Jalan Protokol Depok Bersolek dengan Mekarnya Tabebuya

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah jalan di Kota Depok seperti Jalan Juanda, Margonda, Kartini, dan kawasan Grand Depok City (GDC) tampak berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu. Bunga tabebuya yang ditanam Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok telah bermekaran sehingga menambah nilai estetika Kota Depok.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan pohon tabebuya yang sebelumnya ditanam dalam rangka penghijauan telah bermekaran. Hal itu tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang peduli terhadap gerakan penghijauan yang digerakkan Pemerintah Kota Depok.

“Mekarnya bunga tabebuya di jalan protokol ini adalah hasil dari komitmen dan dedikasi panjang DLHK untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya teduh secara ekologis, tetapi juga mampu memanjakan mata warga,” ujar Reni, Jumat (3/7/2026).

Reni menjelaskan, bermekarnya bunga tabebuya menjadi simbol upaya berkesinambungan DLHK Kota Depok untuk menjadikan Depok sebagai kota yang asri, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Adapun bunga tabebuya yang mulai bermekaran dengan beragam warna menunjukkan keindahan visual yang merupakan hasil dari perencanaan yang matang.

“Kesuksesan penanaman pohon tabebuya hingga bermekaran merupakan hasil perencanaan lingkungan yang matang dan terukur,” jelas Reni.

Pemilihan Tabebuya

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) pada DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menuturkan pemilihan tabebuya didasarkan pada perhitungan teknis silvikultur urban yang spesifik. DLHK Kota Depok berupaya mencari tanaman yang memiliki nilai estetika dan cocok ditanam di Kota Depok.

“Secara teknis, pemilihan Handroanthus Chrysotrichus (tabebuya kuning) dan Handroanthus Heptaphyllus (tabebuya pink) didasarkan pada tingkat adaptabilitasnya yang tinggi terhadap urban stress, termasuk polusi udara dan suhu panas jalanan aspal,” tutur Tri Sakti Anggoro.

Tri Sakti Anggoro mengungkapkan DLHK Kota Depok telah mempelajari seluruh aspek tanaman tabebuya. Hasil riset yang dilakukan menunjukkan tanaman tabebuya dapat ditanam di wilayah Kota Depok dan menjadi nilai tambah.

“Sistem perakarannya yang berjenis tunggang sangat ideal untuk koridor jalan karena tidak merusak struktur trotoar maupun aspal, sementara tajuk daunnya berfungsi optimal sebagai carbon sink (penyerap karbon) dan mereduksi efek urban heat island di pusat kota,” ungkap Tri Sakti Anggoro.

Fungsi Ekologi

Keberhasilan penanaman tabebuya merupakan manifestasi strategis DLHK Kota Depok, khususnya Bidang TLK. Kesuksesan tersebut menjadi wujud tercapainya blueprint keindahan kota atau Urban Aesthetics Blueprint.

“Blueprint ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon semata, melainkan mengintegrasikan fungsi ekologi, keselamatan infrastruktur, dan tata rias kota yang ramah bagi masyarakat awam,” terang Tri Sakti Anggoro.

Penempatan tabebuya di median jalan dirancang untuk menciptakan garis visual yang terarah atau visual guidance. Selain memberikan kesan indah dan nyaman bagi pengendara, keberadaan tabebuya dapat memperkuat identitas jalan utama Kota Depok sebagai koridor hijau yang modern.

“Kami ingin keberadaan tabebuya di jalan utama Kota Depok menjadi identitas bahwa Kota Depok memiliki koridor hijau yang modern,” pungkas Sakti.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner