Momen Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Warga Depok, Hadiah untuk Pengantin Tidak Main-main

2 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, menjadi riuh saat kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dia menjadi saksi nikah warga. Terdapat lima warga Depok yang nikahkan dan disaksikan langsung Dedi Mulyadi atau kerap disapa KDM.

Duduk di hadapan kedua mempelai, amil nikah dan Wali Kota Depok Supian Suri, Dedi menyaksikan langsung pernikahan warga dan sesekali melontarkan candaan. Tidak hanya itu, Dedi turut memberikan hadiah kepada pasangan pengantin berupa tabungan untuk down payment alias DP membeli rumah.

“Ini ada pengumuman, barusan Dirut BJB WA, Dirut BJB memberikan hadiah dalam bentuk tabungan untuk nanti DP rumah, satu keluarga nanti dikasih tabungannya Rp 5 juta,” ujar Dedi, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, pasangan pengantin mendapatkan peralatan rumah tangga berupa mesin cuci dan kulkas. Dedi menekankan, tabungan yang diberikan tidak dapat diambil dan hanya dapat dipergunakan untuk DP rumah tinggal.

“Kalau dibiarin diambil, pasti besok habis, kalau yang sudah punya rumah bisa untuk renovasi rumah,” jelas Dedi.

Dedi juga meminta Supian Suri untuk membantu pasangan pengantin yang sudah memiliki rumah namun kondisinya kurang layak. Bantuan bisa diambil dari anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) senilai Rp 20 juta.

“Jangan lupa di KB kalau sudah punya anak dua,” kelakar Dedi.

Dedi mengaku kedatangannya ke KUA Kecamatan Bojongsari, merupakan dukungan terhadap pasangan pengantin. Menurutnya pernikahan dapat dibuat sederhana kepada masyarakat yang tidak memiliki keuangan yang cukup untuk menikah.

“Agar tidak menimbulkan hutang setelah acara pernikahan,” uacp Dedi.

Dedi mengungkapkan, pernikahan secara sederhana di kantor KUA tidak memberatkan warga. Menurutnya, pernikahan sederhana dapat mengurangi beban biaya pernikahan dan menghindari adanya utang kepada masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan.

“Nanti rakyat Jawa Barat secara perlahan turun pinjaman pinjolnya, bank keliling, bank emoknya,” ungkap Dedi.

Dedi menuturkan, Jabar menjadi daerah tertinggi untuk kasus pinjaman online maupun bank keliling. Untuk itu, menikah secara sederhana di kantor KUA dinilai mampu menekan dan menghindari utang untuk resepsi pernikahan.

“Pengantin yang sudah memiliki rumah (kondisi rusak), kita kasih bantuan Rutilahu,” tutur Dedi.

Sementara, salah satu pasangan pengantin, Deru dan Anggita mengaku terkejut dengan kedatangan Dedi Mulyadi. “Iya kaget aja pas mau akad nikah ada KDM jadi saksi,” ujar Deru.

Deru mengaku memilih akad nikah di kantor KUA Kecamatan Bojongsari untuk mengurangi beban biaya pernikahan. Menurutnya, menikah di kantor KUA tidak dipungut biaya sehingga meringankannya untuk melangsungkan pernikahan.

“Iya nikah di KUA untuk menekan biaya pernikahan aja,” pungkas Deru.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner