Liputan6.com, Jakarta - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kabupaten Gresik sebagai daerah yang inklusif dan ramah bagi anak-anak dengan spektrum autisme.
Penegasan itu disampaikan saat peringatan Hari Autis Sedunia dalam kegiatan Akses Nyata Gerakan Kesetaraan Anak Spektrum Autisme (Angkasa) yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Gresik, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gus Yani menekankan pentingnya membangun kesetaraan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, hingga akses sosial bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Anak-anak kita yang istimewa ini harus terus bisa mengakses pelayanan publik maupun layanan lainnya. Kita dorong kesetaraan agar tidak ada perbedaan,” ujar Gus Yani, Kamis (2/4/2026).
Ia menyebut, pemerintah daerah memiliki tiga peran penting untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan secara inklusif oleh masyarakat, khususnya bagi anak-anak dengan spektrum autisme.
Penerimaan Tanpa Syarat Jadi Kunci
Pertama, kata Gus Yani, adalah membangun perhatian terhadap lingkungan sosial melalui penerimaan tanpa syarat. Menurutnya, anak-anak dengan autisme tidak boleh dipandang dengan stigma negatif atau dibandingkan dengan anak-anak lain secara kompetitif.
“Jangan melihat mereka dengan kacamata kompetisi. Jangan sampai ada anggapan keliru bahwa anak autis itu nakal. Itu salah besar,” tegasnya.
Ia mengatakan, Pemkab Gresik terus mendorong Dinas Pendidikan agar mewujudkan ekosistem pendidikan yang benar-benar inklusif, tanpa diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus.
Layanan Terapi dan Jemput Gratis Sudah Berjalan
Peran kedua, lanjut Gus Yani, adalah memastikan dukungan medis dan terapi tersedia bagi masyarakat. Ia mengungkapkan, Pemkab Gresik telah memiliki layanan melalui UPT layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang terus berjalan dan diharapkan konsisten memberikan manfaat.
Tak hanya itu, Pemkab Gresik juga telah menyiapkan layanan penjemputan gratis bagi warga yang membutuhkan akses ke layanan tersebut.
“Kalau ada masyarakat Gresik yang membutuhkan layanan terapi atau lainnya, silakan koordinasi dengan UPT. Bahkan kita punya layanan penjemputan gratis. Kalau akomodasinya jauh, tinggal telepon, mobil sudah ada dan sudah berjalan,” ungkapnya.
Keluarga Punya Peran Sentral
Poin ketiga yang disoroti Gus Yani adalah pentingnya peran keluarga. Ia menilai keluarga menjadi fondasi utama dalam memberikan perhatian, pendampingan, dan kesabaran bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Keluarga punya peranan penting. Memberikan perhatian lebih untuk anak-anak kita yang istimewa ini. Mudah-mudahan semua diberi kemudahan dan kesabaran,” katanya.
Gus Yani juga menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka peluang kesetaraan bagi penyandang autisme yang telah dewasa, termasuk dalam akses dunia kerja.
Menurutnya, saat ini sudah ada 15 instansi pemerintah di Gresik yang membuka ruang penerimaan tanpa syarat. Selain itu, tercatat ada 11 perusahaan BUMN dan BUMD, serta 46 perusahaan swasta yang telah memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan anak-anak istimewa.
“Ini bentuk nyata kesetaraan. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak perusahaan yang peduli dan memberi kesempatan,” ujarnya.
Dinas Pendidikan: Tren Anak Berkebutuhan Khusus di Gresik Terus Meningkat
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, menambahkan bahwa peringatan Hari Autis Sedunia ini memiliki sejumlah tujuan penting, mulai dari meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat hingga memperkuat perlindungan hak-hak dasar penyandang autisme.
Menurut Hariyanto, ada lima tujuan utama dari kegiatan tersebut, yakni meningkatkan kesadaran dan pemahaman keluarga serta masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, termasuk anak autis.
"Selanjutnya, mempromosikan inklusi sosial, agar masyarakat menerima dan merangkul individu autis sehingga bisa hidup mandiri dan berdaya," ujarnya.
Hariyanto melanjutkan, mengadvokasi hak asasi manusia, termasuk hak atas pendidikan, perlindungan, dan bebas dari kekerasan. "Mendorong deteksi dini dan intervensi, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ucapnya.
Serta, kata Hariyanto, merayakan keunikan, dengan menyoroti potensi serta bakat yang dimiliki penyandang autisme. “Tujuan acara ini adalah agar anak-anak autis dan anak-anak istimewa mendapat perhatian kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tren jumlah anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan spektrum autisme, di Gresik terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Trennya terus naik dari hari ke hari. Karena itu ini menjadi perhatian kita bersama agar semangat kesetaraan terus digaungkan, supaya masyarakat dan keluarga memahami serta menerima keberadaan anak-anak istimewa,” ujarnya.
Sekolah Formal Tak Boleh Tolak Anak Autis
Terkait pendidikan, Hariyanto menegaskan bahwa seluruh sekolah formal di Gresik harus memberikan layanan terbaik bagi anak berkebutuhan khusus. Saat ini, di Gresik terdapat delapan SLB, baik negeri maupun swasta.Namun, sesuai arahan pemerintah pusat, seluruh satuan pendidikan juga didorong menjadi sekolah inklusi.
“Tidak boleh ada sekolah formal yang menolak anak autis atau anak berkebutuhan khusus. Semua harus diterima dan diberi layanan sesuai bakat dan minat mereka,” tegasnya.
Peringatan Hari Autis Sedunia di Gresik ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kesetaraan bagi penyandang autisme bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata, layanan publik yang ramah, akses pendidikan yang terbuka, hingga kesempatan kerja yang setara.

8 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544812/original/044376700_1775118076-gempa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544356/original/058000100_1775100693-gempa_bitung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545219/original/065111600_1775137976-1000676782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545218/original/005568200_1775136822-1000674192.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545182/original/020160700_1775130641-WhatsApp_Image_2026-04-02_at_18.06.46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545146/original/001458700_1775126849-Wali_Kota_Semarang_Agustina_Wilujeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3224892/original/066102300_1598938346-20200901-Imunisasi-Campak-Anak-Sekolah-Dasar-DWI-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545107/original/089223900_1775125463-Pelaku_penyebaran_konten_asusila_di_Kupang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545072/original/078885600_1775124171-WhatsApp_Image_2026-04-02_at_17.00.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544799/original/051009800_1775117828-1002562638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544761/original/001948000_1775116565-1000031694.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544597/original/070310100_1775109555-pemerasan-768x432.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544485/original/053014800_1775105269-gereja_paroki_minahasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544395/original/028590500_1775102728-1000031676.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544184/original/063969600_1775091855-Screenshot_3778.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544339/original/006562300_1775100106-unnamed__47_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544275/original/076030900_1775097953-BNPB_Gempa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319473/original/064946700_1755522287-IMG-20250818-WA0019_copy_1600x1255.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447862/original/001021800_1765966130-Batu_Nusuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436709/original/045635800_1765183427-380f79ba-6a45-41f0-bc7a-194e2d36b504.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366533/original/005216900_1759234960-1000640193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428146/original/092095300_1764480695-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451861/original/087288700_1766375997-Bus_kecelakaan_di_exit_Tol_Semarang.jpg)