Depan Megawati, Koster Pamer Hasil Bulan Bung Karno di Bali

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Bali Wayan Koster mengatakan, Bulan Bung Karno 2026 menjadi bukti komitmen partainya dalam mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, terutama berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Koster menyebut keberhasilan pengembangan Arak Bali sebagai salah satu bukti nyata implementasi Trisakti Bung Karno di bidang ekonomi. Melalui Lomba Miksologi Arak Bali, minuman tradisional tersebut berhasil naik kelas setelah didukung regulasi perlindungan yang diinisiasi pemerintah, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani lokal.

"Saat ini sudah ada 54 merek Arak Bali yang masuk pasar internasional," kata Koster dalam acara penutupan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Minggu (28/6/2026).

Selain Arak Bali, pria yang menjadi Gubernur Bali ini mengatakan, komoditas perkebunan unggulan juga didorong naik kelas melalui penyelenggaraan Lomba Barista Kopi Bali.

Menurutnya, ajang tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi sekaligus mempromosikan kopi lokal Bali yang telah memiliki identitas dan pengakuan hukum melalui sertifikat Indikasi Geografis.

"Lomba Barista Kopi Bali menjadi wadah promosi produk kopi lokal dari Kintamani, Pupuan, dan Banyuatis yang telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis," ungkap Koster.

Koster secara khusus memberikan apresiasi kepada Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital, M. Prananda Prabowo, yang hadir mendampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurutnya, Prananda merupakan sosok yang berperan besar dalam mendorong kader-kader PDIP Bali menghadirkan program yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berpijak pada akar budaya Indonesia.

"Terima kasih kepada Bapak Prananda Prabowo yang terus mendorong lahirnya kegiatan kreatif dan inovatif. Beliau menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital," kata Koster.

Koster mengatakan sentuhan ekonomi kreatif juga tercermin dari penyelenggaraan 16 perlombaan yang memadukan pelestarian budaya dengan pengembangan industri kreatif.

Selain lomba seni tradisional seperti Bapang Barong Ket dan Makendang Tunggal, rangkaian kegiatan juga mencakup Lomba Fashion Show Bulan Bung Karno yang menampilkan busana berbahan tenun ikat Endek Bali serta Lomba Desain Kreatif Motif Endek Bali yang menghasilkan 81 desain baru karya mahasiswa dan perajin lokal.

Secara keseluruhan, Bulan Bung Karno 2026 di Bali melibatkan 14.569 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi, serta menarik sekitar 27.000 penonton selama penyelenggaraan.

"Mari kita jadikan Bulan Bung Karno bukan sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi sebagai gerakan permanen untuk membumikan Pancasila, membela wong cilik, merawat bumi pertiwi, dan memajukan kebudayaan bangsa," kata Koster.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner