Liputan6.com, Jakarta - Perempuan kini menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di Indonesia. Dari dapur rumah, ruang produksi kecil, hingga usaha berbasis digital, mereka membangun bisnis.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dari sekitar 65,5 juta pelaku UMKM di Indonesia, sebanyak 64,5 persen dikelola oleh perempuan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 37 juta perempuan wirausaha yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi nasional. Kontribusi mereka pun tidak kecil, mencapai 9,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan sekitar 5 persen di antaranya telah menembus pasar ekspor.
Di Yogyakarta sendiri, penguatan peran perempuan pelaku UMKM juga tampak melalui hadirnya Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBy). Wadah pemberdayaan ini menjadi ruang belajar sekaligus pendampingan bagi pelaku usaha untuk naik kelas, mulai dari pelatihan, pengurusan legalitas, penguatan pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
Bagi banyak perempuan pelaku UMKM, RuBy bukan hanya tempat mengikuti pelatihan, tetapi juga ruang bertumbuh yang mempertemukan mereka dengan jejaring, pengetahuan, dan peluang baru di tengah perubahan zaman.
Galeri Rumah BUMN BRI Yogyakarta Membuka Jalan Hanenda ke Pasar Internasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530155/original/086065300_1782462249-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_3.13.48_PM.jpeg)
Perbesar
Hanenda yang didirikan oleh Meyna Cinta Ratulian dan Suryanita Candra Ayuningtyas pada 2020 berawal dari fokus pada busana muslim. Namun seiring perjalanan usaha, keduanya melihat peluang yang lebih besar pada wastra Nusantara dan konsep sustainable fashion yang kini menjadi identitas utama brand tersebut.
Sebagai usaha yang dimulai dari nol, tantangan terbesar memperkenalkan brand kepada masyarakat luas. Untuk itu, Hanenda memutuskan bergabung dengan Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBy) pada 2023 untuk mengembangkan usaha.
Sebagai UMKM binaan BRI, Hanenda juga mendapat kesempatan memamerkan produknya di galeri RuBy kawasan Sagan, Yogyakarta. Lokasi yang strategis ini membuat produk mereka lebih mudah dikenal masyarakat luas. Namun, untuk bisa tampil di galeri tersebut, produk harus melalui proses kurasi terlebih dahulu.
"Kita itu start-nya from zero banget. Menyebarluaskan tentang Hanenda itu PR banget supaya orang-orang tahu dan aware produk kita. Tempat RuBy itu strategis ya. Banyak customer kita yang tahu juga dari sana," katanya.
Dukungan tersebut memberikan dampak nyata. Produk Hanenda mulai menarik perhatian pelanggan dari berbagai negara. Salah satunya pelanggan asal Korea yang pertama kali mengenal Hanenda melalui display di galeri RuBy sebelum akhirnya datang langsung ke workshop mereka.
"Ada customer kami dari Korea yang pertama kali melihat produk kami di sana, lalu datang langsung ke sini. Sampai sekarang masih kontak-kontakan. Waktu dia datang ke sini, dia senang sekali melihat proses pembuatannya," ujar Cinta.
Selain Korea, pelanggan dari Australia, Jepang, hingga Taiwan juga mulai mengenal produk Hanenda melalui kanal digital yang mereka kembangkan secara konsisten. Bagi Hanenda, pengalaman ini menunjukkan bahwa akses pendampingan, pelatihan, dan jejaring dari RuBy mampu membuka peluang pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.
UMKM Mr. One Cake and Cookies Belajar Bisnis dari Nol di RuBy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530156/original/001422200_1782462250-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_3.19.21_PM.jpeg)
Perbesar
Berbeda dengan Hanenda, Dewi Fatimah memilih bergabung dengan Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBy) pada 2020 saat masih merintis usaha. Sebelumnya, ia bekerja sebagai pegawai bank, namun kemudian memutuskan terjun ke dunia usaha meski masih minim pengalaman.
Untuk menambah pengetahuan, Dewi mengikuti berbagai program pendampingan di RuBy. Melalui program ini, ia bersama pelaku UMKM lainnya mendapatkan pembelajaran bertahap, mulai dari pelatihan penjualan online, pengurusan legalitas usaha, hingga cara menghitung laba secara lebih profesional. Kehadiran RuBy menjadi titik balik penting dalam perjalanan usahanya. Sebagai pelaku UMKM pemula, Dewi mengaku sangat terbantu dengan proses pembinaan yang ia terima.
“RuBY ini sangat membantu saya. Benar-benar dibina dari awal. Saya yang tidak mengerti apa-apa diajarin semuanya. Diajarinnya juga bertahap, mulai dari legalitas, halal, pemasaran bahkan hingga pembukuan,” ujar Dewi.
Berkat pendampingan tersebut, usaha Mr One Cake and Cookies yang ia rintis mulai berkembang dan memiliki legalitas lengkap, mulai dari NIB (Nomor Induk Berusaha), PIRT, sertifikasi halal, co-branding Jogjamark, HKI (Hak Kekayaan Intelektual), hingga SNI (Standar Nasional Indonesia).
Saat ini, Dewi terus mengikuti berbagai pelatihan yang dirasa relevan untuk mengembangkan usahanya, terutama di bidang digital marketing. Selain itu, ia juga aktif dalam sesi berbagi bersama sesama pelaku UMKM yang tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memperluas jaringan.
Perlahan, usaha yang awalnya belum dikenal luas itu mulai mendapatkan perhatian. Melalui rangkaian pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan mengikuti bazar seperti BRILianpreneur, Dewi merasakan langsung dampak peningkatan usahanya.
“Setelah ikut program Rumah BUMN, produk yang awalnya tidak dikenal, kini jadi banyak diketahui orang. Berawal dari ikut pelatihan hingga bisa ikut bazar di BRILianpreneur. Bisa dibilang usaha saya sekarang sudah ‘naik kelas’,” ujarnya.
Dukungan dari BRI melalui RuBy juga memperluas jangkauan pasar Dewi. Berkat digitalisasi dan akses promosi yang lebih luas, produknya kini dikenal lebih banyak orang, bahkan sempat tampil di ajang UMKM BRILianpreneur Expo 2022 di Jakarta.
UMKM Samcai Alami Kenaikan Omzet Berkat BRI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530157/original/015792800_1782462250-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_3.22.35_PM.jpeg)
Perbesar
Kisah inspiratif lainnya datang dari Ika, pemilik Samcai. Berbeda dengan banyak pelaku usaha muda, Ika memulai perjalanan bisnisnya saat usia menginjak kepala 5. Namun hal itu tidak menghalanginya untuk terus belajar.
Ia bergabung dengan Rumah BUMN BRI Yogyakarta pada 2022 karena menyadari bahwa menjalankan usaha membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memproduksi barang. Menurut Ika, salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi UMKM adalah keengganan untuk terus belajar dan beradaptasi. Oleh karena itu, selama menjadi anggota RuBy, Ika aktif mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari pemanfaatan TikTok, Shopee, Tokopedia, pemasaran digital, hingga strategi branding.
"Harus belajar, umur saya 57 tahun. Terus terang kalau kita mau berusaha, harus mengikuti zaman. Kalau kita gaptek, itu pasti kita ketinggalan," ungkapnya.
Melalui RuBy, ia juga mendapatkan akses terhadap berbagai fasilitas penting seperti edukasi legalitas usaha, e-commerce, hingga konsultasi bisnis. Bahkan hingga saat ini, hubungan pendampingan tersebut masih terus berjalan.
"Sampai sekarang RuBy masih terus membina saya. Pembinaan ini berlanjut terus, terkadang kalau ada buyer butuh apa RuBy bisa bantu mempertemukan dengan UMKM," ujarnya.
Konsistensi belajar tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 2024, Samcai berhasil meraih Juara 5 BRIncubator. Tak lama setelah mengikuti program akselerasi tersebut, omzet usaha Ika meningkat sekitar 20 persen.
Pencapaian lain datang ketika Samcai mendapat kesempatan tampil dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, ajang yang mempertemukan UMKM unggulan Indonesia dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Mamikoe Jogja Raih Sertifikasi Halal dan Perluas Pasar dengan Dukungan BRI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530158/original/019371400_1782462250-e85f5a33-2421-4840-8038-9043d875c74b.jpg.jpg)
Perbesar
Sementara itu, Ester Niken Haryanti Murwarni, pemilik Mamikoe Jogja, memilih bergabung dengan Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBy) karena ingin mengembangkan produk cake dan cookies bermotif batiknya agar dapat menembus pasar yang lebih luas. Ia menyadari bahwa kreativitas saja tidak cukup tanpa dukungan legalitas dan pendampingan bisnis, sehingga membutuhkan wadah pembinaan untuk membantu usahanya naik kelas.
Setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Yogyakarta, Mamikoe Jogja mendapatkan pendampingan dalam berbagai aspek usaha, termasuk pengurusan sertifikasi halal yang berhasil diperoleh pada 2021.
"Kalau ngurus sendiri itu mahal. Namun karena bergabung dengan BRI, produk saya mendapat fasilitas sertifikasi halal tanpa bayar," jelas Niken.
Tak berhenti di sana, BRI juga memberikan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tambahan modal tersebut ia gunakan untuk membeli oven baru dan meningkatkan kapasitas produksi.
"Selain sertifikasi halal, dari BRI itu dapat KUR. Itu membantu banget untuk UMKM seperti saya. Bunganya rendah untuk tambahan modal buat upgrade alat-alat baking," katanya.
Berkat dukungan tersebut, produk Mamikoe Jogja kini telah dipasarkan di berbagai toko oleh-oleh di Yogyakarta dan menjadi pilihan wisatawan yang mencari buah tangan unik dengan sentuhan budaya lokal.
Rumah BUMN BRI Yogyakarta Jadi Ruang Tumbuh bagi UMKM Perempuan
Di tengah tumbuhnya UMKM perempuan di Yogyakarta, Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBy) hadir sebagai ruang pemberdayaan yang tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi perempuan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan naik kelas. Kehadiran RuBy di bawah naungan Kementerian BUMN dan BRI menjadi salah satu ekosistem penting dalam memperkuat peran perempuan di sektor UMKM.
Rumah BUMN BRI Yogyakarta sendiri berdiri pada 2019 dan berfokus pada pemberdayaan UMKM, termasuk banyak di antaranya dikelola oleh perempuan. Berbagai program dijalankan, mulai dari pelatihan reguler bertema bisnis, digital, hingga pelatihan tematik, serta program tahunan BRIncubator yang memberikan pendampingan intensif bagi UMKM terkurasi agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Tidak hanya menyasar pelaku usaha yang sudah berjalan, RuBy juga membuka akses bagi perempuan yang baru memulai usaha, termasuk generasi muda hingga pensiunan. Melalui pendampingan ini, peserta dibekali pemahaman dasar bisnis mulai dari legalitas, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha.
“Di Rumah BUMN itu ada lima fungsi. Salah satunya pemberdayaan UMKM, jadi bukan hanya untuk yang sudah usaha, tapi juga menyiapkan orang yang mau mulai usaha supaya punya jiwa entrepreneur,” ujar Fiera Dwi Hapsari selaku Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta
Selain itu, RuBy juga menjadi penghubung akses pembiayaan melalui program seperti KUR BRI, serta membantu proses legalitas usaha dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Di sisi lain, RuBy berperan sebagai ruang inkubasi bisnis melalui BRIncubator yang dilakukan secara lebih intensif untuk UMKM terpilih.
“BRI Incubator itu kita kurasi sekitar 20 UMKM, lalu kita dampingi intensif selama satu sampai dua bulan, benar-benar kita godok dari awal sampai mereka siap naik kelas,” lanjutnya.
Saat ini, RuBy Yogyakarta memiliki sekitar 1.500 hingga 2.000 anggota aktif dengan mayoritas merupakan pelaku UMKM perempuan yang tersebar di berbagai kategori usaha, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan. Selain pelatihan, RuBy juga menyediakan ruang promosi melalui galeri produk, media digital, serta kesempatan business matching dengan buyer dari dalam maupun luar negeri.
“Kita bantu UMKM untuk bisa ketemu buyer, termasuk lewat BRI UMKM Expo. Harapannya mereka bisa memperluas pasar sampai ke luar negeri,” ujarnya.

9 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8544485/original/094134900_1782484986-373095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8542402/original/032194800_1782480495-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_18.43.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8541541/original/033897800_1782479168-IMG-20260626-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8539369/original/002649100_1782475547-IMG-20250205-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8538740/original/099129700_1782474550-Taufik_Hidayat_pelaku_penganiayaan_dan_penyekapan_pacar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8538442/original/072038400_1782474186-373200.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8538039/original/070862000_1782473518-801644.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8537421/original/027321500_1782472600-373107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8351567/original/029284200_1782225485-taufik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8530328/original/010901600_1782462526-57946.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8531760/original/017034600_1782464726-IMG-20260626-WA0069.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8531148/original/078090900_1782463732-IMG-20260626-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8529703/original/046100700_1782461662-1001398751.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8528786/original/061172800_1782460439-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_1.49.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261130/original/021934100_1781683856-1000857162.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257914/original/034238900_1781261992-kapal_meledak_aceh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8446024/original/018118400_1782340487-Wanita_meninggal_dalam_mobil_di_parkiran_Bandara_Juanda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8520683/original/040698500_1782448254-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_11.27.40.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515159/original/013988600_1772163544-Penemuan_potongan_tubuh_di_Gianyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534028/original/002692300_1773806214-TKP_pria_di_Pringsewu__Lampung_ditemukan_tewas_gantung_diri_di_rumah_tunangannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506177/original/056520100_1771409863-Screenshot_2026-02-18-16-35-53-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/817544/original/014199200_1424873064-ilustrasi-begal-motor-5-150225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535084/original/074686700_1773912505-kebakaran_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522956/original/076087900_1772782406-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_13.49.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534545/original/007615900_1773836670-1002515232.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4294815/original/095852200_1674030831-IMG-20220605-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520014/original/055995200_1772604244-1001765701.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533918/original/016565000_1773797149-20241222_120249.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930874/original/077594600_1437123186-MENENTUKAN_HILAL_1_SYAWAL-TIM_RUKYATUL_HILAL-KEMBANGAN-JAKARTA-HELMI_AFFANDI-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508796/original/004578600_1771600299-247987.jpg)