Tangis Ayah Dokter Icha Saat Minta Keadilan ke Gubernur NTT

17 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ayah almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, Gabriel Pakaenoni, tak kuasa menahan air mata saat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melayat ke rumah duka di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu 28 Juni 2026. Di hadapan gubernur, Gabriel memohon agar putrinya memperoleh keadilan atas dugaan intimidasi yang dialami sebelum meninggal dunia.

Tangis keluarga ikut pecah ketika Gabriel memeluk Gubernur Melki yang datang bersama Ketua TP PKK NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan harapannya agar kasus yang menimpa putrinya diusut hingga tuntas.

"Bapak Gubernur, saya minta penegakan keadilan, kebenaran, perlindungan keamanan dan kenyamanan bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk seluruh tenaga kesehatan. Terlalu kejam dan sadis membunuh dan mengambil hidup anak saya. Anak kami ingin mengabdi untuk daerah ini, tetapi hidupnya berakhir seperti ini. Tolong kami, Bapak," ucapnya dengan suara bergetar.

Kesedihan juga menyelimuti sang ibu yang tak mampu membendung air mata saat mengenang putrinya.

"Bapak Gubernur, lihat anak ini. Terlalu cantik, Bapak. Hidupnya untuk TTU, tetapi dia juga mati untuk TTU," katanya.

Suasana semakin haru ketika adik almarhumah menyampaikan keinginannya untuk mengikuti jejak sang kakak menjadi seorang dokter.

"Bapak Gubernur, beta juga mau jadi dokter seperti kakak. Tolong bantu beta," ujarnya.

Kehadiran Gubernur Melki bukan sekadar menyampaikan belasungkawa. Di hadapan keluarga, ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan mengawal penuh proses hukum hingga seluruh fakta dalam kasus meninggalnya dr. Icha terungkap.

Melki mengungkapkan bahwa dugaan intimidasi terhadap dr. Icha sebenarnya telah diketahuinya sejak awal. Ia mengaku menerima laporan dari dokter spesialis toksikologi yang mendampingi dr. Icha selama menangani pasien.

"Saya sejak awal sudah dikontak oleh dokter ahli urologi yang melaporkan kepada saya bahwa dokter Icha mengalami intimidasi di TTU. Karena itu saya langsung meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini," ungkapnya, dikutip Selasa (30/6/2026).

Gubernur mengatakan dirinya bahkan telah meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui dialog.

"Saya sempat meminta teman-teman yang bermasalah dengan dokter Icha agar segera menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, bertemu dan berdialog. Tetapi kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua," katanya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner