Viral Pelajar SMP di Pringsewu Dipukul dan Ditendang Teman

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video memperlihatkan aksi penganiayaan kepada MAR seorang pelajar SMP di Kabupaten Pringsewu, Lampung, viral di media sosial. Siswa berseragam Pramuka menjadi sasaran kekerasan oleh rekan sekolahnya inisial NRA yang mengenakan pakaian olahraga. Korban dipukul dan ditendang berulang kali pada wajah serta kepala.

Yang membuat prihatin, sejumlah pelajar lain yang berada di lokasi hanya menyaksikan kejadian tersebut tanpa berupaya melerai. Bahkan perekam video diduga melontarkan kata-kata yang memancing pelaku untuk terus melakukan kekerasan.

Peristiwa itu diketahui terjadi setelah jam pulang sekolah, Sabtu (30/5/2026) pukul 12.30 WIB.

Kapolres Pringsewu AKBP Yunnus Saputra mengatakan polisi memanggil kedua siswa yang terlibat beserta orang tua masing-masing untuk dimintai keterangan.

"Sudah kami panggil keduanya untuk dimintai keterangan. Orang tua masing-masing siswa juga kami hadirkan," kata Yunnus, Minggu (31/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang berawal dari ucapan korban kepada temannya. MAR diduga mengucapkan kalimat yang membuat NRA tersinggung.

"Hasil penelusuran kami, permasalahan ini dipicu kesalahpahaman dan ketersinggungan akibat ucapan korban kepada pelaku. Saat pulang sekolah, korban mengatakan kepada temannya, 'kenapa lu mau bonceng dia'," ungkap Yunnus.

Ucapan tersebut kemudian memancing emosi pelaku hingga terjadi adu mulut yang berujung pada aksi kekerasan.

"Pelaku emosi dan melakukan kekerasan fisik. Saat kejadian direkam oleh temannya yang juga mengucapkan kata-kata provokatif sehingga pelaku semakin menjadi-jadi. Tidak ada yang berusaha melerai," jelasnya. Polres Pringsewu menyatakan penanganan kasus itu dilakukan secara hati-hati karena melibatkan anak di bawah umur. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas pendidikan guna mencari solusi terbaik. "Kami melibatkan pihak sekolah dan dinas pendidikan dalam penanganan kasus ini. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan," tegas Yunnus.

Saat ini polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk peran pihak-pihak lain yang berada di lokasi saat aksi perundungan terjadi.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner