Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beberkan Konsep Pembangunan Kawasan Rebana

8 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkapkan konsep pembangunan kawasan Rebana, kawasan metropolitan baru di Jabar yang mencakup tujuh daerah yaitu Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan serta Kota Cirebon.

"Visi kita adalah mewujudkan pusat pertumbuhan industri baru yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Barat melalui prinsip simbiosis mutualisme, di mana industri berkembang pesat namun kelestarian lingkungan tetap terjaga. Semangat silih asah, silih asih, silih asuh inilah yang menjadi fondasi utama kita dalam membangun masa depan Jawa Barat," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Bandung, Senin (2/3/2026).

Hal itu disampaikan dalam penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) antara Pemprov Jabar dengan BDO Indonesia, selaku salah satu jaringan kantor akuntan publik, pajak dan penasihat, di Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung.

Penandatanganan MoU ini juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta, guna mendorong implementasi environmental, social and governance (ESG) serta meningkatkan kemudahan dan daya tarik investasi di Jabar.

Dedi Mulyadi melanjutkan, kawasan Rebana strategis karena infrastruktur yang sudah terintegrasi seperti keberadaan jalan bebas hambatan atau tol hingga pelabuhan.

"Kawasan Rebana, yang meliputi Cirebon, Subang, Majalengka, dan Kuningan, merupakan wilayah paling strategis karena terintegrasi dengan infrastruktur utama seperti Tol Cisumdawu, Cipali, hingga Pelabuhan Patimban," lanjutnya.

Melalui kerja sama ini, BDO Indonesia akan berperan sebagai mitra dalam bidang ESG bagi Pemda Jawa barat dan perusahaan-perusahaan di wilayah ini, khususnya yang beroperasi di kawasan metropolitan Rebana. Peran tersebut mencakup dukungan dalam capacity building ESG, strategi ESG, hingga penguatan tata kelola perusahaan.

Selain itu, BDO Indonesia juga akan berperan sebagai mitra dalam mendukung inisiatif Provinsi Jawa Barat untuk menjadi destinasi investasi yang unggul dan ramah bagi investor asing yang berencana menanamkan modal di wilayah ini. Dukungan tersebut akan diberikan untuk memastikan proses investasi berjalan lebih efektif dan sesuai dengan standar global.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BP Rebana Helmi Yahya menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menarik investasi berkualitas.

“Kolaborasi strategis dengan tim advisory BDO Indonesia merupakan langkah kunci untuk menarik investasi global, tidak hanya ke kawasan Rebana, tetapi bagi kemajuan seluruh Jawa Barat. Kemitraan ini memastikan Rebana berkembang sebagai koridor ekonomi yang berkelanjutan, kompetitif dan memiliki standar kredibilitas dunia,” ungkap Helmi Yahya.

Terkait kerja sama ini, CEO BDO Indonesia Thano Tanubrata menyampaikan harapannya terhadap kolaborasi ini.

“BDO Indonesia sangat optimis dapat menjadi mitra strategis dalam proyek ini. Kami didukung oleh tim profesional berpengalaman dengan kapabilitas yang kuat di bidang ESG, tata kelola, serta advisory investasi, dan kami merupakan bagian dari jaringan global BDO International. Dengan dukungan jaringan tersebut, kami siap menghadirkan standar internasional dan praktik terbaik global dalam setiap tahapan implementasi proyek ini,” ucap Thano.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner