Liputan6.com, Jakarta - Polisi mendalami kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau akrab disapa Icha (27). Dia merupakan tenaga medis di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dokter Icha ditemukan meninggal di rumah orang tuanya, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6/2026) pukul 18.30 WITA.
Kematiannya mengungkap dugaan intimidasi yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Berikut fakta-fakta kematian dokter Icha
Tekanan Psikologis
Keluarga Dokter Icha, Victor Manbait mengatakan korban yang menangani pasien digigit ular, telah bekerja secara profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit dan arahan dokter spesialis anak. Pasien tersebut merupakan keponakan salah satu anggota dewan.
Ketegangan muncul ketika keluarga pasien meminta diberikan jenis vaksin tertentu yang menurut pertimbangan medis belum dianjurkan, dan juga tidak tersedia di fasilitas kesehatan tersebut.
Kemudian, dua orang yang mengaku sebagai anggota DPRD Kabupaten TTU mendatangi ruang perawatan dan menyampaikan protes dengan nada suara tinggi. Salah satu dari mereka bahkan disebut sempat menunjuk wajah dokter Icha saat meminta penjelasan.
Akibat insiden itu, dokter Icha mengalami tekanan psikologis yang cukup berat hingga terlihat menangis saat bertugas. Kondisinya terus memburuk dan akhirnya harus menjalani perawatan medis setelah ditemukan dalam keadaan lemah di tempat tinggalnya.
"Dokter Icha mengaku masih merasa ketakutan dan tertekan secara batin akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” ungkap Victor.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8704616/original/098497800_1782779076-73594.jpg)
Perbesar
Kondisi Kesehatan Memburuk
Paman korban, Fabi Banase, menyebut ketiga anggota DPRD yang dimaksud adalah Veronika Lake dari PDI Perjuangan, Teres Lasaka dari Partai Golkar, dan Nobertu Bani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Menurut Fabi, saat mendatangi UGD RS Leona Kefamenanu dua dari tiga anggota dewan itu diduga dalam kondisi mabuk akibat minuman keras.
“Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD,” ungkap Fabi, Sabtu (27/6/2026).
Kondisi psikologis dokter Icha terus memburuk pasca-insiden. Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang disampaikan keluarga, korban terdiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik dan sebelumnya sempat melakukan percobaan bunuh diri.
“Pada Rabu (23/6/2026), setelah pulang dari Kefamenanu, hasil pemeriksaan di Klinik Utama Dewantara menunjukkan almarhum mengalami depresi berat hingga sempat mencoba mengakhiri hidup,” jelas Fabi.
Keluarga juga menyebut dokter Icha sempat dirawat di RS Leona Kefamenanu akibat tekanan batin yang dialaminya.
“Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, 'Kau akan bertemu saya di Komisi III',” tambahnya.
Gantung Diri
Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo mengungkapkan hasil penyelidikan. Kematian dokter Icha pertama kali diketahui sekira pukul 17.50 WITA. Seorang saksi yang sedang berada di dalam mobil di depan rumah korban mendengar teriakan histeris dari dalam rumah. Tak lama kemudian, ibu korban keluar dalam keadaan panik dan meminta saksi untuk memeriksa kondisi korban di lantai dua.
Sesampainya di lantai atas, saksi mendapati dokter Icha dalam keadaan tergantung di depan pintu kamar menggunakan seutas tali nilon berwarna biru dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Dari hasil pemeriksaan luar di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, ditemukan bekas jeratan pada leher korban yang diduga berkaitan dengan penyebab kematian. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada pergelangan tangan maupun tungkai korban.
"Kami tetap melaksanakan penyelidikan secara komprehensif dengan mengumpulkan seluruh keterangan yang diperlukan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian," tegas Rudy.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8592225/original/017237400_1782560437-67655.jpg)
Perbesar
Surat di Samping Jenazah
Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randi Hidayat menurutkan polisi masih mengumpulkan berbagai fakta dan alat bukti, untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun penyebab meninggalnya dokter Icha.
"Saat ini Unit Reskrim Polsek Kupang Tengah bersama Polres Kupang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kejadian," ujar Lalu.
Dia mengatakan, jenazah korban telah dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang. Hasil pemeriksaan tersebut masih menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan.
"Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan," katanya.
Polisi juga mengamankan sepucuk surat dari lokasi kejadian. Namun isi maupun keterkaitan surat tersebut dengan peristiwa yang terjadi masih didalami oleh penyidik.
"Terkait sepucuk surat yang diamankan pihak kepolisian, saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap seluruh bukti-bukti yang ada," jelasnya.
Pesan Terakhir
Paman dokter Icha, Fabi Banase menuturkan sebelum meninggal, almarhumah masih sempat mengirim pesan singkat kepadanya. Dalam pesan itu itu, ia mengungkapkan kondisi batinnya yang tertekan akibat peristiwa yang dialaminya.
"Dia (korban) bilang punya niat meninggal dunia untuk menghindari trauma. Bapa, saya stres. Kalau saya pulang ke sana (Kefamenanu), saya takut. Biar saya mati saja supaya jangankan korban nakes yang lain," ungkap Fabi menirukan pernyataan dokter Icha.
Dia menduga dokter Icha mengalami depresi berat setelah mendapat intimidasi dari tiga orang anggota DPRD Kabupaten TTU terkait penanganan pasien gigitan ular hijau. Pasien tersebut diketahui merupakan keponakan salah satu anggota dewan itu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578371/original/031366500_1782536755-66045.jpg)
Perbesar
Isi Curhatan Dokter Icha
Rekan kerja dokter Icha, dokter Trimaharani mengaku menjadi dokter konsultan yang dihubungi langsung oleh dokter Icha saat menghadapi dugaan intimidasi.
Dia mengungkapkan bahwa pada malam terjadinya dugaan intimidasi oleh anggota DPRD TTU, dokter Icha menghubunginya dalam kondisi sangat takut.
Menurutnya, dokter Icha berkali-kali menghubungi dirinya melalui telepon maupun WhatsApp untuk meminta bantuan menjelaskan kondisi medis pasien kepada keluarga pasien maupun pihak anggota DPRD yang saat itu berada di rumah sakit.
"Karena malam itu saat kejadian dibentak dan dimarahi, saya yang menjadi tempat konsultasi dokter Icha. Dia berkali-kali menelepon saya meminta tolong agar saya menjelaskan kepada keluarga dan DPR. Sampai sekarang saya masih menyimpan WhatsApp dokter Icha malam itu," ungkapnya.
Dia mengatakan, dari komunikasi tersebut dirinya mengetahui dokter Icha berada dalam tekanan psikologis yang sangat berat.
"Waktu telepon dan WhatsApp kepada saya, dia takut sekali," katanya.
Menurut dokter Tri, seluruh tindakan medis yang dilakukan dokter Icha telah sesuai dengan ilmu kedokteran dan arahan konsultasi yang diberikannya. Ia menegaskan dokter Icha tidak melakukan kesalahan dalam penanganan pasien tersebut.
Anggota DPRD Buka Suara
Anggota DPRD TTU Veronika Lake buka suara terkait namanya yang ikut disebut dalam kasus meninggalnya dokter Icha.
Dia menjelaskan bahwa pada 13 Juni 2026 menghadiri kegiatan arisan istri-istri anggota DPRD Kabupaten TTU yang berlangsung di Kecamatan Insana.
Usai kegiatan, Veronika pulang ke Kefamenanu dengan menumpang kendaraan bersama dua anggota DPRD lainnya serta seorang istri anggota DPRD.
Di tengah perjalanan, salah seorang anggota DPRD Therensius Lazakar mengajak rombongan singgah di RS Leona untuk menjenguk keponakannya yang sedang menjalani perawatan di IGD akibat gigitan ular berbisa.
Veronika mengatakan kehadirannya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang telah direncanakan.
“Saya ikut membesuk karena kebetulan pulang bersama rombongan tersebut. Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya,” katanya.
Ia menuturkan, setibanya di RS Leona, dua rekannya Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani lebih dahulu memasuki ruang perawatan. Sementara dirinya masih berada di depan IGD dan berbincang dengan istri salah seorang anggota DPRD.
Ketika memasuki ruangan, Veronika mengaku melihat perdebatan antara dua anggota DPRD dan seorang dokter telah berlangsung.
Ia lalu menghampiri pasien untuk melihat kondisinya dan menanyakan tindak lanjut penanganan medis yang diberikan.
“Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan pasien, standar pelayanan, dan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Veronika juga memberikan penjelasan terkait ucapannya yang belakangan menjadi sorotan, yakni kalimat “panggil wartawan saja.”
Menurut dia, pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada dokter secara pribadi, melainkan merupakan usulan kepada salah seorang rekannya agar pelayanan kesehatan di rumah sakit mendapat perhatian publik.
“Terkait perkataan ‘panggil wartawan saja’, itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan. Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi, tetapi sebagai bentuk dorongan untuk perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” jelasnya.
Veronika mengatakan, tidak lama setelah itu pihak manajemen RS Leona bersama dokter lain datang memberikan penjelasan mengenai prosedur penanganan pasien.

12 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/679612/original/ilustrasi-sidang-cerai2-140520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8690047/original/090028700_1782750116-leker__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8733691/original/019102500_1782819008-PHOTO-2026-06-30-17-47-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8690619/original/084862300_1782751323-KT_Timoho__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8689679/original/038437300_1782749382-LUSEE_bag_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8720550/original/068398200_1782813611-1001413604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8716611/original/022474600_1782811691-1001414073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715422/original/032542200_1782804522-79708.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715421/original/014994400_1782804520-02a0ee8b-e1c7-48b5-a392-73adaf978a88.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715324/original/019163700_1782800006-1001413478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8710770/original/042933100_1782791056-1000888688.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8710069/original/043149700_1782789904-78571.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8709488/original/006740400_1782788913-1000891732.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8708918/original/001258200_1782787476-20260629_180005_0_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8706388/original/080451300_1782782384-74254.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8704616/original/098497800_1782779076-73594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8689112/original/032643500_1782748110-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_10.18.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8681508/original/050136900_1782731036-377002.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534028/original/002692300_1773806214-TKP_pria_di_Pringsewu__Lampung_ditemukan_tewas_gantung_diri_di_rumah_tunangannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/817544/original/014199200_1424873064-ilustrasi-begal-motor-5-150225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535084/original/074686700_1773912505-kebakaran_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522956/original/076087900_1772782406-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_13.49.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930874/original/077594600_1437123186-MENENTUKAN_HILAL_1_SYAWAL-TIM_RUKYATUL_HILAL-KEMBANGAN-JAKARTA-HELMI_AFFANDI-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533918/original/016565000_1773797149-20241222_120249.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4294815/original/095852200_1674030831-IMG-20220605-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534545/original/007615900_1773836670-1002515232.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520014/original/055995200_1772604244-1001765701.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534426/original/056870900_1773823094-IMG-20260318-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533839/original/016596600_1773786483-57daaf38-d451-4234-8d6c-64db664b446c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519996/original/091474800_1772603509-DSC09646.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5257855/original/085302700_1750324153-1746491778.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277125/original/026970600_1672379714-ilustrasi_pembunuhan.jpeg)