Teka-teki Kematian Pejabat Purwakarta Bersimbah Darah

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kematian Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta Yogi Saleh (46) masih menjadi misteri. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kabupaten Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam.

"Korban merupakan Pegawai Negeri Sipil di Pemda Kabupaten Purwakarta," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan, Selasa (16/6/2026). Dikutip dari merdeka.com.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh istri korban, Widia (38), yang baru pulang ke rumah setelah menghadiri acara wisuda kelulusan anak mereka.

Setibanya di rumah, Widia mendapati pintu rumah dalam keadaan tertutup dan terkunci dari dalam. Upayanya memanggil korban tidak direspons.

Karena khawatir, dia kemudian memutuskan masuk ke dalam rumah melalui jendela yang berada di area dapur bagian belakang.

"Pintu keadaan tertutup dan terkunci," ucap dia.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, Widia membuka pintu kamar dan mendapati suaminya sudah tergeletak tidak bernyawa di sudut ruangan dengan kondisi bersimbah darah.

"Korban ditemukan posisi telentang dengan kepala berada di sudut pintu kamar dan bersimbah darah," ungkap dia.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka, yakni tiga luka tusuk di leher, satu luka sobek di area ulu hati, serta memar di beberapa bagian tubuh.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan yang tengah dilakukan kepolisian.

Selain menemukan jasad korban, petugas juga menemukan sebilah pisau yang berada tidak jauh dari tubuh korban.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban sebagai barang bukti. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang dari rumah tersebut.

Fakta itu membuat penyidik masih terus mendalami berbagai kemungkinan terkait penyebab kematian korban.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih guna menjalani proses autopsi.

"Jenazah dibawa ke RS Sartika Asih untuk diautopsi," kata dia.

Polisi masih melakukan penyelidikan dan belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tindak pembunuhan atau karena sebab lainnya.

Hasil autopsi dan penyelidikan lanjutan akan menjadi dasar untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang menewaskan pejabat Pemkab Purwakarta tersebut.

Reporter: Merdeka.com/Azzura Galexia

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner