Program Pendidikan Kesetaraan Atasi Tingginya Angka Putus Sekolah di Kutai Kartanegara Kaltim

1 hour ago 2

Liputan6.com, Kutai Kartanegara - Penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 diraih oleh PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Resources, subholding MMSGI.

Acara itu diselenggarakan oleh The Iconomics atas Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dijalankan di wilayah lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Sejak dijalankan pada 2019, program tersebut telah membantu 869 warga memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, dengan 212 lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha," ujar Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama, Kemal Djamil Siregar, Selasa (26/5/2026).

Dia menjelaskan, atas dampak tersebut, MHU dinilai berhasil menghadirkan manfaat sosial yang nyata melalui peningkatan akses pendidikan sekaligus pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, pada Kamis 21 Mei 2026 dengan tema 'Transformasi CSR: Adaptasi Korporasi di Tengah Arah Baru Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto'.

"Program ini berawal dari hasil pemetaan sosial MHU yang menunjukkan masih tingginya angka putus sekolah di wilayah Ring 1 operasional perusahaan," ucap Kemal.

Hadirkan Program Pendidikan Kesetaraan

Kemal menjelaskan, dari sekitar 52 ribu penduduk yang tersebar di 10 desa, sekitar 34 persen warga tercatat belum menyelesaikan pendidikan formal.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu, Kecamatan Loa Kulu, menghadirkan program pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari upaya pengembangan masyarakat jangka panjang," ucap dia.

Menurut Kemal, selain menyediakan pendidikan Paket A, B, dan C, program ini juga didukung penyediaan fasilitas belajar, renovasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), pengadaan komputer, serta pelatihan keterampilan kerja seperti operator alat berat dan tata boga.

"Pada 2024, total anggaran program mencapai Rp 516 juta yang berasal dari dukungan CSR PT MHU, bantuan Dinas Pendidikan, dan kontribusi warga belajar," terang dia.

Hingga saat ini, menurut Kemal, sebanyak 212 lulusan program telah memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha, di antaranya PT Madani, PT AMM, PT Niaga Mas, sektor jasa keamanan, hingga wirausaha mandiri. Sebagian lulusan lainnya juga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kemal menegaskan, capaian tersebut menunjukkan, program pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengatakan, pendidikan merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

"Bagi MHU, keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini kami jalankan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami," papar Kemal.

"Kami percaya pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk membuka peluang yang lebih luas dan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri serta berdaya saing," sambung dia.

Menurut Kemal, selain memperoleh apresiasi nasional, program ini juga menunjukkan dampak sosial yang terukur. Program ini mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,59, yang berarti setiap Rp1 yang diinvestasikan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai Rp 3,59 bagi masyarakat.

"Selain itu, program ini juga memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,72 dari skala 4 atau setara 93,06, dengan kategori 'Sangat Baik', yang mencerminkan tingginya kepuasan penerima manfaat terhadap pelaksanaan dan dampak program," ucap dia.

Perkuat Hubungan Sosial

Menurut Kemal, keberhasilan program turut memperkuat hubungan sosial perusahaan dengan masyarakat sekitar serta mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan pembangunan.

"Ke depan, MHU akan terus memperkuat program pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, perluasan pelatihan keterampilan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pendidikan dan meningkatkan daya saing masyarakat lokal secara berkelanjutan," jelas dia.

Sementara itu, dampak program pendidikan MHU juga tercermin melalui kisah mahasiswi Program Studi Agroteknologi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) asal Desa Loa Ulung bernama Yeni Yuniarni. Dia berhasil melanjutkan pendidikan tinggi melalui dukungan beasiswa MHU.

Berkat program tersebut, Yeni tidak hanya dapat melanjutkan kuliah, tetapi juga memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea Selatan.

"Dulu saya sempat berpikir tidak akan bisa kuliah karena kondisi keluarga. Tapi beasiswa ini mengubah banyak hal dalam hidup saya," ucap dia.

"Saya tidak hanya bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar hingga ke Korea. Kalau saya tidak kuliah, mungkin saya tidak akan pernah sampai di titik ini," sambung Yeni.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner