Liputan6.com, Jakarta - “Delapan tahun kerja di perusahaan swasta. Ternyata yang ini lebih menyenangkan dan terasa lebih fulfilling meski capek,” ujar Reri Putra.
Setelah delapan tahun bekerja di perusahaan swasta, Reri Putra (34) harus menghadapi PHK saat pandemi Covid-19 melanda. Dari situ, ia mulai mencari jalan baru dengan menjalankan bisnis yang berawal dari hobi yang ia sukai. Reri kemudian mengajak Mahendra Kurniawan (30), rekannya yang akrab disapa Max, untuk ikut mengembangkan usaha tersebut.
Awalnya, keduanya hanya menjalani hobi masing-masing. Max gemar berkebun, sementara Reri menyukai merangkai bunga. Dari kombinasi itulah mereka mulai membuat press flower frame menggunakan bunga hasil kebun sendiri. Seiring waktu, Max memutuskan resign dari pekerjaannya di perusahaan swasta untuk fokus membangun bisnis bersama Reri.
Sejak 2023, keduanya serius mengembangkan usaha press flower dan mulai menjual berbagai karya dekorasi bunga kering hasil buatan mereka sendiri.
“Awalnya karena hobi saja. Partner aku suka berkebun, aku suka merangkai bunga. Jadi kita bikin press flower frame dari bunga hasil kebun sendiri,” cerita Reri saat ditemui Liputan6.com pada Sabtu (2/5/2026).
Bisnis yang Semakin Berkembang, dari Press Flower hingga Parfum
Seiring berjalannya waktu, Reri dan Max menyadari bahwa produk custom seperti frame press flower memiliki perputaran pasar yang cenderung lambat. Dari situ, keduanya mulai mencari kemungkinan pengembangan produk lain yang masih sejalan dengan konsep kreatif mereka, namun lebih fleksibel dan memiliki pasar yang lebih luas.
Melalui berbagai diskusi dan percobaan, muncul ide untuk menggabungkan press flower dengan produk lilin aromaterapi. Bunga-bunga kering yang sebelumnya hanya digunakan sebagai dekorasi frame kemudian ditempatkan di sisi gelas lilin dan menjadi ciri khas visual brand LiyerLiyer.id. Dari proses tersebut, mereka akhirnya meluncurkan produk lilin aromaterapi pertama yang mulai dipasarkan pada 2024.
“Kami beberapa kali mendapat produk custom wangi-wangian, sementara Max juga memang pengguna lilin aromaterapi. Dari situ kami mulai berdiskusi dan tertarik untuk mengembangkan produk sendiri. Akhirnya, press flower yang sebelumnya kami buat dipadukan ke dalam desain lilin dengan menempatkan bunga di bagian pinggir gelas,” ujar Reri.
Menurutnya, penempatan bunga kering pada lilin juga mempertimbangkan faktor keamanan. Reri mengatakan, berdasarkan riset yang mereka temukan, bunga yang diletakkan di bagian atas lilin memang terlihat cantik, tetapi berisiko terbakar saat digunakan. Karena itu, mereka memilih menempatkan bunga di sisi gelas agar tetap estetik sekaligus lebih aman.
“Sebenarnya kalau bunganya di atas, harus dicabut dulu saat lilin dinyalakan. Tapi tidak semua customer tahu soal itu,” katanya.
Seiring perkembangan usahanya, LiyerLiyer.id kini tidak hanya fokus pada produk lilin aromaterapi, tetapi juga mulai memperluas lini ke parfum dan diffuser. Saat ini, produk LiyerLiyer.id dipasarkan dengan kisaran harga Rp30 ribuan hingga Rp100 ribuan. Ragam produknya meliputi pengharum ruangan, parfum, hingga berbagai varian aroma lainnya yang tetap mempertahankan karakter khas LiyerLiyer.id, yaitu sentuhan estetik, natural, dan handmade.
Pilih KUR BRI Super Mikro untuk Berbisnis
Di balik perkembangan LiyerLiyer.id, ada peran pembiayaan usaha yang membantu mereka menjaga ritme bisnis tetap berjalan. Reri mengaku sempat menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk mendukung kebutuhan usaha mereka.
“KUR BRI ini ngeboost banget. Karena UMKM kalau enggak ada suntikan dana kadang gitu-gitu aja jalan di tempat,” ungkapnya.
Reri memilih mengambil pinjaman dalam jumlah kecil sesuai kapasitas usaha mereka, yakni Rp9 juta dengan tenor tiga tahun. Keputusan itu diambil karena mereka ingin tetap realistis dengan kemampuan produksi dan penjualan yang dimiliki.
“Kami mengambil KUR paling rendah, disesuaikan dengan kemampuan produksi dan penjualan. Menurut kami, tidak perlu mengambil pinjaman Rp50 juta atau Rp100 juta karena kebutuhan usaha belum sebesar itu. Jadi kami hanya mengambil Rp9 juta dengan tenor 3 tahun,” jelasnya.
Cicilan di Bawah Rp 500 Ribu
Reri menjelaskan bahwa cicilan KUR yang mereka ambil memang tergolong ringan, yakni tidak sampai Rp400 ribu per bulan. Namun, ia menegaskan bahwa meskipun jumlahnya kecil, tetap ada tanggung jawab yang harus dipenuhi setiap bulan dari hasil usaha.
“Jadi dalam sebulan cicilannya tidak sampai Rp400 ribu. Tapi tetap saja, setiap bulan kami harus bisa menghasilkan jumlah itu dari usaha. Mau tidak mau, kami harus memastikan pendapatan ada sebesar itu. Intinya, setiap bulan harus terpenuhi,” ujar Reri.
KUR BRI Bikin Bisnis Jalan Terus
Reri menjelaskan bahwa keberadaan cicilan justru menjadi salah satu pemacu dalam menjalankan bisnis. Meski secara pribadi mereka memiliki dana, keduanya memilih untuk tidak mencampuradukkan uang pribadi dengan keuangan usaha. Cicilan tersebut dianggap sebagai target minimal yang harus dicapai dari hasil bisnis setiap bulan.
“Jadi seperti ada dorongan tersendiri. Walaupun kita punya uang, tapi sebisa mungkin bisnis Liyer Liyer harus bisa menutup cicilan itu sendiri, bukan dari uang pribadi,” ujarnya.
Hal ini pada akhirnya mendorong mereka untuk lebih disiplin dalam mengatur keuangan usaha. Setiap pemasukan dan pengeluaran menjadi lebih diperhitungkan agar bisnis tetap bisa berjalan stabil dan berkelanjutan.
“Kami jadi terpacu, setiap bulan harus ada pemasukan dari Liyer Liyer, setidaknya cukup untuk membayar cicilan,” tambahnya.
Reri juga merasa terbantu karena sistem pembayaran KUR yang ringan membuat mereka bisa fokus mengembangkan usaha tanpa tekanan berlebihan.
Dukungan KUR BRI untuk Pelaku Usaha Produktif
Dilansir dari bri.co.id, KUR Super Mikro BRI merupakan program pinjaman bagi pelaku UMKM dengan plafon hingga Rp10 juta dan bunga ringan sebesar 3 persen efektif per tahun. Program ini ditujukan untuk membantu usaha kecil agar lebih mudah mendapatkan akses permodalan.
Mengutip bri.co.id, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa akses pembiayaan yang mudah melalui KUR memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memperkuat ekonomi daerah.
“BRI senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah pelaku usaha Angkringan ini menjadi contoh nyata dukungan KUR dalam mendorong perekonomian masyarakat dan menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya”, tambah Dhanny.
Secara kumulatif, sejak 2015 hingga akhir 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.435 triliun kepada sekitar 46,4 juta penerima.
Cara Mengajukan KUR Super Mikro BRI
Mengutip bri.co.id, KUR Super Mikro BRI adalah program pembiayaan untuk pelaku UMKM dengan limit pinjaman hingga Rp10 juta serta suku bunga ringan 3 persen efektif per tahun. Program ini hadir untuk mempermudah pelaku usaha kecil dalam memperoleh akses modal usaha.
Ketentuan KUR Super Mikro BRI
- Plafon pinjaman hingga Rp10 juta
- Suku bunga 3 persen efektif per tahun
- Jangka waktu:Kredit Modal Kerja (KMK) maksimal 3 tahun
- Kredit Investasi (KI) maksimal 5 tahun
Syarat Umum Pengajuan:
- Calon debitur harus memenuhi beberapa ketentuan berikut:
- Belum pernah menerima KUR sebelumnya
- Belum pernah memperoleh kredit atau pembiayaan modal kerja maupun investasi komersial
Syarat Khusus
- Bagi usaha yang berjalan kurang dari 6 bulan, pemohon wajib memenuhi salah satu syarat berikut:
- Mengikuti program pendampingan usaha
- Pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan atau pelatihan lain
- Tergabung dalam kelompok usaha
- Memiliki anggota keluarga dengan usaha produktif dan layak
Dokumen yang Dibutuhkan
- Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha
- Surat usaha dapat diperoleh dari kelurahan atau RT/RW
- Dokumen harus mencantumkan jenis dan lama usaha berjalan.

7 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5776837/original/004829500_1778679557-IMG_20260513_182650.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5765201/original/095592900_1778668293-Jepretan_Layar_2026-05-10_pukul_17.09.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5764649/original/003530500_1778667709-IMG_20260513_160253.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5762299/original/075860600_1778665272-1001252157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5760563/original/034146300_1778663533-1001251527.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5757425/original/048969100_1778659899-peternakan_unta_di_mojokerto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753728/original/023244700_1778655171-627760.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5752390/original/060233400_1778653456-1000034680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5740685/original/075019400_1778637763-1002021998.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5739236/original/037419600_1778636045-IMG-20260513-WA0031.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5738610/original/044223600_1778635099-1001249424.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5737885/original/010486900_1778634306-IMG-20260512-WA0244.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5737185/original/091032200_1778633399-1001250004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5734151/original/020987600_1778629142-email-attachment_2026_05_13_ahmad-adirin_aksi-mesum-di-balkon-alun-alun-tuban-rp19-miliar-terekam-kamera-satpol-pp-mengaku-kecolongan_IMG-20260512-WA0045__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5732436/original/000925900_1778626717-IMG-20260513-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5710176/original/009699900_1778595296-IMG-20260512-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5710752/original/021022900_1778596227-624038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5694149/original/042354700_1778571218-Toko_El_Dura3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5695935/original/053486800_1778573743-WhatsApp_Image_2026-05-11_at_12.36.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5690362/original/086724500_1778565944-IMG-20260512-WA0018.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481725/original/076455900_1769144109-buah_menu_mbg_ada_ulat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5054281/original/091903900_1734400455-Snapinsta.app_298532642_196822186005884_5156155504984034611_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478870/original/037289600_1768956979-1000521273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479383/original/084866000_1768976901-Kepala_Disdik_Jawa_Barat_Purwanto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476549/original/066831900_1768790747-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479210/original/048749100_1768970947-135047.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480057/original/036717300_1769013852-tambang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479924/original/058776200_1768996184-black_box_pesawat_ATR_42-500_berhasil_ditemukan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478863/original/039458700_1768954137-1000521557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479687/original/018004900_1768985969-1000939277.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478685/original/093302100_1768911209-133906.jpg)