Kepala BSSN: Serangan Siber ke Indonesia Capai 170 Kali per Detik

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi memaparkan data. Serangan siber ke sistem elektronik Indonesia, jumlahnya mencapai 170 per detik. Dari catatan BSSN, setiap tahunnya terdapat 5 miliar anomali trafik yang terpantau oleh jajarannya.

“Serangan siber ke sistem elektronik kita yang berupaya mencuri dan menghambat informasi selalu terjadi setiap saat. Ini menjadi tantangan dalam dunia persandian Indonesia,” katanya usai memimpin Napak Tilas Persandian bertema “Jejak Sandi, Pilar Siber Mengabdi untuk Negeri”, Selasa (31/3/2026), di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Upaya pencurian dan pengambilalihan data elektronik dilakukan baik perorangan, kelompok, entitas usaha, bahkan dalam geopolitik global oleh antarnegara.

Kompleksitas dunia persandian ini, dibuktikan dengan potensi serangan dalam sistem elektronik yang dalam setahun mencapai 5 miliar anomali trafik. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, BSSN telah memantau 500 juta anomali trafik yang menyerang sistem elektronik pribadi maupun 700 entitas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Sistem elektronik saat ini sudah dipergunakan dan tersebar di seluruh entitas kita. Karena itu, kami memberikan panduan serta prosedur keamanan untuk mengantisipasi pencurian serta manipulasi data,” terangnya.

Saat ini BSSN tidak hanya mengampu keamanan informasi pemerintahan, tetapi juga dalam perspektif negara, yakni bagaimana negara melayani dan melindungi komunikasi serta informasi dalam lingkup nasional.

“Tantangannya makin membesar, cakupannya makin luas. Risiko fisik berbeda dengan era kemerdekaan, tetapi tantangannya tidak jauh berbeda,” tegasnya.

Nugroho menjelaskan, meskipun bentuk ancaman berubah, esensi tantangan tetap sama. Yakni menjaga kerahasiaan informasi negara. Saat ini, dinamika situasi global sangat luar biasa. Kunci pengamanan komunikasi dan informasi adalah memastikan tidak ada manipulasi dan pencurian data.

“BSSN punya tugas memastikan hal tersebut aman. Momen ini menjadi ruang peneguh bagi kita untuk menjaga ruang komunikasi dan informasi Indonesia,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner