4 Fakta di Balik Kebakaran Maut Rumah di Jombang Tewaskan 2 Orang

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Hunian dua lantai di Jombang terbakar hebat pada Sabtu (18/4/2026) dini hari. Dua orang meninggal dalam peristiwa itu.

Polisi menyebut rumah yang terbakar milik Tomi Yulianto (43), warga Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Saat kejadian semua penghuni rumah sedang terlelap. Tiba-tiba muncul asap tebal pengepul.

Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono, membenarkan ada dua orang yang meninggal dunia. Keduanya adalah asisten rumah tangga. Berikut fakta-fakta di balik kebakaran maut tersebut.

Kepulan Asap Saat Penghuni Beristirahat

Malam itu, penghuni rumah sedang beristirahat. Tiba-tiba melihat ada kepulan asap. Saat dicek, si jago merah sudah berkobar.

Petugas awalnya mendapatkan informasi dari warga musibah kebakaran itu dan tidak berapa lama ke lokasi kejadian.

"Untuk korban yang terjebak ini semuanya dalam keadaan istirahat di dalam," kata Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono di Jombang.

7 Orang Sempat Terjebak, 2 Meninggal Dunia

Saat peristiwa terjadi, tujuh orang penghuni rumah sempat terjebak dalam kepulan asap. Namun, lima berhasil diselamatkan. Dua lainnya meninggal dunia.

"Satu orang meninggal (di lokasi kejadian) dan satu orang kritis. Yang meninggal dunia itu kebanyakan menghirup udara di dalam rumah," katanya.

Dua orang meninggal itu adalah Maya (23), warga Bareng, Jombang. Korban kedua adalah Sri Indah (33), warga Jogoroto, Jombang.

Petugas Kesulitan Masuk karena Gerbang Terkunci

Setibanya di lokasi, petugas sempat sempat kesulitan masuk. Pintu gerbang dikunci membuat petugas harus mendobrak .

"Kami dari petugas baik dari kepolisian maupun satker (satuan kerja) yang masuk mengalami kesulitan karena pintu gerbang dikunci sehingga melakukan upaya paksa dengan didobrak," kata dia.

Supervisor Pusdalops BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang, Stevi Maria, mengakui proses evakuasi memerlukan waktu yang panjang karena kondisi rumah yang tertutup rapat membuat petugas sempat kesulitan masuk menolong para korban.

"Luas rumah itu tidak terlalu besar. Memanjang tidak terlalu besar. Kondisi rumah tertutup, tertutup betul-betul tertutup. Dengan pintu harmonika di depan. Lantai dua yang cukup juga berpagar, sehingga proses evakuasi agak terhambat, agak sulit karena kami harus membongkar beberapa pintu," kata Peppy, sapaan akrabnya.

Diduga karena Korsleting Listrik

Polisi masih menyelidiki perkara ini. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan terkait dengan kejadian kebakaran itu.

"Informasi awal korsleting listrik yang mengalir ke AC," kata dia.

Saat ini, kondisi rumah itu masih diberi garis polisi sehingga yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner