Liputan6.com, Jakarta - Di tengah perjalanan banyak pelaku usaha kecil yang naik-turun dalam membangun bisnis, tidak sedikit yang harus melewati fase gagal sebelum akhirnya menemukan titik stabil. Proses itu sering kali tidak instan, melainkan hasil dari pengalaman panjang, evaluasi, dan keberanian untuk mencoba kembali.
Bagi pelaku usaha, akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi salah satu instrumen yang membantu pengembangan usaha. Namun, tidak semua pelaku usaha langsung menggunakannya di awal perjalanan bisnis.
Hal ini juga dialami Imam Nur Rahman (30), pelaku usaha konter pulsa dan Agen BRILink asal Yogyakarta, yang mengaku sempat berada di titik terendah sebelum usahanya kembali tumbuh.
Menunggu Usaha Stabil Sebelum Mengambil KUR
Saat mulai menjadi AgenBRILink, kondisi usahanya juga belum langsung stabil. Tahun pertama menjadi masa yang cukup berat. Target transaksi tidak tercapai, modal terus terpakai untuk operasional, bahkan ia sempat mengalami kerugian. Di masa itu, Imam mengaku sempat merasa galau dan mempertanyakan apakah usaha yang dibangunnya bisa benar-benar bertahan.
Namun alih-alih buru-buru mencari tambahan modal lewat pinjaman, ia memilih memperkuat pondasi bisnis terlebih dahulu. Ia mulai mempelajari pola transaksi pelanggan, memahami kebutuhan masyarakat sekitar, hingga belajar dari pengalaman agen lain melalui media sosial dan komunitas. Menurutnya, bisnis tidak bisa dijalankan hanya dengan semangat besar tanpa perhitungan matang.
“Bisnis pertama itu jangan terlalu menggebu. Harus ada perencanaan dan manajemen risiko,” katanya.
KUR BRI untuk Kembangkan AgenBRILink
Imam baru mulai merasa yakin mengambil pinjaman ketika usahanya memasuki tahun kedua. Saat itu, jumlah pelanggan mulai bertambah dan pola transaksi harian sudah lebih mudah diprediksi. Ia melihat peluang bisnis AgenBRILink ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan sebelumnya. Banyak masyarakat di sekitar tempat usahanya membutuhkan layanan transaksi keuangan yang cepat dan mudah tanpa harus pergi jauh ke kantor bank atau ATM.
Dari situ, Imam mulai menyadari bahwa kendala terbesar usahanya bukan lagi mencari pelanggan, melainkan keterbatasan saldo untuk melayani transaksi dalam nominal besar. Akhirnya, ia memutuskan mengambil KUR Kecil BRI senilai Rp150 juta.
"Saya ambil KUR buat membesarkan usaha, ambil yang Rp 150 juta dalam 2 tahun, baru aja April ini” ujarnya.
Untuk pengajuan tersebut, Imam memenuhi sejumlah syarat KUR Kecil BRI, di antaranya memiliki usaha yang produktif dan layak, tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit, serta telah menjalankan usaha secara aktif minimal 6 bulan. Selain itu, ia juga memiliki izin usaha seperti IUMK atau dokumen lain yang setara sebagai bukti legalitas usahanya.
Namun pinjaman tersebut tidak digunakan untuk membeli kendaraan, renovasi tempat usaha, atau kebutuhan konsumtif lainnya. Seluruh dana difokuskan sebagai tambahan saldo transaksi AgenBRILink agar ia mampu melayani lebih banyak pelanggan.
“Pure buat saldo. Karena alat penunjang sudah ada semua,” ujarnya.
Keputusan itu ternyata menjadi titik balik penting bagi perkembangan usahanya. Dengan saldo yang lebih besar, Imam mulai mampu melayani transaksi bernilai tinggi yang sebelumnya sering tidak bisa ia ambil karena keterbatasan modal mengendap.
Pelanggan Semakin Bertambah
Setelah kapasitas transaksinya meningkat, pelanggan Imam pun semakin beragam. Tidak hanya berasal dari pekerja harian dan warga sekitar, tetapi juga para pelaku usaha yang membutuhkan layanan transaksi tunai dalam jumlah besar secara rutin.
“Layanan setor-simpan sama tarik tunai paling banyak. Tapi di akhir bulan tanggal 20 itu paling banyak bayar cicilan, PDAM, tagihan listrik, pegadaian,” ujarnya.
Seiring waktu, ia mulai melayani berbagai kalangan seperti pedagang pasar, pemilik usaha dekorasi, juragan kayu, hingga pedagang padi yang rutin menarik uang untuk membayar karyawan. Dalam satu hari, jumlah transaksi yang ia tangani bisa mencapai sekitar 200 transaksi, dengan nilai transaksi besar rata-rata berkisar antara Rp40 juta hingga Rp60 juta.
Menurut Imam, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat sebenarnya sangat tinggi, terutama di wilayah dengan aktivitas ekonomi yang ramai namun akses perbankan terbatas. Banyak pelanggan memilih datang ke AgenBRILink karena lebih praktis dibanding harus mengantre di bank atau ATM.
Selain itu, jam operasional kiosnya yang buka sejak pagi hingga malam juga menjadi keunggulan tersendiri. Usaha konter pulsa yang ia jalankan pun semakin dikenal dan dipercaya setelah berkembang menjadi AgenBRILink.
Pinjaman Bukan Sekadar Modal, Tapi Tanggung Jawab
Meski kini usahanya berkembang pesat, Imam mengaku tetap berhati-hati dalam mengelola pinjaman usaha. Baginya, KUR bukan sekadar tambahan modal, tetapi tanggung jawab yang harus diperhitungkan dengan matang. Sebelum mengambil pinjaman, ia sudah menghitung berbagai kemungkinan terburuk apabila bisnis mengalami penurunan.
“Kalau saya enggak mampu bayar, aset saya masih aman dan uangnya masih bisa saya kembalikan utuh,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan usaha bukan hanya soal seberapa besar modal yang dimiliki, tetapi juga kemampuan mengelola risiko dan menjaga kestabilan keuangan. Kini, setelah usahanya berkembang, Imam mengaku hidupnya berubah jauh dibanding saat masih menjadi karyawan.
Jika dulu ia harus menahan banyak keinginan karena kondisi finansial yang terbatas, sekarang ia merasa lebih tenang dalam mengatur keuangan.
Namun perubahan itu tidak membuatnya mengubah gaya hidup secara berlebihan. Ia memilih tetap hidup sederhana dan memutar keuntungan usaha untuk investasi serta pengembangan bisnis ke depan.
“Sekarang saya lebih mikir gimana memperbesar investasi,” ujarnya.
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Penyaluran Rp65,95 Triliun KUR
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat dukungannya terhadap sektor usaha produktif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga April 2026, total penyaluran KUR BRI tercatat mencapai Rp65,95 triliun yang disalurkan kepada sekitar 1,3 juta debitur di berbagai wilayah Indonesia.
Penyaluran tersebut didominasi oleh sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan, dengan porsi mencapai 66,47 persen. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI terus berperan aktif dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong tercapainya swasembada pangan nasional.
“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI dalam mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI senantiasa menyalurkan KUR dengan memperluas akses permodalan, yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” ujar Akhmad.
Ia menambahkan, penyaluran KUR juga difokuskan untuk mendorong pelaku usaha agar dapat berkembang seiring meningkatnya akses permodalan. Hal ini terlihat dari kemampuan debitur dalam memperluas skala usaha serta meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Hingga April 2026, tercatat sebanyak 307 ribu debitur atau 31,96 persen dari target 962 ribu debitur berhasil naik kelas. Selain itu, jangkauan KUR BRI terhadap rumah tangga juga terus meningkat, di mana sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI, naik dari 18 rumah tangga pada 2025 dan 17 rumah tangga pada 2024.

2 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7363940/original/002897600_1780144775-WhatsApp_Image_2026-05-30_at_7.02.56_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7281332/original/004073500_1780066941-es_teh_edit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6949640/original/035957900_1779716879-Toko_Cimox_BRILink.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7328733/original/097113600_1780113427-Pelaku_Pembunuhan_Nenek_di_NTT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7275888/original/015268300_1780060974-api_misterius.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7264539/original/043979700_1780050847-Screenshot_2026-05-29_at_17.25.54.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7263081/original/051298000_1780049068-IMG_20260529_111325.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7257318/original/032111800_1780043489-kebakaran_rsud_gowa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7255925/original/035486200_1780042080-kebakaran_RSUD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7252382/original/006932200_1780038339-ungkap-kasus-penipuan-jual-beli-titik-sppg-di-ntb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7181507/original/098633100_1779977160-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.56.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182144/original/083081500_1779977916-bagas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7180633/original/086155500_1779975702-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_20.39.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7089269/original/039433200_1779870527-tatag_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7171059/original/025729600_1779962539-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_4.56.32_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7171534/original/051592000_1779963347-1001303548.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1237075/original/072380200_1463561466-IMG_20160518_133931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7113198/original/065832500_1779897174-Lapas_Bollangi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7028576/original/004431700_1779802917-IMG-20260526-WA0039.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2848338/original/058999900_1562657854-IMG_20190709_141553.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489005/original/077235900_1769774841-Kasus_keracunan_massal_di_SMA_2_Kudus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489989/original/007869000_1769955452-Potret_miris_Lampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495513/original/044841700_1770373828-Guru_di_Sukabumi_bikin_video_menyuapi_siswi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489994/original/099745700_1769956132-Banjir_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489952/original/092494800_1769953324-Korban_banjir_di_Sumut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487028/original/091844600_1769654938-Jenazah_pria_asal_Jakarta_ditemukan_di_Parangtritis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489423/original/063719600_1769859359-1000328194.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498617/original/080547900_1770712309-Polisi_bongkar_gudang_miras_di_Makassar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489947/original/044203700_1769951324-Jasad_tanpa_identitas_muncul_saat_tim_gabungan_mengevakuasi_kapal_tenggelam_di_selat_Bali.jpg)