Pemilik Domba di NTT Diamankan Polisi Usai Bunuh Pencuri

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga sekaligus pemilik domba berinisial JA (63) diamankan polisi usai terlibat perkelahian yang berujung tewasnya pencuri domba berinisial AM (54) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/4/2026). AM tewas dibacok parang oleh JA. Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Subur Gunawan mengatakan usai menghabisi korban, JA menyerahkan diri ke kepala desa Dalekesa, Arianto Pandie.

Kepada kepala desa, ia mengaku sudah membunuh AM karena masalah pencurian domba. Kepala desa lalu meminta bantuan Polsek Rote Barat Daya untuk mengamankan JA.

"Pelaku langsung diamankan personel Polsek Rote Barat Daya setelah ditelepon kepala desa," kata Subur, Minggu (18/4/2026).

Kepada polisi, JA mengaku pada Jumat petang sekitar pukul 17.00 WITA, dia ke kompleks persawahan Kukafu untuk melihat hewan ternak (domba) yang berada di lokasi itu.

Saat itu, ia berpapasan dengan AM yang membawa seekor domba. JA mengenali domba tersebut adalah miliknya sehingga ia menanyakan alasan AM membawa domba itu. Bukannya jawaban yang diterima, JA malah mendapat serangan dari AM menggunakan parang.

JA yang melihat itu, berhasil menghindar dan berhasil meraih sebatang kayu yang ada di sekitarnya. Ia kemudian membela diri memukul korban dengan kayu.

Karena mendapat perlawanan, AM memilih kabur ke arah kompleks persawahan Kukafu. JA lalu mengejar AM dari arah belakang,

Sesampainya di pagar kompleks persawahan Kukafu, AM berhenti dan kembali mengayunkan parangnya ke arah JA. Saat yang bersamaan, JA memukul korban menggunakan kayu dan mengenai tangan korban. Parang yang dipegang AM pun terlepas dan jatuh.

JA kemudian mengambil parang milik AM dan membacok korban sebanyak tiga kali hingga tewas.

"Korban dibacok tiga kali mengenai kepala, leher dan kaki hingga," jelasnya.

JA saat ini sudah diamankan polisi. Polisi juga sudah melakukan oleh TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Kapolsek berharap masyarakat tidak terprovokasi untuk melakukan hal yang dapat memperkeruh suasana.

"Biarkan polri bekerja sesuai SOP dan berikan informasi berkaitan dengan peristiwa ini," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner