Simak Skema Layanan Baru Penyelenggaraan Ibadah Haji di Embarkasi Makassar

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Embarkasi Makassar dipastikan berjalan dengan dukungan fasilitas penuh, serta penerapan skema layanan baru yang lebih terintegrasi. Sebanyak 16.750 jemaah calon haji (JCH) dari delapan provinsi akan diberangkatkan melalui embarkasi ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail mengatakan, seluruh kesiapan di Asrama Haji Sudiang Makassar telah mencapai 100 persen. Pihak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pun siap menyambut kedatangan jemaah sebagai tamu Allah.

“In Sya Allah besok kloter 1 kita terima jam 08.00 WITA dan akan diberangkatkan pukul 03.20 WITA. Sementara kloter 2 akan kami terima jam 11.00 WITA dan akan kami berangkatkan 07.00 WITA,” kata Ikbar Ismail usai Apel Siaga PPIH Embarkasi Makassar, Senin (20/4/2026).

Ikbal menjelaskan, total terdapat 43 kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan dari embarkasi Makassar. Seluruh jemaah akan terlebih dahulu masuk ke Asrama Haji Sudiang sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Ia menambahkan, salah satu perbedaan utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah pembagian kartu Nusuk Hajj yang dilakukan langsung di embarkasi. Proses pembagian dilakukan di aula penerimaan sebagai bagian dari sistem layanan satu pintu (one stop service).

“Pembagian Nusuk-nya, in sya Allah akan di sini, di aula penerimaan. Kami akan melakukan pembagian nusuk dan semua one stop service, semua layanan kami satukan dalam satu aula,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut didukung dengan kehadiran petugas syarikah yang langsung turun ke setiap embarkasi. Hal ini dinilai akan sangat memudahkan jemaah dalam mengakses layanan selama berada di Arab Saudi.

“Itu sangat memudahkan sekali apabila jemaah yang ingin melaksanakan umrah wajib dan masuk ke Haramah, baik di Mekkah maupun Madinah, hingga ke Arafah,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut menekankan pentingnya pelayanan maksimal, khususnya pada aspek konsumsi jemaah selama berada di asrama. Asisten I Pemprov Sulsel, Ishak Iskandar, meminta seluruh petugas, terutama penyedia katering, untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kasus keracunan makanan.

“Kami harapkan semoga petugas catering dan yang lain juga harus menjaga antisipasi, terutama memang dari daerah,” katanya.

Ia juga mengingatkan adanya kebiasaan jemaah membawa makanan dari daerah asal seperti burasa, ketupat, dan sejenisnya, yang berpotensi tidak layak konsumsi saat tiba di Makassar. Karena itu, pengawasan terhadap makanan yang dibawa jemaah akan diperketat.

“Kan biasanya bawa makanan-makanan sebagai bekalnya ya, ada burasa, ketupat dan lain-lain yang mungkin sudah basi sampai di sini. Harus dijaga itu. Saya kira juga di sini akan pemeriksaan-pemeriksaan pengawasan makanan-makanan yang dibawa dari kampung tidak basi dan kadaluwarsa,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner