Cuaca Ekstrem Picu Rentetan Bencana di Sukabumi

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi merilis laporan mengenai rentetan bencana yang melanda wilayah tersebut pada periode 14 Mei hingga 15 Mei 2026. Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu terjadinya bencana di lima titik lokasi berbeda yang tersebar di empat kecamatan.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengungkapkan bahwa meskipun terdapat kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.

"Berdasarkan data yang kami himpun, terdapat lima kejadian bencana mulai dari tanah longsor, banjir, hingga rumah roboh. Fokus utama kami adalah memastikan warga yang rumahnya rusak berat telah mendapatkan tempat pengungsian yang aman," ujar Daeng Sutisna, Jumat (15/5/2026).

Dampak paling parah dilaporkan terjadi di dua kecamatan. Di Kecamatan Ciambar, satu unit rumah milik Pirman di Perum BMI 3 mengalami rusak berat pada bagian kamar dan dapur akibat tertimbun material longsor setinggi 8 meter. Akibatnya, satu keluarga yang terdiri dari lima jiwa terpaksa mengungsi.

Kerusakan berat lainnya terjadi di Kecamatan Cisaat, di mana rumah milik Ibu Titing roboh pada bagian tengah dan dapur akibat hujan deras dan angin kencang.

Sementara itu, di Kecamatan Parungkuda, banjir sempat merendam empat rumah warga dan material longsor mengancam dua rumah lainnya setelah kolam ikan milik warga setempat jebol diterjang hujan.

Selain pemukiman, fasilitas umum juga tidak luput dari terjangan bencana. Di Kecamatan Gunungguruh, tepatnya di Desa Cikujang, sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan lingkungan ambruk terbawa longsor sepanjang 6 meter.

"Longsor di Gunungguruh mengakibatkan akses jalan lingkungan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Hal ini tentu menghambat mobilitas warga sekitar," tambah dia.

Tim Pusdalops BPBD bersama petugas P2BK di masing-masing kecamatan telah berkoordinasi dengan unsur TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), serta relawan untuk melakukan asesmen cepat di lokasi.

Saat ini, kebutuhan mendesak seperti bahan material, terpal, bronjong, dan karung sedang dalam proses penyaluran ke titik-titik terdampak.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu pergerakan tanah atau banjir susulan," tutup dia.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner