BRT Buka Rute Bandara Hang Nadim Batam, Harga Tiket Terjangkau

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Kota Batam kini memiliki pilihan transportasi umum baru menuju Bandara Hang Nadim. Pemerintah Kota Batam membuka layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam rute Batam Center–Bandara Hang Nadim–Nongsa yang mulai beroperasi pada 2 Juli 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam Yusfa Hendri mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan upaya meningkatkan pelayanan transportasi publik sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di Kota Batam.

"Ini mewujudkan cita-cita kita membangun interkoneksi antarmoda, dari laut, darat hingga udara. Penumpang yang datang melalui pelabuhan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Batam hingga ke Bandara Hang Nadim," kata Yusfa saat peluncuran layanan di Bandara Hang Nadim, Senin (29/6/2026).

Melalui Koridor 7, bus Trans Batam akan melayani rute Batam Center–Bandara Hang Nadim–Nongsa dan sebaliknya. Kehadiran layanan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan transportasi menuju bandara dengan biaya terjangkau.

Tarif yang dikenakan sebesar Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 bagi pelajar serta anak-anak. Tiket dapat dibeli di petugas dalam bus maupun di Transfer Point Batam Center, depan Hotel Harris.

Yusfa menjelaskan, layanan BRT bukan untuk menggantikan moda transportasi yang telah ada, melainkan menambah pilihan bagi masyarakat. Menurutnya, setiap moda memiliki segmen pasar masing-masing, mulai dari taksi bandara, transportasi online hingga bus Trans Batam.

"Semua moda transportasi memiliki pasarnya masing-masing. Justru dengan bertambahnya pilihan akan tercipta kompetisi yang sehat sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik," ujarnya.

Pada tahap awal, bus beroperasi dengan headway sekitar 20 menit pada jam sibuk pagi dan sekitar 30 menit pada siang hingga sore hari. Pemerintah Kota Batam membuka peluang menambah armada apabila jumlah penumpang terus meningkat.

Selain itu, sistem operasional Trans Batam juga dirancang tanpa praktik menunggu penumpang di halte. Operator dibayar berdasarkan jarak tempuh sehingga bus tetap berjalan sesuai jadwal, bukan mengejar jumlah penumpang. Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Anang Setia Budhi, menyambut baik hadirnya layanan tersebut.

Menurutnya, tambahan moda transportasi akan semakin memudahkan akses masyarakat menuju dan dari Bandara Hang Nadim.

"Kami sangat senang dengan bertambahnya moda transportasi di Bandara Hang Nadim. Ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa bandara," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengushaan BP Batam, Donny Tondanu, menilai layanan Trans Batam menuju bandara menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi massal yang terintegrasi di Batam.

Ia mengingatkan agar selain menghadirkan tarif terjangkau, pengelola tetap mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan dan kualitas pelayanan sehingga masyarakat semakin tertarik beralih menggunakan transportasi publik. Dengan dibukanya Koridor 7 menuju Bandara Hang Nadim, Batam menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki layanan BRT terintegrasi dengan bandara, sekaligus memperkuat upaya pemerintah mendorong penggunaan transportasi umum yang modern, mudah diakses dan terjangkau.

Sementara itu Kepala UPT Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam, Cipto, mengatakan layanan rute Batam Centre–Bandara Hang Nadim dapat dimanfaatkan siapa saja, termasuk pekerja di kawasan bandara maupun masyarakat umum.

"Pengguna layanan ini tidak hanya penumpang pesawat. Karyawan bandara, pekerja di sekitar kawasan bandara, hingga masyarakat yang ingin beraktivitas atau sekadar berkunjung ke kawasan Bandara Hang Nadim juga bisa memanfaatkan Trans Batam," ujarnya.

Dia juga memastikan kehadiran Trans Batam tidak akan mengganggu layanan transportasi lain seperti taksi konvensional maupun taksi online. Menurutnya, masing-masing moda transportasi memiliki segmen pengguna yang berbeda sehingga dapat berjalan berdampingan.

"Transportasi yang sudah ada tetap memiliki pangsa pasarnya sendiri. Kehadiran Trans Batam justru menjadi pilihan tambahan bagi masyarakat sehingga mereka memiliki lebih banyak alternatif untuk menuju Bandara Hang Nadim," bebernya.

Seiring meningkatnya jumlah penumpang, Dinas Perhubungan Kota Batam juga membuka peluang untuk menambah armada pada rute Batam Centre–Bandara Hang Nadim agar pelayanan tetap optimal dan waktu tunggu penumpang dapat terjaga.

Keterangan Foto: Pemerintah Kota batam resmi buka layanan tranportasi murah jalur Bandara melalaui Trans Batam mulai beroperasi tanggal 2 Juli.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner