah, didampingi dua hakim anggota.
Sidang juga dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Batam Gustri Rio serta tim penasihat hukum para terdakwa.
Rita merupakan satu dari beberpa saksi yang dihadirkan JPU dalam perkara dengan terdakwa Wilson Lukman, Anik Istiqomah Noviana alias Mami Ani, dan sejumlah terdakwa.
Di hadapan majelis hakim, Rita mengaku dihubungi Mami Ani pada Jumat (24/11/2025). Saat itu dia diminta datang ke rumah untuk memberikan infus whitening kepada korban yang disebut baru tinggal di rumah tersebut.
Menurut saksi, Mami Ani menyebut korban memiliki banyak lebam di tubuh akibat dipukul oleh pacarnya. "Mami Ani bercerita korban sering dipukul pacarnya. Katanya banyak lebam di tubuh korban," ungkap Rita dalam persidangan.
Tidak hanya itu, korban juga sering mengalami histeria dan mengamuk hingga membenturkan kepalanya ke dinding. Keterangan tersebut, menurut saksi, disampaikan Mami Ani saat dirinya berada di rumah tersebut.
Namun cerita yang disampaikan itu mulai dipertanyakan ketika Rita diminta memeriksa kondisi korban yang disebut sedang lemas, tidak mau makan, bahkan harus dibantu saat mandi dan ke kamar mandi.
"Saya diminta melihat kondisi korban dan diminta menginfuskan vitamin," beber Rita.
Saat memasuki kamar korban, Rita mengaku terkejut melihat kondisi korban yang terbaring di atas tempat tidur. Menurutnya, wajah dan tubuh korban sudah tampak membiru.
Dia kemudian memeriksa denyut nadi pada tangan dan leher korban. Hasil pemeriksaan tersebut membuatnya semakin khawatir.
"Hasilnya tidak ada respons sama sekali," ujarnya.
Melihat kondisi itu, Rita langsung menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurutnya, beberapa orang yang berada di lokasi tampak tidak percaya dengan kondisi korban. Saat itu, di rumah tersebut terdapat Mami Ani, Tama, Charles, dan seorang asisten.
"Mami sempat bilang, 'Masa sih Bu Bidan? Tadi pagi masih ada respons'," tutur Rita menirukan ucapan yang didengarnya saat itu.
Karena kondisi korban sudah sangat mengkhawatirkan, Rita mengaku tidak berani memberikan infus vitamin sebagaimana diminta.
"Saya tidak berani. Saya hanya menyarankan langsung dibawa ke rumah sakit," katanya.
Dalam kesaksiannya, Rita juga mengungkap bahwa Wilson Lukman belum berada di lokasi ketika dirinya pertama kali memeriksa korban. Wilson baru turun dari lantai atas rumah setelah dipanggil oleh Mami Ani.
Kepada Wilson, saksi kembali menegaskan bahwa korban harus segera mendapatkan penanganan medis. Namun, menurut Rita, Wilson sempat beranggapan korban hanya berpura-pura.
"'Tidak Bu Bidan, ini anak pura-pura saja,' begitu yang saya dengar," ungkap Rita di hadapan majelis hakim. Wilson bahkan disebut meminta agar korban tetap diberikan infus vitamin.
Permintaan tersebut ditolak karena Rita menilai kondisi korban sudah berada di luar kewenangannya sebagai bidan dan membutuhkan pemeriksaan medis di rumah sakit.
"Saya bilang ini bukan pura-pura lagi. Ini harus segera ke rumah sakit," tegasnya.
Merasa panik dan ketakutan setelah melihat kondisi korban yang tidak memberikan respons, Rita akhirnya memilih meninggalkan rumah tersebut.
Kesaksian bidan itu menjadi salah satu bagian penting dalam persidangan yang mengungkap detik-detik sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
Keterangan tersebut juga membuka tabir mengenai cerita yang selama ini disampaikan kepada saksi terkait penyebab luka-luka pada tubuh korban.
Sidang perkara dugaan pembunuhan tersebut akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya Senin pekan depan guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan tewasnya calon pemandu lagu tersebut.

10 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8149954/original/039807500_1781003257-Pengolahan_sampah_di_Kudus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8149358/original/043187200_1781002568-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_16.21.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8144570/original/011814900_1780997461-VID-20260609-WA0042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142912/original/079639300_1780995356-Koperasi_Merah_Putih_dibangun_di_lahan_SD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142445/original/055475600_1780994868-733295.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8139899/original/075135700_1780992163-4eb743cf-ec37-429c-91b6-b2078adf895b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8132683/original/027194400_1780984558-732594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8127164/original/080575300_1780978705-IMG_7562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8072886/original/072631100_1780918124-IMG_20260108_175012.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8081688/original/006856400_1780927950-IMG-20260608-WA0051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8078272/original/086814400_1780924039-gamelan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8075634/original/021802400_1780921108-IMG_7557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8071813/original/071239000_1780916988-355123.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080103/original/047492500_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8066303/original/049490300_1780910940-1001340088.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8064710/original/039868400_1780909336-Calon_pengantin_diduga_menjadi_korban_penipuan_WO.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8064049/original/088005900_1780908650-1000427925.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062735/original/071141000_1780907069-IMG-20260607-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061345/original/057878100_1780905535-WhatsApp_Image_2026-06-08_at_00.13.10__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8060749/original/048772100_1780904897-1000835381.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498617/original/080547900_1770712309-Polisi_bongkar_gudang_miras_di_Makassar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511854/original/021153700_1771918936-mbg8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498961/original/042561400_1770731612-Rieke_di_acara_RTD_Samarinda.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500263/original/046163100_1770852465-keracunan_mbg_penajam_paser.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515159/original/013988600_1772163544-Penemuan_potongan_tubuh_di_Gianyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009429/original/017937800_1651117586-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513754/original/079309000_1772064124-John_Tobing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501191/original/029485900_1770889140-Kapolres_Bima_Kota_AKBP_Didik_Putra_Kuncoro.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4002342/original/071823600_1650541238-20220421_173113.jpg)